Pelukis Kaligrafi Islam

Lulusan jurusan Seni Rupa Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1984 ini dikenal lewat lukisan kaligrafinya yang selalu merujuk pada keesaan Allah. Sebagian besar karyanya bahkan sudah menjadi koleksi para kepala negara dan kolektor dari berbagai belahan dunia.

Spesialis Otonomi Daerah

Peneliti senior Pusat Penelitian Politik - LIPI ini lebih sering menyoroti isu-isu seputar otonomi daerah, birokrasi, demokrasi lokal dan politik nasional. Menurut doktor bidang ilmu politik yang juga aktif di The Habibie Center ini, kemajuan Indonesia sangat ditentukan oleh berhasilnya pelaksanaan otonomi daerah.

Sastrawan Pemberontak

Sastrawan, esais, kritikus sastra, jurnalis, dan seniman teater merupakan sederet profesi yang digeluti pria kelahiran Jakarta, 26 Maret 1965 ini. Penyakit gagal ginjal kronis yang dideritanya tidak menghentikannya untuk terus berkarya dan tampil beda. Atas prestasinya, dosen Sosiologi FISIP-UI dan master Sosiologi dari EHESS, Prancis, ini malah dihadiahi penghargaan Paramadina Award (2005), Medali Frix de le Francophonie (2007), dan Kuntowijoyo Award (2009).

Master Psikologi Forensik Pertama

Reza Indragiri Amriel, pria kelahiran Jakarta, 19 Desember 1974 adalah Master Psikologi Forensik pertama di Indonesia. Dosen Psikologi Forensik di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan beberapa perguruan tinggi itu sangat membantu aparat penegak hukum, terutama kepolisian.

Astronom, Filsuf dan Feminis

Sejak Reformasi 1998, filsuf dan astronom perempuan pertama di Indonesia terutama di bidang kosmologi ini aktif dalam kegiatan kemanusiaan. Bersama para ibu dan aktivis perempuan lainnya, dosen Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara ini pernah memprotes harga susu yang mahal, membela kaum perempuan korban perkosaan bahkan mengkritik pemberantasan korupsi di Indonesia.

Guru Gemar Menggambar

Tino Sidin selalu tampil khas, berkemeja batik garis lengkung, berbaret hitam dengan kuncir di atasnya, tatkala mengasuh gemar menggambar di layar TVRI tahun 1978. Orang Jawa kelahiran Tebingtinggi, Sumatera Utara, 25 November 1925, itu sangat akrab dengan anak-anak pada dekade delapan puluhan.

Pakar Hukum Internasional

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) ini tak segan-segan mengkritik keras sikap atau kebijakan pemerintah jika dianggap tidak menjunjung harkat dan martabat bangsa. Selain menjadi pengajar di sejumlah universitas, ia juga aktif menulis dan berbicara di berbagai forum.

Biadab, Kebohongan Pelanggaran HAM

Penganiayaan biadab terhadap Ratna Sarumpaet disebarkan tim pemenangan Capres-Cawapres Prabowo-Sandiaga, antara lain Prabowo sendiri, Sandiaga Uno, Fadli Zon, Dahnil Anzar Simanjuntak, Nanik S Deyang,...

Generasi Kedua Lorena

Sebagai generasi kedua, Managing Director Lorena Group ini berhasil mengekspansi usahanya di luar usaha transportasi seperti perkebunan kelapa sawit, sekuritas, properti, SPBU, dan logistik. Ia juga terdaftar sebagai anggota komisi B DPRD DKI Jakarta (2009-2014) yang sangat perhatian terhadap Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan problema transportasi di Jakarta.

Tari adalah Nafasnya

Pria blasteran Tionghoa-Jawa ini sangat menjiwai dunia tari. Kecintaannya pada dunia tari membuat ia rela melepaskan statusnya sebagai pegawai negeri sipil. Rasa syukur, keikhlasan dan kemampuan mengosongkan diri menjadi moto dalam menjalani hidup dan profesinya.
Advertisement
Pre-Order Buku Hita Batak A Cultural Strategy

Terbaru

Dari Rekayasa Sambo Hingga Framing Mahfud

Rangkaian kebohongan dan rekayasa hingga framing (pembingkaian) narasi dan konstruksi pembunuhan Brigadir J (Nofriansyah Joshua Hutabarat), berbalut vs didukung Scientific Crime Investigation (Penyidikan Berbasis...
Advertisement

Follow Us on Facebook

26,568FansSuka