Pahlawan Gigih dari Palembang

Raja Kerajaan Palembang yang anti campur tangan asing ini berulang kali memukul mundur pasukan Belanda dan Inggris. Karena perjuangannya melawan penjajah, ia hidup dalam pengasingan selama 31 tahun.
Arya Wedakarna

Dipuja dan Dibenci

President The Hindu Center of Indonesia ini mulai dikenal sebagai sosok yang kontroversial setelah memprotes sampul novel Dewi Lestari, sampul album Iwan Fals, dan...

Gubernur di Balik Pertempuran Surabaya

Selaku Gubernur Jawa Timur pada tahun 1945, ia menjadi tokoh penting di balik terjadinya pertempuran 10 November 1945 di Surabaya yang sangat heroik.
KH Noer Alie

Singa Karawang-Bekasi

Ulama, pendidik, pejuang, politisi dan negarawan ini memiliki peran penting dalam mempertahankan kedaulatan RI di kawasan Karawang-Bekasi sekitar tahun 1945-1950. Perjuangan Pahlawan Nasional yang...

Teguh Bersikap di Tengah Pusaran Politik

Pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, Kapolri ke-16 Jenderal Polisi (Purn) Drs. R. Suroyo Bimantoro mesti bertugas di tengah intrik politik dan instabilitas keamanan dalam negeri. Sikapnya yang tanpa kompromi membuat ia dianggap 'membangkang' oleh presiden. Ia juga mesti mengambil sikap arif tatkala berhadapan dengan dualisme kepemimpinan di Polri dan pusaran konflik politik antara presiden dan parlemen.

Pahlawan Nasional dari Maluku

Kapitan Pattimura yang bernama asli Thomas Matulessy, ini lahir di Negeri Haria, Saparua, Maluku tahun 1783. Perlawanannya terhadap penjajahan Belanda pada tahun 1817 sempat merebut benteng Belanda di Saparua selama tiga bulan setelah sebelumnya melumpuhkan semua tentara Belanda di benteng tersebut. Namun beliau akhirnya tertangkap. Pengadilan kolonial Belanda menjatuhkan hukuman gantung padanya. Eksekusi yang dilakukan pada tanggal 16 Desember 1817 akhirnya merenggut jiwanya.

Penggagas AKABRI

Tentara yang aktif dalam tiga zaman ini pernah menjadi Tentara Hindia Belanda (KNIL) pada masa pendudukan Belanda, anggota Pembela Tanah Air (Peta) pada masa pendudukan Jepang dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) setelah kemerdekaan Indonesia serta turut menumpas PKI pada tahun 1948. Ia juga menjadi penggagas terbentuknya Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI).

Presiden Pemerintah Darurat Republik Indonesia

Pejuang pada masa kemerdekaan Republik Indonesia ini merupakan orang kepercayaan Soekarno-Hatta. Ia pernah diberi mandat untuk membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), pernah memegang jabatan penting, seperti Gubernur Bank Indonesia, Menteri Keuangan, Menteri Kemakmuran, dan Wakil Perdana Menteri.

Koreografer Tari Legendaris

Keberaniannya mendobrak fanatisme kedaerahan lewat tarian kreasinya membuat namanya melegenda di dunia seni tari. Peraih penghargaan Bintang Budaya Parama Dharma 2011 ini mampu memadukan seni tari Minang dengan pencak silat, alunan biola, bahkan mengawinkannya dengan unsur tari dari daerah lain. Menurut pemahat, pelukis dan sastrawan ini, kesenian merupakan manifestasi pribadi.

Pangeran yang Ditakuti Belanda

Bapak pendiri dinasti Mangkunagaran ini meninggalkan istana pada usia 16 tahun karena tidak betah dengan keadaan keraton yang tidak berdaulat bahkan patgulipat dengan penjajah...

Terpopuler

Pengabdian Tanpa Batas

Setelah mengabdi sebagai dosen dan dokter selama hampir 30 tahun, dr. Mangantar Marpaung, MS, MMKes, lulusan Magister Ilmu Kedokteran Dasar, Pascasarjana UI, yang sejak 2004 menjabat Deputy Head of Division AMA (Wakil Direktur Medik) RS Siloam Lippo Karawaci, ini berobsesi memperluas pengabdian untuk ikut aktif dalam proses pengambilan keputusan di negeri ini, terutama dalam bidang kesehatan dan pendidikan, baik sebagai anggota legislatif maupun eksekutif. Baginya, pengabdian itu tanpa batas profesi, agama atau kelompok.

Ikuti Kami

27,472FansSuka
704PengikutMengikuti
Advertisement