Rektor ITB Jadi Menristek

Rektor ITB ini merupakan calon menteri kedua yang datang ke Puri Cikeas.  Dia dipercaya menjabat Menristek (menteri riset dan teknologi). Dialognya dengan SBY (15/10/2004), banyak membicarakan masalah penelitian, infrastruktur, telekomunikasi dan tentang usaha meningkatkan mutu pendidikan Indonesia hingga mampu bersaing di tingkat regional.

Nasionalis Sentimentil Rindu Salatiga

Doktor sosiologi yang terlahir dengan nama Soe Hok Djin ini meninggalkan status sebagai dosen di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, Jawa Tengah, pasca kerusuhan Mei 1998. Kemudian bersama istri Leila Ch. Budiman bermukim dan mengajar di Universitas Melbourne, Australia. Dia agaknya belum mau menghentikan sedikitpun suara kritisnya. Sejak masih muda lelaki keturunan Tionghoa ini sudah berani mengkritisi kebijakan Presiden Soekarno bahkan turut turun ke jalanan berdemosntrasi bersama mahasiswa menumbangkan Orde Lama.

Politisi Golkar Jadi Menhukham

Master hukum dari Universitas Indonesia kelahiran Bone, 30 September 1952 ini pernah menjabat Menteri Hukum dan HAM, menggantikan Hamid Awaludin. Politisi Golkar yang sudah beberapa periode menjadi anggota DPR (sejak 1988 sampai 2007) itu sebelumnya berprofesi sebagai dosen di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Sukses dalam Tiga Keahlian

Tidak semua orang bisa sukses menguasai tiga bidang keahlian berbeda dalam waktu bersamaan. Kalaupun ada, pastilah dia sosok yang luar biasa. Begitupun dengan sosok yang satu ini, Alfonsus Budi Susanto yang akrab disapa AB Susanto. Pria kelahiran Yogyakarta, 5 September 1950 ini setidaknya menguasai tiga bidang keahlian sekaligus, ahli kesehatan, terutama diabetes, ahli manajemen dan ahli permata, khususnya berlian.

Anggota DPD dari Jabar

Anggota DPD asal Jawa Barat periode 2004-2009, ini seorang pengusaha berdarah ningrat dari Keraton Kasepuhan Cirebon. Pria kelahiran Cirebon, 05 September 1965, alumni D3 Universitas Islam Nusantara, ini aktif berorganisasi. Dia Ketua DPD KNPI Kota Cirebon (1998-2001); Dewan Pembina BPD HIPMI Jawa Barat (2002-2006); Ketua Dewan Pertimbangan BPC Gapensi Cirebon (2002-2006).

Pendiri PT Kalbe Farma Tbk

Pendiri dan Komisaris Utama PT Kalbe Farma Tbk, Boenjamin Setiawan yang akrab dipanggila Dr. Boen dedikasinya bagi kemajuan industri farmasi nasional tak diragukan lagi. Di tangan Boen, perusahaan sekelas garasi "disulap" menjadi grup farmasi terbesar di Tanah Air: PT Kalbe Farma Tbk. Warta Ekonomi menobatkannya menjadi salah seorang Tokoh Bisnis Paling Berpengaruh 2005.

Pelopori Etika Pemerintahan

Walikota Solok Drs H Syamsu Rahim memelopori penerapan dan pelaksanaan etika penyelenggaraan pemerintahan di Indonesia. Peraih penghargaan Adipura, Widyakrama dan Leadershippark Award 2007, itu berupaya membenahi etika aparaturnya untuk mengaselerasi pembangunan dan meningkatkan pelayanan publik di daerahnya.

Dirut PT Jasa Marga

Frans S. Sunito, Direktur Utama PT Jasa Marga, lahir 9 Mei 1949. Sebelumnya, lulusan S1 Teknik Sipil dari Institut Teknologi Bandung (1974), itu menjabat Direktur Pengembangan dan Niaga PT Jasa Marga (1998-2006), Direktur Teknik dan Pengembangan Usaha PT Wijaya Karya (1997-1998), Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha PT Wijaya Karya (1990-1992). Atas pengabdiannya, dia telah dianugerahi penghargaan Satyalancana Wirakarya didapat pada tahun 1997.
Ong Hok Ham

Sejarawan Besar Indonesia

Sejarawan besar Indonesia tanpa gelar profesor, Ong Hok Ham, meninggal dunia dalam usia 74 tahun, Kamis 30 Agustus 2007, di kediamannya Jalan Cakrawijaya IX Blok D No 11, Kompleks Diskum TNI Angkatan Darat, Cipinang Muara, Jakarta Timur. Sebelum meninggal Ong Hok Ham sempat memberi wasiat agar rumahnya dijadikan museum.

Wakil Bendahara PGI

Sejak 2000, Yupiter Gulo menjadi pengurus dan/atau komisi/kelompok kerja (sebagai anggota atau bendahara) di sejumlah yayasan gerejawi di lingkungan PGI, a.l. Yayasan Lembaga Perguruan Tinggi Theologia Jakarta, Yayasan BPK Gunung Mulia, Yayasan Kesehatan PGI Cikini Jakarta, Lembaga Alkitab Indonesia, Yayasan Oikoumene PGI Jakarta, dan lain-lain.

Terpopuler

Sang Perempuan Wali Kota

Dengan runut ia menguraikan cita-citanya membangun Tanjung Pinang sebagai kota yang maju, sekaligus sebagai salah satu pusat kebangkitan budaya Melayu di Nusantara. Dengan santun, ia menguraikan kerumitan persoalan, termasuk dinamika politik lokal, yang tahun-tahun terakhir ini bak gelombang pasang.
KH Noer Alie

KH Noer Alie

Ikuti Kami

27,502FansSuka
703PengikutMengikuti
Advertisement