Page 15 - Majalah Tokoh Indonesia Edisi 02

Basic HTML Version

15
Tokoh
Indonesia, Volume 02
amanya kini masih masuk dalam
nominasi calon presiden Pemilu
2004. Disebut-sebut bahwa ia
masih mendapat dukungan dari
para kyai sebagai satu-satunya calon
presiden dari PKB Kuningan, bahkan
juga PKB Batutulis. Dia sendiri
membenarkan hal ini dalam beberapa
kali pernyataannya. Walaupun dalam
setiap pernyataan itu, bagi orang yang
analisis politiknya jeli, dia selalu
memberi isyarat akan mencalonkan diri
jika para kyai meberi restu. Sebuah
isyarat bahwa sesunguhnya dia tidak
terlalu ambisi menjadi presiden.
Bahkan beberapa politisi dan
pengamat politik memperkirakan
(membaca isyarat) bahwa Gus Dur tidak
akan mencalonkan diri dan para kyai
juga tidak lagi akan memaksanya untuk
mencalonkan diri. Sehingga perannya
akan dioptimalkan sebagai salah
seorang ‘bapak bangsa’ yang berpotensi
menjadi
king maker
pentas politik
dalam Pemilu 2004, khususnya
pemilihan presiden.
Dengan tidak mencalonkan diri
sebagai presiden, dia sebagai ‘bapak
bangsa’ plus sebagai pemegang kendali
(paling berpengaruh) di PKB, akan
sangat berperan dalammempengaruhi
arus koalisi partai-partai dalam proses
pencalonan pasangan presiden dan
wakil presiden. Kiat-kiat politiknya yang
sering kali tak terduga, diperkirakan
akan sangat berpengaruh pada pentas
poltik penentuan koalisi partai-partai.
Kendati suaranya sering mengun-
dang kontroversi, tapi suara itu tak
jarang malah menjadi kemudi arus
perjalanan sosial, politik dan budaya ke
depan. Dia memang seorang yang tak
gentar menyatakan sesuatu yang
diyakininya benar. Bahkan dia juga tak
gentar menyatakan sesuatu yang
berbeda dengan pendapat banyak
orang. Jika diselisik, kebenaran itu
memang seringkali tampak radikal dan
mengundang kontroversi.
Kendati pendapatnya tidak selalu
benar -- untuk menyebut seringkali
tidak benar menurut pandangan pihak
lain -- adalah suatu hal yang sulit
dibantah bahwa banyak pendapatnya
yang mengarahkan arus perjalanan
bangsa pada rel yang benar sesuai
dengan tujuan bangsa dalam
Pembukaan UUD 1945.
Pendapatnya seringkali terlihat
tanpa interes politik pribadi atau
kelompoknya. Ia berani berdiri di depan
untuk kepentingan orang lain atau
golongan lain yang diyakninya benar.
K
H
Abdurrahman
Wahid
KONTROVERSI BAPAK BANGSA.
Dia akrab disapa Gus Dur, Sang Bapak Bangsa
yang sering melontarkan pendapat kontrover-
sial. Bahkan ketika menjabat Presiden RI ke-4
(20 Oktober 1999-24 Juli 2001), ia tak gentar
mengungkapkan sesuatu yang diyakininya
benar kendati banyak orang sulit memahami
dan bahkan menentangnya. Ketua Dewan
Suryo PKB Kuningan ini, diperkirakan bakal
menjadi King Maker Pemilihan Presiden
Pemilu 2004 nanti.
N
T O K O H U T A M A
K
H
.A
BDURRAHMAN
W
AHID
K
ING
M
AKER
P
ILPRES
2004