Page 34 - Majalah Tokoh Indonesia Edisi 02

Basic HTML Version

34
Tokoh
Indonesia, Volume 02
E D I S I D E P A N V
OLUME
T
IGA
Tokoh
Indonesia
DotCom
TOKOH UTAMA
Drs. H. Sampurno, MBA
B
EKERJA MELEBIHI PANGGILAN TUGAS.
Seseorang yang
ingin maju, harus bekerja melebihi panggilan tugas, all out,
jasmani dan rohani. Ia pun menolak anggapan bahwa Pegawai
Negeri Sipil (PNS) itu kurang kerjaan. Masalahnya adalah inisyatif,
motivasi dan etos kerja. Penganut falsafah selalu memberikan
kebaikan kepada sesama, ini adalah satu dari sekian orang PNS
yang punya etos kerja
all out.
Etos kerja total, all out atau melebihi panggilan tugas, telah
tertanam dalam diri Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan
(Badan POM) ini semenjak anak-anak, terutama sejak harus secara
mandiri menyelesaikan SMA dan
kuliah di Fakultas Farmasi UGM. Pria
kelahiran desa Nganjuk, Jawa Timur,
31 Desember 1950 ini berasal dari
keluarga miskin. Ayahnya hanya
seorang guru ‘ngaji dan petani dengan
penghasilan yang tidak menentu. Ia
anak pertama dari 5 bersaudara yang
kesemuanya laki-laki. Namun, berkat
kesungguhan, kerja keras dan keman-
dirian, serta doa orang tuanya, semua
mereka dapat lulus dari UGM dan IPB.
Ia juga berbicara mengenai Fungsi
dan Etos Kerja Badan POM.
Bagaimana sistem pengawasan itu
dilakukan? Apa penilaian WHO
terhadap kinerja Badan POM Republik
Indonesia yang dipimpinnya itu?
Bagaimana badan ini membuka
interaksi aktif, pengaduan, dari
masyarakat luas? Tak ketinggalan
pandangannya tentang situasi bangsa
saat ini.
Awas Jamu Kimia,
Obat Palsu dan Ilegal
Obat dan makanan adalah
racun bila penggunaannya
tidak sesuai aturan dan
takaran yang tepat. Sangat
berbahaya jika sembarangan
mengonsumsi obat. Nyawa
bisa menjadi taruhannya.
Apalagi jika yang dikonsumsi
itu jamu mengandung kimia,
obat palsu dan ilegal atau obat
dan makanan mengandung zat
berbahaya dan melampaui
dosis.
e-ti.com
tokohindonesia.com
tokohnasional.com
TOKOH PILIHAN
Dr.Charles Saerang
G
ENERASI
K
ETIGA
N
YONYA
M
ENEER
.
Di
tangan generasi ini, perusahaan jamu yang
didirikan Nyonya Meneer tahun 1919 di
Semarang ini makin berkembang. Berbagai
tantangan dan konflik keluarga muncul,
tapi dapat diatasi. Mutu dan khasiat
jamunya makin terjamin. Pengolahannya
tidak lagi tradisional tapi sudah modern
dengan sentuhan teknologi canggih yang
didukung tenaga ahli dan profesional.
Sejak tahun 1991, sudah ditangani
generasi ketiga di bawah kendali DR.
Charles Saerang. Awalnya, memiliki 250
orang tenaga kerja. Kini, menjadi 3000
orang. Produknya dari 120 jenis mening-
kat menjadi 254 jenis. Tidak lagi hanya
bentuk bubuk, tapi juga kapsul dan tablet.
Produksi dalam bentuk bubuk 200 ton dan
kapsul 4 ton per bulan.
Inul Daratista
G
OYANG
N
GEBOR
, D
INISTA
DAN
D
IBELA
, D
ANGDUT
M
AKIN
M
ENGORBIT
, E
H
,
S
ENIOR
A
DA
YANG
G
ERAH
.
In sia,
lu
D E P T H N E W S