Page 20 - Majalah Berita Indonesia Edisi 27
P. 20
20 BERITAINDONESIA, 21 Desember 2006Palestina, atau Libanon.“Ini bukan semata-mata membantukami dan orang lain, tetapi memangbegitu cara dalam menyelesaikan masalahdunia seperti yang seharusnya dilakukannegara-negara besar, seperti Indonesia,”kata Pascoe (22/11).Pascoe mestinya masih ingat bahwa ASmengabaikan protes dunia, negara-negaraanggota DK-PBB, dan melangkahi PBBketika memutuskan untuk menggelarinvasi militer di Irak, Maret 2003. Sekarang konflik tersebut sudah memasukikawasan yang tidak bertepi, menewaskanlebih kurang 101 penduduk sipil Iraksetiap harinya.Gagasan tiga solusi SBY, dinilai Pascoesebagai bentuk keseriusan dan komitmennyata Indonesia untuk mengambil peranlebih besar dalam komunitas internasional, apalagi Indonesia menjadi anggotatidak tetap DK-PBB. Kata Pascoe: “Inikesempatan tepat bagi Indonesia yangmenyatakan ingin ikut berperan danmenjadi pemain yang serius. Kami yakinIndonesia bisa memainkan peran yangkuat dan positif.”Gagasan SBY tersebut dinilai sejalandengan upaya AS yang sejak dua tahunterakhir, berusaha keras mencari dukungan dari sebanyak mungkin negarauntuk membantu menangani krisis diIrak.Bush, untuk pertama kalinya mengakui“kemungkinan adanya kesamaan” antaragejolak yang terjadi di Irak dan selamaperang Vietnam. Tetapi Bush bersikerastak akan meninjau kembali kebijakan diIrak meskipun korban tewas di pihak ASsemakin bertambah. Pengakuan Bushmuncul dalam wawancara dengan ABCNews (18/10). Stasiun televisi AS itumengkorfirmasi pernyataan kolumnisharian The New York Times, Tom Friedman. Kondisi gejolak kekerasan yang kiniterjadi di Irak, tulis Friedman, sama persisdengan situasi di Vietnam tahun 1968,momen yang dianggap sebagai titik balikinvasi militer AS di Vietnam. Peperanganberpuluh tahun di Vietnam telah menewaskan 56.000 tentara AS.“Dia bisa jadi benar. Gejolak kekerasanjelas meningkat,” kata Bush. MenurutBush kelompok perlawanan tengah berusaha memperparah situasi kekacauandan kerusakan. Apalagi Al Qaeda masihsangat aktif beroperasi di Irak. Merekajelas sangat berbahaya dan mematikan,ingin memperluas perang antara Sunnidan Syiah. Bersamaan dengan keluarnyapernyataan Bush. Menurut catatan Pentagon, sejak 2003 sampai 2006, sudah3.000 tentara AS tewas dan 9.500 terluka.Namun Bush dan para penguasa militerBERITA UTAMAAS, bersikeras untuk tidak meninjaukembali kebijakan dan strategi perangmereka di Irak.Hizbut Tahrir Indonesia di dalam siaranpersnya (25/11) mengemukakan, pemerintah boleh saja berbusa-busa mengatakan bahwa Bush datang dengan agendasoft power, seperti pendidikan, kesehatan,sains dan teknologi. Namun hal inibertolak belakang dengan dengan pernyataan Steve Hadley, Penasihat Keamanan AS, yang juga ikut di dalamkunjungan Bush.Sebelum keberangkatan resmi Bush keAsia, termasuk Indonesia, seperti dilaporkan di dalam situs resmi Gedung Putih,www.whitehouse.gov (9/10), bahwakunjungan tersebut akan digunakan olehBush untuk memajukan kepentinganrakyat Amerika. Dalam kamus Hadley,kepentingan yang dimaksud, mencegahtantangan yang dihadapi AS—terorisme—dan menjamin bagaimana pebisnis ASbisa meraih keuntungan di kawasan AsiaTenggara.Pemerintah juga boleh berulang-ulangmengucapkan terima kasih atas bantuanyang ditawarkan Bush. Namun, semua orang tahu bahwa setiap bantuan asing tentumemiliki motif politik. “Tidak ada makansiang gratis dalam sistem kapitalis,” demikian HTI. SH, (DARI BERBAGAI SUMBER)foto: presidensby.infoBERTEMU SEMBILAN TOKOH: Hasil pembicaraan akan dilanjuti tim teknis.

