Page 48 - Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42
P. 48
48 S TokohINDONESIA.COM S Megawati SoekarnoputriSTOKOH.IDberlangsung, demonstrasi simpatisan PDI-P itu berhenti. Mengejutkan para lawan politiknya. Sayangkeputusan merestui Sutiyoso iniharus dibayar mahal, sebab Sutiyosotak tampak keberpihakannya kepada wong cilik, basis massa PDI-P.Namun dari kasus ini, sebagai seorang pemimpin, Megawati telahmenampakkan sosoknya yang kuatdengan kepribadiannya sendiri.Dengan intensitas kontroversiyang hampir sama, adalah desakanpublik agar dia mengganti JaksaAgung. Namun, dia seperti tidakterpengaruh dengan masih mempertahankannya. Jika ingin mengambil tindakan populis saja, seorangpemimpin sudah akan menggantiJaksa Agung itu. Namun, tampaknya Megawati melihat bahwa saatitu Jaksa Agung bukan satu-satunyatitik lemah penegakan hukum dinegeri ini. Menurutnya, banyakkasus korupsi yang telah dilimpahkan kejaksaan ke pengadilan, ternyata di pengadilan divonis bebas.Bukti lain kepemimpinnya yangberkarakter kuat adalah kerelaannya menerima keputusan politik SUMPR 2001 yang memenangkan KHAbdurrahman Wahid sebagai presiden dan keikhlasannyamenerima jabatan WakilPresiden, kendati PDIPsebagai pemenang Pemilu. Hanya saja duet ‘bersaudara’ ini tak bertahanlama akibat keteledoranGus Dur yang tampakterlalu meremehkannya.Bukan saja Gus Duryang pernah terkesanmeremehkan kemampuan kepemimpinanMegawati. Beberapapolitisi dan pengamat jugaseringkali menganggapnya lemah dan tak punyavisi. Padahal jika dicermati secara jujur, diaseorang pemimpin yangkuat, yang berani mengatakan ya atau tidak padawaktunya. Visioner,konsisten dan tidakmencla-mencle.Hanya saja, sifat pendiamnya, yang selain merupakan kekuatan jugamenjadi kelemahan.Karena dikesankan seolah-olah kurang berkomu- Presiden Megawati Soekarnoputri bersama Nelson Mandela:: detik.com

