Page 64 - Majalah Berita Indonesia Edisi 39
P. 64
64 BERITAINDONESIA, 07 Juni 2007BERITA PUBLIKMenuju KA Andal dan TerintegrasiPrioritas programpemerintah dalammembenahiangkutan massalkereta api,langkah strategisdalammenghadapitantangankekinian.entu ini kabar baikbagi pengguna jasakereta api (KA).Namun merupakantantangan bagi komunitas KAuntuk mengembalikan masakejayaannya di tahun 1997, dimana moda angkutan KAmenjadi primadona angkutanmassal. Ini menjadi komitmenMenteri Perhubungan JusmanSyafii Djamal yang baru dilantik (9/5).Menhub Jusman mengatakan bahwa dia akan memberikan prioritas dan arah bagiperbaikan sistem transportasinasional yang carut-marut.Targetnya untuk menekanangka kecelakaan, baik padamoda angkutan darat, laut,maupun udara.Dari berbagai prioritas kebijakan, pengganti Hatta Radjasa ini akan fokus pada pembenahan sistem angkutan KA.Alasannya, moda transportasikereta api menyangkut hajathidup orang banyak. “Standaroperasi moda kereta api akanditingkatkan,” kata Jusmankepada Samsuri dari BeritaIndonesia, di DepartemenPerhubungan.Setiap tahun, tuturnya, KAmengangkut lebih dari 90 jutapenumpang. Menurutnya, landasan dan struktur operasitransportasi nasional sudahdibangun Hatta Radjasa danini akan dilanjutkan.Jusman menjelaskan bahwatugas pertamanya adalah melihat road map transportasiyang ada di Dephub. Setelahitu, akan ditentukan prioritasutama untuk dikembangkan.Sasarannya adalah menujuzero accident. Sebagai contoh,moda KA harus dipikirkanbagaimana caranya agar tidaksering terjadi kecelakaan.Sampai saat ini, lanjut Jusman, belum ada langkah-langkah signifikan yang dilaksanakan untuk pembenahan sektorperkeretaapian Indonesia.Sementara regulasi baru (UUPerkeretaapian) sudah disahkan bulan lalu. Untuk itu,tugas utamanya adalah sesegera mungkin melakukanlangkah dan tindakan continuity and change.Namun mantan orang pertama di PT Dirgantara itumengharapkan pengguna jasatransportasi ke depan tidakharap-harap cemas. Yang perlu dibangun, katanya, kepercayaan publik terhadap transportasi nasional.Oleh karena itu, pemerintahharus selalu bertindak cepat,mengantisipasi berbagai kemungkinan lewat pendekatanantisipatif.Komitmen Menhub yangmemberikan prioritas kebijakan bagi pengembangan perkeretaapian Indonesia diaminioleh Soemino Eko Saputro,Dirjen Perkeretaapian, denganmengatakan, “Kita harus mendukung dan mengamankankebijakan Pak Menteri.”Soemino mengatakan, KAmerupakan angkutan massal—baik barang maupun penumpang—yang andal, aman, cepat, murah, diharapkan menjadi tulang punggung angkutan darat. Ke depan, tambahSoemino, dapat diciptakansuatu keterpaduan pada transportasi inter-moda. Untuk itukami sangat mendukung modatransportasi yang terintegrasi.Misalnya, terintegrasinya jalurganda Tanah Abang-Serpongdengan moda transportasi laindalam koridor Jabodetabek.Sebagaimana diketahui, jalur ganda (double track) Tanah Abang-Serpong merupakan yang pertama di Indonesia yang menggunakan sistemelektronik, termasuk persinyalan elektronik, di antaranya produk LEN. Penggunaansistem elektronik juga akan dikembangkan di tempat lain.Kata Soemino, tentu disesuaikan dengan situasi dan kondisi.Secara terpisah, Edi Susilo,dari Satuan Kerja Lintas JawaTengah mengatakan, penggunaan sistem persinyalanelektronik produk LEN di stasiun Gundi, sebagai antisipasiterhadap kemungkinan semakin tingginya frekuensi perjalanan KA. Dia menilai alatcanggih produk nasional tersebut tidak kalah dibandingkan dengan produk luar negeri. Di mana Stasiun Gundidilalui tiga jalur KA, dengantujuan Semarang-Gundi-Solodan sebaliknya atau SoloGundi-Gambringan.“Tahun 2008 diharapkanjalur Smg-Gundi-Solo selesai,sementara itu melalui anggaran 2007 tahap rehabilitasiprasarana rel (R34-R38 diganti R42), termasuk penggantian bantalan rel rusak,diharapkan dapat meningkatkan kapasitas angkut dan frekuensi kecepatan KA Smg-Solo(PP) lebih baik lagi. Demikianjuga KA Kaligung, Tegal-SeTMenhub: Standar moda operasi KA akan ditingkatkan. foto: dok. dephub

