Kyai Kanjeng Sang Pelayan

Budayawan Emha Ainun Nadjib, kelahiran Jombang, Jawa Timur, 27 Mei 1953, ini seorang pelayan. Suami Novia Kolopaking dan pimpinan Grup Musik Kyai Kanjeng, yang dipanggil akrab Cak Nun, itu memang dalam berbagai kegiatannya, lebih bersifat melayani yang merangkum dan memadukan dinamika kesenian, agama, pendidikan politik dan sinergi ekonomi. Semua kegiatan pelayannya ingin menumbuhkan potensialitas rakyat.

Pelatih Pembelajar Sukses

Trainer, motivator, dan penulis buku yang 'gagal' menjadi sarjana ini terpanggil untuk menebarkan semangat belajar dan optimisme bagi setiap orang agar dapat menjadi pembelajar terbaik dan berguna bagi orang lain. Ia memiliki sebuah mimpi "VISI INDONESIA 2045" dimana pada saat HUT RI ke-100, Indonesia menjadi salah satu dari lima negara paling maju di dunia. Iapun bertekad menyelesaikan 100 buku, menyumbang 1.000 writer, 1.000 wartawan, dan 1.000 motivator/speaker/trainer/learning facilitator.

Piawai Memilih Kata

Figurnya yang kalem, santun, cerdas dan terampil dalam komunikasi politik membuat namanya digadang-gadang sebagai salah satu sosok unggulan di teras perpolitikan nasional masa depan.

Usia 25 Tahun Mengajar S-3

Dia asli orang Indonesia yang prestasinya diakui dunia internasional. Pria kelahiran Medan 20 Oktober 1977, ini sudah meraih 11 penghargaan dan memiliki tiga hak paten atas penemuan risetnya. Pada usia 25 tahun ia telah berhasil meraih gelar PhD di University of Wisconsin, Madison, dan kemudian langsung mengajar mahasiswa S-3.

Dalami Agama dan Gemar Membaca

Muhammad Nazar dibesarkan dalam keluarga agamais yang mementingkan pendidikan.  Kegemarannya membaca dan berorganisasi membuat dia tampil sebagai sosok yang cerdas, kritis dan suka memimpin.

Bupati Cianjur Pertama Pilihan Rakyat

Drs. Tjetjep Muchtar Soleh MM, lahir di Cianjur tanggal 3 Pebruari 1953, terpilih sebagai Bupati Cianjur (2006-2011) dalam Pilkada langsung 2006. Mantan Kepala Bappeda Cianjur 2001-2005 dan Asisten III Bidang Administrasi Pemerintahan Pemkab Cianjur 2005-2006, adalah lulus APDN Bandung 1977 dan Institut Ilmu Pemerintahan Depdagri Jakarta 1985 serta Program MM STIE-IPWI Jakarta 1998.

Tak Henti Kritik Polisi

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) ini tidak segan-segan mengkritik bahkan membongkar aib kepolisian RI. Mulai dari kasak-kusuk pengisian jabatan di Polri hingga isu soal rekening gendut perwira Polri. Lewat IPW, ia ingin terus eksis mengawal kinerja kepolisian agar menjadi lembaga penegak hukum yang profesional, mandiri dan dekat dengan rakyat.

Politisi Cerdas dan Bijak

Sutradara Gintings, Anggota DPR RI dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) periode 2004 -2009, ini seorang politisi cerdas dan bijak. Doktor ilmu politik, kelahiran Karo, Sumatera Utara, pada 4 Juni 1952, ini meninggal dunia, Minggu 22 Maret 2009 tengah malam di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta.

Pengawal Kode Etik Jurnalistik

Dunia pers Indonesia kembali berduka. Salah satu putra terbaiknya, Robinson Hamonangan Siregar (76), atau yang lebih dikenal dengan RH Siregar SH, meninggal dunia, Senin 14 Januari 2008 pukul 03.30 WIB, di RS Metropolitan Medical Centre, Kuningan, Jakarta. Almarhum dirawat sejak Minggu dini hari, karena penyakit asmanya kambuh.

Penggagas Dewan Beras

Dia tak pernah pensiun memikirkan nasib petani. Di masa pensiun sebagai pejabat pemerintah, ia malah makin giat memimpin usaha dalam bidang pertanian. Dalam kondisi ketahanan pangan yang sedang goyah akhir-akhir ini, Humuntar bersama dengan para pensiunan yang lain, menggagas pendirian Dewan Beras.
Advertisement
Pre-Order Buku Hita Batak A Cultural Strategy

Terbaru

Transformasi Nilai Kebatakan

Leluhur Batak mengamanatkan (metafora): Lambiakmi ma galmit! (Cubitlah perut sendiri). Bermakna: Bila kelakuan anak kurang baik, sadarilah bahwa itu karena kekurangan orangtua sendiri sebagai...
Advertisement

Follow Us on Facebook

26,568FansSuka