The Journalistic Biography

✧ Orbit      

BerandaSistem SunyiSinggah di Tengah Cahaya
jejak-musik

Singgah di Tengah Cahaya

Jejak Sunyi dalam Musik. Fragmen Sistem Sunyi #09

Tulisan ini bagian dari sistem kesadaran reflektif RielNiro 📷Sistem Sunyi

✧ Orbit      

Litani Sunyi
Lama Membaca: < 1 menit

Tidak semua perjalanan meminta tujuan. Sebagian hanya membutuhkan tempat singgah, sebentar saja, sebelum langkah dilanjutkan kembali.

Lagu ini lahir dari momen seperti itu. Bukan tentang datang, bukan pula tentang pergi, melainkan tentang berhenti sejenak di tengah terang yang tidak memanggil.

Di ruang yang tidak meminta siapa pun untuk tinggal, seseorang duduk, melihat malam lewat, dan menyadari bahwa ritme hidupnya telah berubah tanpa banyak kata.

Singgah di Tengah Cahaya

@rielniro

Verse 1
Aku duduk di ujung malam
Lampu-lampu menggantung pelan
Orang datang lalu menghilang
Dan halaman tetap tenang

Langkahku berhenti sebentar
Suara gelas bertemu meja
Udara hangat lewat pelan
Lalu hilang di antara obrolan

Chorus
Aku singgah di tengah cahaya
Tanpa ingin membawa apa-apa
Malam lewat di depan mata
Seperti tak membutuhkan siapa-siapa

Verse 2
Suara pintu terbuka sebentar
Langkah kaki turun tangga
Tawa kecil lewat sesaat
Lalu halaman kembali tenang

Tak semua tempat harus tinggal
Beberapa cukup untuk berhenti
Kursi di bawah lampu ini
Menjadi tempat malam lewat sebentar

Bridge
Dulu aku sering terburu
Takut kehilangan sesuatu
Sekarang aku belajar duduk
Dan membiarkan malam berlalu

Chorus
Aku singgah di tengah cahaya
Cukup hadir beberapa waktu
Sebelum langkah pelan kembali bergerak
Tanpa perlu tergesa

Outro
Saat aku bangun dari kursi ini
Lampu masih menyala tenang
Dan malam tinggal seperti tadi

 


 

Ada tempat yang tidak perlu dikenang, karena fungsinya memang hanya untuk disinggahi.

Ia tidak meninggalkan bekas yang besar, namun cukup memberi jeda agar langkah berikutnya terasa lebih ringan.

Di sanalah lagu ini memilih tinggal. Sebagai pengingat bahwa tidak semua cahaya perlu diikuti, sebagian cukup diterima, lalu ditinggalkan dengan tenang.

Part of Sistem Sunyi.

Tulisan ini termasuk dalam Jejak Sunyi dalam Musik: ruang di mana karya musik diperlakukan sebagai fragmen kesadaran dalam ekosistem Sistem Sunyi.

Lagu dalam seri ini tidak berfungsi sebagai ilustrasi konsep atau media ekspresi emosional, melainkan sebagai artefak yang menyimpan jejak pengalaman batin yang telah ditata dan disadari.

Fragmen ini merupakan bagian dari arsip Sistem Sunyi dan ditempatkan sebagai penanda perjalanan kesadaran lintas medium.

Pengutipan sebagian atau keseluruhan isi diperkenankan dengan mencantumkan sumber: RielNiro – TokohIndonesia.com

Lorong Kata adalah ruang refleksi di TokohIndonesia.com tempat gagasan dan kesadaran saling menyeberang. Dari isu publik hingga perjalanan batin, dari hiruk opini hingga keheningan Sistem Sunyi — di sini kata mencari keseimbangannya sendiri.

Berpijak pada semangat merdeka roh, merdeka pikir, dan merdeka ilmu, setiap tulisan di Lorong Kata mengajak pembaca menatap lebih dalam, berjalan lebih pelan, dan mendengar yang tak lagi terdengar.

Atur Lorielcide berjalan di antara kata dan keheningan.

Ia menulis untuk menjaga gerak batin tetap terhubung dengan pusatnya.

Melalui Sistem Sunyi, ia mencoba memetakan cara pulang tanpa tergesa.

Lorong Kata adalah tempat ia belajar mendengar yang tak terlihat.

 

Kuis Kepribadian Presiden RI
🔥 Teratas: Habibie (23.8%), Jokowi (17.5%), Gusdur (17.1%), Megawati (12.1%), Soeharto (10%)

Ramai Dibaca

Terbaru