Page 55 - Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42
P. 55
NEGARAWAN, QUEEN MAKER SMegawati Soekarnoputri STokohINDONESIA.COM S 55kehendak rakyat dalam memutuskan siapa yang diusung pada Pilpres2014. Kemudian, Megawati mintasaya mendampingi Jokowi, padahalsaya berbeda partai. Apa kurangnyakenegarawanan Megawati? Ini luarbiasa. Enggak ada yang seperti itukecuali Ibu Mega,” kata Jusuf Kallakepada TokohIndonesia.com, Senin(19/5/2014).Presiden Negarawan Center,Johan O Silalahi mengatakan sikapnegarawan Megawati yang memberikan tongkat estafet kepemimpinan kepada tokoh muda Jokowiakan dicatat dalam tinta emassejarah Indonesia.5Mantan Ketua MPR dari PDIPSidarto Danusubroto juga memujikebesaran hati Megawati. Megawatidisebutnya sebagai negarawan sejatiyang telah membuat keputusansejarah yang bijak untuk bangsa dannegara, dengan memberikan mandat kepada Joko Widodo sebagaiCapres 2014-2019. Sidarto berharap Jokowi tetap bersikap konsistendengan apa yang sudah ditunjukkanselama ini yakni jujur, sederhana,rendah hati, dan merakyat.6Jalan Politik NegarawanSesungguhnya, Megawati sejakawal memilih jalan politik sebagaimedan perjuangannya, telah diasahajaran Bung Karno, ayahandanyasendiri, untuk menjadi negarawan.Berulangkali Megawati mengatakanpartai bukanlah perusahaan, tapialat perjuangan, demi bangsa dannegara.Sekadar contoh, TokohIndonesia.com mencatat beberapa sikap dantindak politik Megawati yang membuktikan dirinya negarawan.Pertama, kendati sedemikiankejam tekanan politik penguasaOrde Baru (Presiden Soeharto),yang diterima ayahhandanya (BungKarno) dan keluarganya terutamadirinya sendiri (sampai-sampai diatidak bisa melanjutkan studi danjenazah suami pertamanya pun takdiketahui rimbanya), Megawatisama sekali tidak pernah menghujatPak Harto apalagi balas dendam.“Jangan ada dendam atau salingbalas seperti di film kungfu” kataMegawati.7“Saya tidak setuju dengan sikapPak Harto memperlakukan keluargasaya, bapak saya, karena ada suatuperlakuan terhormat yang seharusnya diberikan, apapun juga, kepadaseorang presiden. Karena dia adalahpemimpin bangsa,” kata Megawati.Namun, Megawati tidak menghendaki terjadi siklus kebencian danbalas dendam. Dia lebih mementingkan masa depan, menatap danmenapaki perjalanan bangsa denganmeletakkan fondasi dasar pembangunan yakni “nation and character building” yang diwariskan BungKarno. “Kita harus konsisten dalamberjuang. Politik itu tidak kotor.Bukan politik yang kotor, tapi orangnya yang kotor,” tutur Megawati.Sikap politik tanpa dendam inibukan tanpa kosekuensi. Sebabsikap politik tersebut disalahmengerti oleh berbagai pihak, termasuk para pencinta ajaran BungKarno.Kedua, kendati dia (PDI dan PDIPerjuangan) mengalami tekananpolitik yang berpuncak pada terjadi- 5 Presiden Negarawan Center, Johan O Silalahi, kepada persJumat (14/3/2014).6 Ketua MPR dari PDIP Sidarto Danusubroto dalam siaranpers, Senin (14/3/2014)7 Megawati Soekarnopuytri ketika menjadi narasumber diacara talkshow Kick Andy, MetroTv, 20 dan 28 Desember2008.

