Pakar Remote Sensing yang Low Profile

Meski sempat ditawari kerja di luar negeri dengan gaji besar, putra mantan Menparpostel dan Menkopolkam Soesilo Soedarman di era Soeharto ini lebih memilih menjadi pegawai di BPPT dengan gaji yang pas-pasan. Sebelum diangkat menjadi Sesmenko Kesra RI, pakar kelautan dan penginderaan jauh (remote sensing) ini pernah menjabat sebagai Kepala Badan Riset Kelautan dan Perikanan (BRKP) - DKP dan Deputi Kepala BPPT bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam.

Sastrawan Pujangga Baru

Sanusi Pane, sastrawan Indonesia angkatan Pujangga Baru. Pria kelahiran Muara Sipongi, Sumatera Utara, 14 November 1905, ini juga berprofesi sebagai guru dan redaktur majalah dan surat kabar. Ia juga aktif dalam dunia pergerakan politik,  seorang nasionalis yang ikut menggagas berdirinya "Jong Bataks Bond." Karya-karyanya banyak diterbitkan pada 1920 -1940-an. Meninggal di Jakarta, 2 Januari 1968.

Menjembatani Pembaruan

Mas Tom "The Living Bridge" adalah judul buku biografi menandai genap 70 tahun usia tokoh pembaharu pemikiran Islam Indonesia, Utomo Dananjaya. Direktur Intitute for Education Reform Universitas Paramadina, ini mempunyai peran strategis di antara berbagai ekstrimitas pemikiran yang saling berbeda.

Pekerja Keras Tanpa Pamrih

Letnan Jenderal (Purn) Arsinius Elias Manihuruk, mantan Ketua Badan Administrasi Kepegawaian Negara (BAKN) tahun 1972-1987, meninggal dunia pada usia 82 tahun hari Jumat (10/1) pukul 21.03 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Sepanjang hidupnya, ia seorang pekerja keras yang menguasai bidang administrasi dan prencanaan strategi. Ia pekerja yang tanpa pamrih kepada bangsa dan negara.
Aziz Syamsuddin

Politisi Lintas Profesi

Dia politisi muda berwawasan lintas profesi. Meski masih muda Aziz Syamsuddin sudah menekuni beberapa profesi, mulai dari bankir, advokat sampai anggota DPR-RI. Namun dalam aneka profesi itu, dia selalu konsisten untuk menempatkan diri in lining dengan level ground basic-nya di bidang keuangan dan hukum.
Probosutedjo

Anak Siantar dari Kemusuk

TIGA | Membayangkan di Medan ada banyak perantauan Jawa, terutama orang-orang seasal dari desa Kemusuk, Yogyakarta, Probosutedjo pergi merantau ke Medan, menaiki kapal laut KPM Merak. Dengan modal uang hasil gaji dari Koperasi Kas Desa ditambah penjualan sepeda pemberian kakaknya, Soeharto, berikut tas kulit pemberian kakak iparnya Hardjoriyatmo berisi dua potong pakaian, dia menempuh perjalanan tiga hari dua malam bersama dua orang sahabatnya, yakni Redjo dan Sudjojo, keduanya sudah berkeluarga. Mendarat di Belawan 1 Mei 1951, bertepatan hari ulang tahunnya ke-21.

Pahlawan Olahraga Indonesia

Indonesia berduka. Ferry Sonneville, 'pahlawan' tiga kali meraih Piala Thomas, meninggal dunia di Rumah Sakit MMC Kuningan, Jakarta Selatan, pukul 05.20 WIB, Kamis 20 November 2003. Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) ini, tutup usia akibat kanker darah (leukemia) yang telah diderita selama satu setengah tahun. Jenazah Ferry dikremasi di Krematorium Nirwana, Bekasi, Sabtu (22/11) pukul 10.00, setelah diadakan misa requiem di Gereja Katedral, Jumat (21/11).

Berpeluang Menang Konvensi

Langkah politisi ulung dan licin ini semakin mantap dalam persaingan kandidat pesiden dalam Konvensi Calon Presiden Partai Golkar, setelah Mahkamah Agung menerima permohonan kasasinya. Ia bebas dari jerat hukum dengan tuduhan korupsi Rp. 40 milyar. Sehingga peta persaingan dalam Konvensi Capres Golkar bergerak memberi peluang besar baginya memenangkan konvensi tersebut. Ia memang seorang politisi yang paling berpengalaman di antara para kandidat presiden konvensi Partai Golkar.

Berbakti, Hidup Lebih Bermakna

Berbakti itu tidak harus selalu sebagai anggota lembaga tinggi negara, tetapi bisa dalam profesi apa saja, baik sebagai presiden, menteri, anggota legislatif, pegawai, militer, pedagang, wartawan, guru, maupun petani dan profesi lainnya. Wakil Ketua Komisi Kesra DPA, Letjen TNI (Purn) I Putu Soekreta Soeranta menegaskan, semuanya harus membaktikan hidupnya secara tulus kepada sesama dan masyarakat. Dengan demikian, hidup akan lebih bermakna.

Si Multitalent Pencetus Kelirumologi

Jaya Suprana, orang Tionghoa yang besar dalam budaya Jawa. Pria bertubuh tambun dan berkacamata tebal yang lahir di Bali, Denpasar, 27 Januari 1949 ini akrab di hadapan publik lewat acara televisi Jaya Suprana Show di TPI. Pendiri Museum Rekor MURI dan pencetus kelirumologi ini mempunyai beragam predikat – mulai dari pengusaha, pembicara, presenter, penulis, kartunis, pemain piano hingga pencipta lagu – yang diakui oleh lembaga tingkat dunia seperti Die Welt, Los Angeles Times, The Guardian, Wall Street Journal, dan Straits Time.
Advertisement
Pre-Order Buku Hita Batak A Cultural Strategy

Terbaru

Transformasi Nilai Kebatakan

Leluhur Batak mengamanatkan (metafora): Lambiakmi ma galmit! (Cubitlah perut sendiri). Bermakna: Bila kelakuan anak kurang baik, sadarilah bahwa itu karena kekurangan orangtua sendiri sebagai...
Advertisement

Follow Us on Facebook

26,568FansSuka