Page 60 - Majalah Berita Indonesia Edisi 39
P. 60


                                    60 BERITAINDONESIA, 07 Juni 2007BERITA LINGKUNGANBunga KarangSetelah GoyangSkala kerusakan terumbu karang di Indonesia terus meningkat. Kondisi di perairanSimeuleu semakin parah pasca gempa.empa dahsyatmenghancurkanbiota laut di PulauSimeuleu. Terumbu karangnya tinggal satupersen. Para nelayan yangtinggal di sekitar perairan pulau itu kini amat sulit mendapatkan ikan. Terumbu karangyang merupakan habitat ikanikan itu tak lagi menawarkanperlindungan alami. Menyembul ke permukaan dan mengering. Sungguh naas.Hancurnya terumbu karangdi Simeuleu, 150 kilometerdari Labuhan Haji di PantaiBarat Aceh, ramai diberitakansejumlah media internasionalbulan April lalu. Hal itu dipicupengumuman hasil survei TheWildlife Conservation SocietyIndonesia Program (WCS-IP)dan Australian ResearchCouncil Center of Excellencefor Coral Reef Studies tentangSimeuleu dan Kepulauan Banyak.Hasil survei kedua tim itumencatat skala kerusakan terumbu karang di wilayah ituluar biasa. Sebagian dari 306kilometer pantai Simeuleunongol ke permukaan air laut.Pada sejumlah titik, terumbukarang bisa terlihat dari jarakhanya beberapa meter di pinggir pantai sampai 500 meter kearah laut.Kondisi terumbu karang diPulau Banyak juga mengkhawatirkan. Namun di tempatini, kerusakan bukan karenagempa, melainkan akibat bintang laut bulu seribu (Acanthaster planci).Menurut Tasrif Kartawijaya,peneliti dari Wildlife Conservation Society, seperti dilaporkan Tempo, 7-13 Mei 2007, inimerupakan kasus besar pertama di Indonesia. Sebelumnya, predator karang ini pernah merusak terumbu karangdi Australia.Namun tim peneliti jugamenemukan bukti bahwa sebelum bencana gempa dantsunami, sebagian terumbukarang di Simeuleu telah rusak akibat pengeboman ikan.Patahan bekas bom air masihterlihat. Belakangan, sekelompok warga juga menggunakan sianida untuk menangkap ikan hias dan lobster.Meski demikian, menurutSyafril Yunus, Ketua YayasanSimeuleu Lestari, yang menggunakan bom dan sianida itukebanyakan nelayan dari luarSimeuleu.Kerusakan terumbu karangyang terbilang parah jugaterjadi di kawasan TamanNasional Laut Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Wakatobiadalah akronim dari gugusanPulau Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongkoyang dulu dikenal sebagaiKepulauan Tukang Besi dantelah dimekarkan sebagaikabupaten.Sebagian besar perairan disana – 1,3 juta hektar, ditetapkan sebagai taman laut dengantujuan melestarikan terumbukarang sebagai ekosistem aneka hayati.Namun berdasarkan hasilevaluasi, tingkat kerusakanterumbu karang di Sultra sudah mencapai 80 persen. Daerah terparah adalah yang terdekat dengan pemukiman.Kerusakan disebabkan karenapenggunaan bahan peledakdan sianida. Terumbu karangjuga diambil sebagai bahanbangunan.Ada HarapanMeski terbilang parah, masih ada setitik harapan bagikelangsungan terumbu karangdi Simeuleu. Stuart Campbell,koordinator Wild Conservation Society, menyatakan adabeberapa jenis terumbu karang yang mulai beregenerasidan berkolonisasi di perairandangkal.Secara alami, dalam setahunterumbu karang akan tumbuhsekitar 10-12 sentimeter. Namun untuk kasus Simeuleubutuh waktu bertahun-tahunagar kembali normal.Beberapa spesies karangyang sudah dua tahun berada dipermukaan laut bahkan adayang masih bertahan hidup danmendominasi perairan dangkal. Tim peneliti mengaku mendapat kesempatan langkamempelajari proses terbentuknya terumbu karang, karena selama ini para ahli hanya mampu mengamatinya dari fosil.Sebelumnya, Pusat Penelitian Oseanografi, LembagaIlmu Pengetahuan Indonesia(LIPI), bekerja sama denganLembaga Ilmu PengetahuanNorwegia, pernah mengadakan penelitian mengenai dampak tsunami Aceh terhadapsumber daya alam. Merekamenemukan, akibat gempadan tsunami, gugusan karangsepanjang 85 kilometer dengan kedalaman 16-30 metersejajar dengan pantai baratAceh.Akibat tsunami, gugusankarang tertimbun pasir, tapilama kelamaan pasir akanhilang tersapu ombak. Karena itu para peneliti optimisterumbu karang Simeuleuakan tumbuh kembali. Duatahun lagi pasti akan membesar.Sementara itu, melalui program rehabilitasi terumbukarang, Bank Dunia juga mengucurkan dana pemulihanterumbu karang di Sultra dalam beberapa tahun terakhir.Berbagai penyuluhan dan pelatihan transplantasi karangdilakukan. Pemerintah kabupaten dan provinsi juga menyediakan dana penyertaan.Rehabilitasi terumbu karangakan berhasil jika masyarakatdan pemerintah daerah bekerja sama. „ RHGKerusakan disebabkan karena penggunaan bahan peledak dan sianida.
                                
   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63   64