Page 19 - Majalah Berita Indonesia Edisi 27
P. 19
BERITAINDONESIA, 21 Desember 2006 19BERITA UTAMAreka sangat double standard. KataSyaykh, jadi yang double standard didunia ini dapat terjadi di mana-mana, walau biasanya alamat itu ditujukan kepadaAS.Namun Syaykh tidak terlalu berharapterjadinya perubahan sikap dan pandangan dari Presiden Bush (masalah Timur Tengah) yang telah memporakporandakan tatanan kehidupan kemanusiaan, sebab yang bisa mengubah sikapitu adalah dirinya sendiri dan sikappolitiknya sendiri. Kata Syaykh, tekanandemi tekanan yang dilancarkan umatmanusia sejagad, termasuk Sri Paus,terhadap presiden Bush belum dapatmengubah sikapnya. Karena itu, Syaykhmengajak bangsa ini memandang berbagai persoalan Timur Tengah yangberkaitan dengan AS tidak hanya tertumpu pada seorang Presiden Bush yangsedang berkuasa. “Kita dapat memperhatikan angin perubahan yang sedangterjadi di AS. Berbagai hal dapat berubahdan tentunya berdampak pada kebijakanAS di Timur Tengah.Sebagai pelaku didik, Syaykh sangatmenghormati atas kesempatan yangdiluangkan Bush untuk bertatap mukadan bercakap-cakap dengan siswa-siswasekolah dasar di Bogor. “Andainya itubasa-basi, saya tetap hormat, sebab didunia ini penuh basa-basi. Namun hanyapersonalitas yang terhormat sajalah yangdapat melakukan basa-basi yang penuharti dan bergengsi,” kata Syaykh.Duta Besar AS untuk Indonesia, LynnPascoe, sepaham dengan SBY bahwakrisis politik dan segala kekacauan yangsekarang terjadi di Irak juga masalahdunia, bukan hanya masalah pemerintahnya. Karena itu, kata Pascoe, ASmenilai komunitas internasional harusterlibat aktif menangani konflik Irak dankawasan Timteng lain, seperti di Israel,foto-foto: presidensby.infoENAM MILIAR RUPIAH: Dana penyambutan Bush terlalu berlebihan.

