Prabowo Merujuk Novel Armada Hantu

Betapa lugunya kita, jika merujuk buku novel fiksi berjudul 'Armada Hantu: Novel Perang Dunia Berikutnya' (Ghost Fleet: a Novel of The Next World War)...

Kampus Kecerdasan Iman

Al-Zaytun menggelar kuliah umum bertajuk: “The Protestant Reformation: What Was It About and Why Is It Important?” Reformasi Protestan: Apa hal itu dan mengapa...

Indonesia, Mestinya Adidaya

Indonesia mestinya menjadi negara adidaya. Posisi geografisnya strategis, tanahnya subur, kekayaan alamnya melimpah, dan potensi penduduknya besar serta ideologi negaranya Pancasila. Tapi kenyataan, sampai...
Pimpinan KPK Jilid 4

KPK Berpotensi Abuse of Power

Catatan Kilas: Ada 11 temuan sementara DPR melalui Panitia Khusus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansus Angket KPK) terkait pelaksanaan tugas dan kewenangan KPK....

E-KTP, Korupsi Sistemik

Kali ini, KPK secara parsial1] mulai mengungkap korupsi sistemik. Membongkar kasus mega korupsi e-KTP yang cukup ‘sempurna’sebagai model korupsi sistemik yang telah lama menggurita di negeri ini.Catatan: Ch. Robin Simanullang

Suara Pemilih Kebhinnekaan

Siapa pemilih Ahok-Djarot? Mereka umumnya adalah para pemilih (rakyat) yang toleran dan menghargai kemajemukan (Pancasila). Sementara mereka yang intoleran dan bersikap anti atau ambivalen terhadap kemajemukan (Pancasila) sangat kecil kemungkinannya memilih Ahok-Djarot.

Menanti Vonis yang Adil dan Saintifik

Proses peradilan kasus dugaan penistaan agama yang didakwakan kepada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Gubernur DKI Jakarta (cuti), menyita perhatian publik. Bagaimana prinsip equality before the law ditegakkan dalam proses peradilan ini? Akankah ada keputusan yang adil dan saintifik? Catatan: Ch. Robin Simanullang Wartawan TokohIndonesia.com

Tiga Paslon Hebat

Salut kepada partai politik (parpol) yang telah menampilkan tiga pasangan calon (Paslon) Cagub-Cawagub DKI Jakarta yang hebat dalam kontestasi Pemilukada serentak Februari 2007 mendatang. Kehebatan utamanya adalah menguatnya prinsip kebangsaan dan menyusutnya isu sara dengan mengedepankan kontestasi gagasan, program, integritas, kapabilitas dan kepemimpinan.

Petugas Partai Ideologis

Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa semua kader PDI Perjuangan yang menduduki jabatan di legislatif dan eksekutif maupun di struktur partai di semua tingkatan adalah petugas partai. “Ingat kalian adalah petugas partai. Petugas partai itu adalah perpanjangan tangan dari partai. Kalau kalian tidak mau disebut sebagai petugas partai, silakan keluar dari partai,” tegas Ketua Umum PDI Perjuangan itu.[1]

Keluar dari Zona Nyaman

PRESIDEN JOKOWI*: Sekarang kita berada pada era persaingan global. Kompetisi antarnegara luar biasa kerasnya, luar biasa sengitnya. Untuk memenangkan kompetisi, untuk menjadi bangsa pemenang, kita harus berani keluar dari zona nyaman. Kita harus kreatif, optimis, bahu-membahu, dan melakukan terobosan-terobosan. Semua itu demi mempercepat pembangunan nasional, demi meningkatkan daya saing kita sebagai bangsa.
Advertisement

Terbaru

Moeldoko: UU Ciptaker untuk Wujudkan Indonesia Maju

Jakarta - Di tengah berbagai pro kontra tentang Undang-Undang Cipta Kerja, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menekankan bahwa Undang-Undang Cipta Kerja diarahkan untuk menghadapi kompetisi...
Advertisement

Follow Us on Facebook

26,817FansSuka