Page 59 - Majalah Berita Indonesia Edisi 39
P. 59


                                    BERITAINDONESIA, 07 Juni 2007 59BERITA KESEHATANObat RakyatSeribu PerakMenuntut Aturan AdilNegara-negara asal virus flu burung harusmendapat akses lebih baik pada vaksin,demikian kesimpulan pendapat Menkes SitiFadillah Supari baru-baru ini.Indonesia tetap menghentikan pengiriman sampel virus H5N1 strain Indonesia sampai WHO danPBB mengakui peraturan baru yang lebih adil baginegara-negara asal virus apapun juga.Negara-negara asal virus kebanyakan negaraberkembang dan miskin. Menurut MenteriKesehatan Siti Fadilah Supari, pengembangbiakan virus hanya boleh dilakukan berdasarkanizin dari negara asal virus. Negara maju tidakdibenarkan mengambil sampel virus dan membuat vaksin, kemudian menjualnya ke negaranegara miskin terutama negara asal virus.Menurut Menkes, sebanyak 35 NGO internasional mendukung posisi Indonesia, yangmemiliki posisi tawar sebagai negara asal virusH5N1 kled terakhir. Jika WHOakan membuat vaksin, mereka harus memenuhi syaratsyarat keadilan dan kemanusiaan.Di sisi lain, pemerintah Indonesia juga sudah bekerjasama dengan perusahaanBaxter untuk membuat vaksin.Namun ditegaskan Menkes,kerja sama itu tidak ada hubungannya dengan penyetopan sharing virus H5N1 dengan WHO.Pemerintah dan Baxter sudah menyiapkan duajuta tube vaksin untuk kebutuhan Indonesia. Saatini pembuatannya masih di luar negeri, namunsetelah itu akan dibuat di Indonesia, bekerja samadengan Biofarma Indonesia. Meski sebagai negaratertular, Indonesia akan menjadi pusat risetpenyakit menular, khususnya flu burung.Jumlah kasus flu burung terakhir di Indonesiaadalah 95 orang terinfeksi, dan 75 diantaranyameninggal dunia. Tingkat kematiannya mencapai78,95 persen. Dan hingga saat ini, Riau telahmenjadi provinsi ke-11 yang warganya terjangkitflu burung. „ RHKhasiat, keamanan dan mutunya tetapterjamin. Harganya pun seragam.ak perlu risau lagidengan harga obatyang semakin mahal,sebab pemerintahmengeluarkan obat generik seharga seribu rupiah. Obat generik itu diluncurkan MenteriKesehatan Siti Fadilah Supari,Selasa (8/5) lalu.Saat ini ada 10 jenis obatyang siap dipasarkan. Merekyang dipasarkan adalah gejalapenyakit yang hendak disembuhkan ditambah kata Indodidepannya. Obat-obat itudiproduksi oleh PT IndofarmaTbk. Antara lain Indo obatbatuk dan flu, obat batuk cair,obat batuk berdahak, obatsakit kepala, obat flu, obatpenurun panas anak, obatpenurun panas, obat asma,obat maag, dan obat tambahdarah.Obat-obat itu bersifat simtomatik, yaitu mengatasi gejalapenyakit. Karena itu, wargabisa membelinya tidak hanyadi apotik, melainkan juga diwarung dan toko obat, karenamemang dijual bebas. Penyebarannya diharapkan sampaike seluruh Indonesia dan akandikonsumsi sekitar 75 jutapenduduk Indonesia.Harga obat itu seragam untuk seluruh Indonesia dansudah diperhitungkan biayadistribusi, keuntungan untukdistributor, maupun pengecerserta pajak pertambahan nilai.Meskipun harganya murah,kualitas obat ini dijamin karena melalui cara pembuatanobat yang baik (CPOB). Sampai akhir tahun, dijamin harganya tetap Rp 1.000 per paket. Selanjutnya akan dievaluasi dan disesuaikan denganinflasi.Tahun depan, PT Indofarmaakan meluncurkan obat asamurat, obat diare, obat darahtinggi dan sebagainya.Sebagaimana ditegaskanMenteri Kesehatan, obat bukan semata-mata komoditasekonomi, tapi juga komoditassosial. Karena itu, obat harusdiperlakukan sebagai saranapelayanan kesehatan, aspekekonomi dan teknologi harusselaras dengan aspek sosialdan kesehatan. Dalam hal inipemerintah bertanggungjawab atas ketersediaan, keterjangkauan dan pemerataanobat esensial.Jumlah dan jenis obat yangdiperlukan masyarakat tersediasesuai kebutuhan dan polapenyakit serta harga obat terjangkau oleh masyarakat, terutama yang tidak mampu. „ RHTPengembangbiakan virus harus dilakukan seizin negara asal virusObat bukan semata-mata komoditas ekonomifoto: repro kompas
                                
   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63