Membaca pengalaman yang tidak bisa dirapikan dengan cara biasa
Tulisan ini tidak mencoba menyelesaikan pengalaman yang tidak pernah selesai. Ia memperlihatkan bagaimana rasa, makna, dan iman bekerja dalam ritme yang tidak serentak.
Yang dibaca bukan akhir yang rapi, melainkan kemampuan untuk tetap utuh ketika rasa hadir lebih dulu, makna datang belakangan, dan iman menjaga proses itu tanpa harus selalu terlihat.