BIOGRAFI TERBARU

Continue to the category
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
32.1 C
Jakarta
Populer Hari Ini
Populer Minggu Ini
Populer (All Time)

Wiki Tokoh

Anak Jalanan yang Jadi Maestro Batik

"Saya ini anak jalanan. Anak jalanan sering dipandang masyarakat kebanyakan sebagai orang yang pesimistis. Namun, saya punya visi. Orang-orang melihat bagaimana saya memperjuangkan satu kehidupan lewat karya seni," tutur seniman batik kenamaan, Sarkasi Said.

Keseimbangan sebagai Kepala Polda

Lewat caranya sendiri, Raden Adjeng Kartini berusaha mengangkat derajat perempuan serta menghapus diskriminasi antara perempuan dan laki-laki. Setelah 105 tahun berselang, tidak sedikit perempuan yang berhasil menduduki jabatan strategis di lembaga-lembaga pemerintahan di Indonesia. Satu di antara mereka adalah Rumiah Kartoredjo.

Upaya Menyelamatkan Gambut

Selama lebih dari 20 tahun, Suwido H Limin bersentuhan dengan gambut. Masa yang panjang itu membawa dia sampai pada kesimpulan, lahan gambut sebaiknya dibiarkan apa adanya, sebab untuk mengolah biayanya mahal. Selain itu, cegahlah upaya eksploitasi dan segera lakukan restorasi terhadap lahan gambut yang rusak.

Penemu Kata Carik Kenangan

Dia seorang jurnalis dan filatelis berkebangsaan Indonesia yang berdomisili di Tokyo, Jepang. Pria kelahiran Jakarta 15 Maret, ini selain aktif sebagai wartawan, juga berperan sebagai Kordinator Forum Ekonomi Jepang- Indonesia dan Direktur Japan Spa Association (JSPA). Filatelis ini adalah penemu kata 'carik kenangan' sebagai terjemahan dari Souvenir Sheet (1985).

Pembelajar Sejarah Lokal

Wajidi mengeluarkan sejumlah dokumen dalam sebuah amplop di Kantor Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, di Banjarmasin. "Ini sejumlah bahan terkait Pangeran Hidayatullah dari Kerajaan Banjar, Kalsel. Ketokohan beliau ini menarik untuk didalami sehingga bisa dinilai patut tidaknya tokoh ini mendapat gelar pahlawan nasional," katanya. 
Majalah Horas Indonesia Edisi 08

Mengobati si Bongkok dengan Hati

Lucu memang, sebagai negara penghasil udang terbesar keempat di dunia, Indonesia hingga saat ini belum punya satu pun ahli diagnosis penyakit udang. Petani udang hanya bisa pasrah siap-siap panen dini saat udangudang sakit.

Berkarya di Negeri Orang

Urusan hubungan diplomatik China dan Indonesia bukan terbatas pada hubungan antara pemerintahan kedua negara itu saja. Urusan tersebut juga menjadi soal dalam rumah tangga Mudiro. Keluarga ini terimbas langsung atas naik-turunnya hubungan diplomatik kedua negara di Asia ini.

Penerus Seni Ukir Wehea

Kayu ulin sisa atau bekas tidak dia biarkan lapuk membusuk. Di tangan Yakobus Zamrie, pemuda (Dayak) Wehea ini, kayu-kayu ulin atau Eusideroxylon zwageri tersebut dijadikan patung, tangga, topeng, perisai, sampai tempat dan gagang parang berukir motif khas Dayak.

Populer

Ayah bagi Anak Yatim dan Tunakarya

Abah adalah panggilan akrab bagi Cecep Maman Suherman, lelaki kelahiran Cirebon, 72 tahun silam ini. Dia menjadi ayah bagi seratusan lebih anak yatim piatu dan tunakarya. Lewat tangannya, para penganggur diajarkan untuk hidup mandiri dan anak yatim piatu bisa tetap bersekolah.

Dunia Gelap yang Memberi Terang

Dia merasa kerasan sebagai tunanetra karena dia bisa menemukan keberartian hidup di tengah gelapnya dunia. Meski ia hanya bisa melihat sosok hitam orang di hadapannya, aktivitas Fitri Nugrahaningrum tak kalah dibandingkan orang lain. Tunanetra yang disandangnya tak menghalangi Fitri mewujudkan mimpinya.

Fleksibilitas Kesenian

Berhadapan dengan Ubiet—begitu pemusik "avant-garde" Nyak Ina Raseuki ini biasa dipanggil—bisa membuat musik terdedah dari berbagai jurusan. Ubiet baru saja pulang kembali ke Tanah Air setelah menyelesaikan pendidikan S-3, meraih gelar PhD dalam etnomusikologi dari University of Wisconsin-Madison, AS dengan disertasi "Being Islamic in Music: Two Contemporary Genres from Sumatera". 

Artikel Lainnya

Popularitas Masakan Indonesia

Dua kali Nila Sari mendapat penghargaan dari Guinness Book of Record untuk kue buatannya. Dia berharap bisa mendapatkan lagi untuk ketiga kalinya lewat kue Pohon Natal setinggi 33 meter. Penghargaan itu baginya penting agar masakan Indonesia dikenal dunia.

Anak Jalanan yang Jadi Maestro Batik

"Saya ini anak jalanan. Anak jalanan sering dipandang masyarakat kebanyakan sebagai orang yang pesimistis. Namun, saya punya visi. Orang-orang melihat bagaimana saya memperjuangkan satu kehidupan lewat karya seni," tutur seniman batik kenamaan, Sarkasi Said.

Membuat Gambang yang Fleksibel

Ade Suarsa bisa dikatakan masih menjadi satu-satunya dalang di Kota Bogor, Jawa Barat, yang punya latar belakang pendidikan formal. Dia tak hanya menjadikan pendidikan formalnya sebagai bekal untuk mengajar bidang seni musik Sunda. Lewat pengetahuan dan pengalamannya selama ini, ia juga membuat inovasi dengan menciptakan gambang katung. 

Bertahan dengan Komik Lama

Generasi muda boleh jadi tak banyak mengenal komik dunia pewayangan, legenda, dan heroisme tokoh-tokoh lokal yang merupakan karya para komikus Indonesia. Deretan pengarang seperti RA Kosasih, Ganes TH, Hans Djaladara, Gerdi WK, dan masih banyak nama komikus lain relatif tak mereka kenal.

‘Bos Toprak’ dan Seni Tradisi

Luluk Sumiarso bisa disebut sosok dengan dua identitas. Pada satu sisi, ia seorang birokrat dengan pengalaman aneka ragam, sebagai direktur jenderal, sekretaris jenderal, dan komisaris. Di sisi lain ia dikenal sebagai penggiat budaya, khususnya terkait dengan seni tradisi.

Maestro Gendang dari Makassar

Tak salah kalau Serang Dakko (70) disebut maestro gendang. Kepiawaiannya menabuh sekaligus membuat gendang serta pengalamannya bermain di berbagai pentas, mulai dari tingkat desa hingga mancanegara, membuatnya pantas mendapat gelar ini. Bahkan banyak yang menyebutnya maestro sebelum Departemen Kebudayaan dan Pariwisata menganugerahinya gelar tersebut pada 2007. 

Melangkah Tegap dengan ‘Boots’

Sepatu boot atau bot buatan Tegep Oktaviansyah diproduksi di tengah krisis moneter 1997. Bot dari Bandung, Jawa Barat, itu tidak tergoyahkan ketika badai krisis ekonomi datang lagi belakangan ini. Sepatunya dikenakan artis, pejabat, hingga ekspatriat.

Semangat Cerdaskan Anak-anak Gunung

Sakit hati tak selalu berbuah dendam. Sebaliknya, sakit hati diakui Nurul Karimah justru melecut energi positif untuk mendirikan komunitas belajar, layanan pendidikan gratis bagi anak-anak putus sekolah di lereng Gunung Sumbing. Komunitas Belajar Cendekia Mandiri didirikan Yayasan Cendekia Mandiri, yang diketuai Nurul. Letaknya di lereng Gunung Sumbing, Dusun Kemloko, Desa Kemloko, Kecamatan Tembarak, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Melestarikan Budaya dengan Miniatur

Tampak dari luar, rumah di Jalan Sekeloa Selatan II, Dipati Ukur, Kota Bandung, itu tak berbeda dengan bangunan di sekitarnya. Rumah itu berada di antara kepadatan daerah yang menjadi lokasi beberapa perguruan tinggi, seperti Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Harapan Bangsa, dan Universitas Komputer Indonesia. Bedanya, di depan rumah itu ada papan nama bertulisan Museum Miniatur Kebudayaan. 

Hidup Positif Yanti Nisro

Setiap orang yang datang ke Yanti harus pulang menjadi lebih baik dan bahagia. Itulah moto hidup Yanti Nisro dan banyak orang telah membuktikan kebenarannya.

Siang Jadi Guru, Malam Jaga Sekolah

Pada siang hari Amos Palu menjadi guru merangkap Kepala Sekolah SMKN Kelautan Miangas. Ketika malam datang, dia menjadi penjaga di sekolah yang terletak di ujung Desa Miangas, kawasan ujung utara Indonesia ini.

Asep dan Propaganda Sejarah

"Untuk menghancurkan suatu bangsa, hancurkanlah ingatan sejarah generasi mudanya." Asep Kambali memahami kebenaran kalimat itu. Dengan gigih, pendiri Komunitas Historia Indonesia ini melakukan propaganda sejarah, membuka mata generasi muda akan pentingnya pemahaman terhadap sejarah bangsa.

Advertisement

spot_img