Rektor UI 2002-2007

Selama menjabat sebagai Rektor UI (2002-2007), Usman Chatib Warsa membuat sejumlah terobosan penting untuk meningkatkan daya saing para lulusan UI di dunia global. Lepas dari jabatan rektor, Dosen Terbaik Nasional 1985 ini kembali ke habitatnya sebagai pengajar di Fakultas Kedokteran (FK) UI dan menekuni dunia subspesialisasinya di bidang mikrobiologi.

Penyanyi Tenor Mahir Akupuntur

Sejak 1985, pria yang mahir memberi terapi akupuntur ini setia menekuni profesinya sebagai penyanyi seriosa. Ia berkolaborasi dengan berbagai orkes dan paduan suara, konduktor, penyanyi/grup pop hingga seniman musik etnik. Bersama beberapa rekannya, ia mengajar di ASC Studio Vocal (Christopher Abimanyu Singing Course), memberikan bimbingan pada berbagai paduan suara/vokal grup serta menjadi juri pada berbagai festival paduan suara.

Menjalankan Mission Impossible

Arwin Rasyid, Dirut PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dinobatkan sebagai salah seorang Tokoh Bisnis Paling Berpengaruh 2005 versi Warta Ekonomi. Misinya di Telkom adalah meningkatkan penetrasi telepon, terutama di pedesaan. Di bawah kendalinya, Telkom berhasil mendongkrak pendapatan.

Nama yang Mendunia

Begitu mendapat doktor, jadi selebritis atau birokrat. Ini fenomena khas golongan terpelajar Indonesia dalam ilmu sosial, ekonomi, sains, maupun teknologi sampai sekarang. Kalau ada daftar kekecualian, Tjia May On pasti masuk dalam barisan pendek itu.

Bankir yang Sempat Memimpin BPPN

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Mandiri, Senin 16/5/2005, memilih Edwin Gerungan, mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) sebagai komisaris utama menggantikan Binhadi. mantan vice president Citibank dan Executive Vice President Treasury and International Coordination Bank Mandiri, setelah melepas jabatan Kepala BPPN  3 November 1999, kemudian menjabat komisaris di Bank Danamon Indonesia sejak Juni 2003.

Pendiri PNI yang Luwes

Mohammad Isnaeni (83), salah seorang pendiri Partai Nasional Indonesia (PNI), meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Tebet, Jakarta, Sabtu 26 Oktober 2002 pukul 13.30 dan dimakamkan di Tanah Kusir, Jakarta, Minggu 27 Oktober,  pukul 10.00. Mantan Wakil Ketua DPR/MPR tiga periode (1966-1982) itu meninggalkan seorang istri, Siti Juniati Waltien, tujuh anak, dan sejumlah cucu.

Dekan dan Guru Besar Termuda UI

Saat usia baru berkepala tiga, doktor lulusan Prancis ini menjadi dekan termuda dan guru besar termuda sepanjang sejarah Universitas Indonesia (UI). Karakternya yang ramah dan enerjik ditambah dengan kompetensi yang memadai diharapkan bisa menyokong proses transformasi UI menjadi universitas berkelas global.

Wakil Bendahara PGI

Sejak 2000, Yupiter Gulo menjadi pengurus dan/atau komisi/kelompok kerja (sebagai anggota atau bendahara) di sejumlah yayasan gerejawi di lingkungan PGI, a.l. Yayasan Lembaga Perguruan Tinggi Theologia Jakarta, Yayasan BPK Gunung Mulia, Yayasan Kesehatan PGI Cikini Jakarta, Lembaga Alkitab Indonesia, Yayasan Oikoumene PGI Jakarta, dan lain-lain.

Damai Sejahtera bagi Bangsa

Ketua Yayasan Doulos dan Yayasan Bersinar bagi Bangsa, ini mendeklarasikan Partai Damai Sejahtera (PDS) 28 Oktober 2001 demi damai sejahtera bagi bangsa. Kehadiran partai bernomor urut 19 dari 24 partai politik peserta Pemilu 2004 ini tidak hanya sebagai sarana menyalurkan aspirasi dan suara hati umat kristiani di Indonesia namun juga bertekad ikut berperan secara aktif membangun bangsa, demi damai sejahtera warga bangsa ini tanpa membedakan agama, suku dan golongan.

Pemberdaya Masyarakat Tertinggal

DR Sinis Munandar, MS merupakan salah satu dari segelintir manusia Indonesia yang memiliki komitmen tinggi terhadap nasib masyarakat tertinggal. Begitu ia pensiun sebagai pegawai negeri dengan jabatan terakhir Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian, Departemen Pertanian, Sinis Munandar tidak lantas berdiam diri. Ia justru berupaya mewujudkan obsesinya yang sudah lama terpendam, yakni membantu pemecahan masalah masyarakat tertinggal di tanah air.
Advertisement
Pre-Order Buku Hita Batak A Cultural Strategy

Terbaru

Transformasi Nilai Kebatakan

Leluhur Batak mengamanatkan (metafora): Lambiakmi ma galmit! (Cubitlah perut sendiri). Bermakna: Bila kelakuan anak kurang baik, sadarilah bahwa itu karena kekurangan orangtua sendiri sebagai...
Advertisement

Follow Us on Facebook

26,568FansSuka