Page 32 - Majalah Tokoh Indonesia Edisi 02

Basic HTML Version

32
Tokoh
Indonesia, Volume 02
K
ehidupan
pribadi artis
kondang kelahir-
an Kentwood, Louisia-
na AS, 2 Desember
1981 ini selalu diamati
dengan cermat oleh
media dengan berita-
berita seperti pembe-
saran payudara, dan
percintaanya dengan
pria idaman asal Ing-
gris, Prince William.
Britney makin berki-
bar di dunia musik
dengan album berjudul
Oops!... I Did It Again
(2001). Dengan video
hit lagu sesuai judul
album itu, perjalanan
tur dan jutaan pengge-
mar, Britney telah
mencapai sebuah
prestasi yang jarang
diraih artis lain pada
usia 18 tahun.
Ia delapan kali me-
raih Platinum, album
Oops!...
I Dit It Again
menghasilkan lagu-lagu
nomor satu seper-ti
Lucky, Stronger
(di-
mana ia menari berpu-
tar ke sebuah kursi),
dan
Don’t Let Me Be
The Last To Know.
Tahun 2001 meru-
pakan tahun kejayaan-
nya bersama artis-artis
pop lainnya, dimana ia
memandu acara
American Music
Awards
bersama
LL.Cool J
, tampil di
Rock In Rio Festival
,
tampil bersama
Aerosmith, N Sync,
Nelly
dan
Mary J. Blige
di Su-per
Bowl;
kehadiran
suaranya
dalam CD
Pope’s Pra-
yer
, dan me-
nandatangani
kontrak juta-
an dolar de-
ngan Pepsi.
Misteri
perubahan
fisiknya
sampai kini
belum
terungkap.
Gosip yang
berkembang
adalah ia
tidak berpa-
caran de-
ngan Prince
William
melainkan
dengan
penyanyi
pop N Sync,
Justin
Timberlake.
Britney yang
memprokla-
mirkan akan
tetap
virgin
sebelum
menikah, ini
selalu tampil
atraktif, jauh
Gayanya trendy dan modis, tatapan matanya lembut,
senyumnya manis penuh misteri, seakan menjadi
hiasan khas artis serba bisa ini. Setelah dua tahun
lebih menghilang dari panggung musik Indonesia, ia
tiba-tiba muncul membawakan lagu “Kangen” dari
grup Dewa dan “Anggrek Bulan” ciptaan A. Riyanto
dalam album terbaru Chrisye, “Dekade”, yang
menghimpun lagu-lagu lama dari setiap dekade, sejak
1940-an hingga 2000. Keputusannya untuk kembali
menimba ilmu di Universitas Terbuka mengambil
jurusan Ilmu Pemerintahan, semakin menunjukkan
bahwa ia bukanlah seorang pribadi yang hanya
mengandalkan keindahan fisik semata.
Sophia Inggriani Latjuba lahir di Berlin Barat, 8
Agustus 1970. Dalam usianya yang sudah
berkepala 3, ia tetap terlihat cantik dan
menawan. Intelektualitasnya pun tidak bisa
dipandang sebelah mata. Sebagai seorang
penyanyi yang pernah membawakan lagu-lagu
bernuansa jazz, Sophie, demikan panggilan
akrabnya, pernah menjadi host Impressario 008,
Famous to Famous dan sempat mewawancarai
Maurice Gibb, personil group The Bee Gees yang
melakukan promo album terbaru mereka This is
Were I came In di Hongkong.
Sophie gemar membaca dan mengoleksi buku
yang temanya tergolong berat, seperti filsafat,
kebudayaan, biografi, hingga karya-karya sastra
bermutu, entah itu dalam edisi Bahasa Inggris
maupun Jerman. Kegemarannya membaca
diwarisi Sophie dari Anna Muller, mamanya
yang berdarah Jerman-Yugoslavia. Ia mengoleksi
tak kurang dari 200 judul buku. Sedangkan
sifat keras kepala dan mandiri diperoleh dari
ayahnya, Azzizurrahman Latjuba, seorang pria
berdarah Bugis-Jawa berumur 56 tahun yang
sempat terserang stroke tahun 2002 lalu.
Semenjak kecil hingga kelas 2 SD, Sophie lebih
banyak diurus oleh ayahnya. Waktu itu
ayahnya masih kuliah sehingga lebih banyak di
rumah sedangkan ibunya harus bekerja. Baru
setelah Sophie duduk di bangku kelas 2 SD,
ayahnya mulai bekerja dan ibunya sebagai ibu
rumah tangga. Sophie kecil juga senang
ditemani ayahnya bila hendak tidur.
Kebiasaannya ini kurang disukai oleh ibunya.
Seringkali, Sophie kecil memilih pindah ke
kamar orang tuanya dan tidur di antara mereka.
Baru pada dini hari, Sophie pindah ke
kamarnya sendiri. Kedekatannya semasa kecil
dengan sang ayah membuat Sophie sangat
S E L E B R I T I
SOPHIA LATJUBA
lebih sensual
dibandingkan Inul
Daratista, dengan go-
yang ngebornya yang
kontroversial.
U
e-ti
Britney
Spears
Lebih Sensual dari Inul
D
ESY
R
ATNASAR
I
EH, PINGIN CERAI LAGI
Pelantun Tenda Biru, Desy Ratnasari
bakal cerai lagi. Pernikahannya dengan
Sammy Hamzah yang belum genap dua
tahun sedang menghadapi cobaan.
Konon, mereka sudah pisah rumah.
Desy kembali tinggal di rumahnya di
kawasan Bintaro, Tangerang.
Sementara, Sammy dikabarkan kembali
ke rumahnya semasa lajang di Cibubur.
Menurut Desy, keputusan itu diambil
setelah melalui kesepakatan bersama.
Mereka mengambil keputusan secara
dewasa, bukan emosional atau tergesa-
gesa. Apa masalahnya? Secara implisit
Desy mengungkapkan, karena ada
ketidaksepahaman dalam urusan
rumahtangga. Pernikahan pertamanya
dengan Trena i Pramudya juga gugur
(2000) karena ketidakcocokan.
U
e-ti