Page 51 - Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42
P. 51
NEGARAWAN, QUEEN MAKER SMegawati Soekarnoputri STokohINDONESIA.COM S 51“Saya kok tidak yakin ada ketuaumum partai yang malah menyodorkan nama orang lain sebagaicalon presiden – sekalipun partai itumengaku paling demokratis ataureformis sekalipun,” tulis Ari Junaedi (wartawan yang sudah lamadekat dengan Megawati) dalambuku Megawati dalam CatatanWartawan Menangis dan TertawaBersama Rakyat.1Pendapat Ari Junaedi ini cukupmenggambarkan pendapat kebanyakan orang (kelaziman). Apalagipara politisi, terutama politisi yangmasih cenderung pragmatis dantransaksional. Tapi, Megawatimelakukan suatu hal yang yang sulit(mustahil) dilakukan orang lain(pimpinan partai lain). Hal itu hanyamungkin dilakukan oleh pimpinanpartai yang sudah mencapai levelterhebat sebagai negarawan.Sejarah akan mencatat, Megawatil-ah pimpinan partai politik (pemenang pemilu) pertama di negeri iniyang dengan kenegarawannyamenyerahkan mandat dan peluangkepada orang lain (kader terbaiknya) untuk menjadi Presiden.Mengapa Megawati percaya mePSang Negarawan,THE GREAT QUEEN MAKERKiprah politik Megawati Soekarnoputri telah membuktikan dirinya sebagainegarawan. Kenegarawanannya makin bercahaya terang benderang saat denganlegowo menempatkan dirinya sebagai Queen Maker dalam pentas politik nasional,terutama dalam Pilpres 2014.ada Pileg 2014, PDI Perjuangan, yang dipimpin Megawati,dipercaya rakyat menjadipemenang, meski tidak denganperolehan suara dominan. Sebagaimana lazimnya di negeri ini dan dibanyak negara, pemimpin partaipemenanglah yang sepantasnyamenjadi kepala pemerintahan dankepala negara (Capres, Presidenatau Perdana Menteri).Maka dalam Pilpres 2014, yangdiselenggarakan seusai Pileg, sepatutnyalah Megawati Soekarnoputridiusung partai yang dipimpinnyamenjadi Capres. Apalagi dia sendiritelah diberi mandat oleh KongresPartai-nya untuk menetapkan siapaCapres pada Pilpres 2014. Tapitidak demikian adanya. Megawatijustru memberikannya kepadakader terbaiknya, Ir. Joko Widodo,yang populer dengan panggilanJokowi. Si Kerempeng (DNA Marhaen) dari Solo. Seorang kader (petugas partai ideologis) yang dari segipengalaman masih terbilang ‘baukencur’ dalam pentas politik nasional. Dia memang Walikota fenomenal di Solo dan gemilang memimpinDKI Jakarta kendati baru masihhampir dua tahun.Mengapa Megawati mau menyerahkan peluang itu kepada Jokowi?1 Kristin Samah (Editor), Megawati dalam Catatan WartawanMenangis dan Tertawa Bersama Rakyat, Penerbit GramediaPustaka Utama, 2015, hlm.97.

