Page 62 - Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42
P. 62


                                    SNEWS REVIEW62 S TokohINDONESIA.COM S Megawati Soekarnoputri(Trisakti dan Nawacita), para menteri tidak. Trisakti dan Nawacitaitulah visi yang harus diwujudkansemua menteri. Tahukah AndaTrisakti tersebut? Itulah garisperjuangan PDI Perjuangan yangdiwarisi dari perjuangan Bung Karno. Yang oleh Presiden Jokowidijabarkannya dalam sembilanpokok perjuangannya, yang disebutnya Nawacita.InsinuasiMaka, ketika ada pihak (politisidan pengamat) yang menyindir danmenggembar-gemborkan adanyakerenggangan hubungan PresidenJokowi dengan Megawati (PDI-P),hanya karena ada masukan dankritik, bisa saja hal itu hanya insinuasi mereka atau bahkan suatu halyang sesungguhnya mereka kehendaki menjadi kenyataan. Namun,menurut pengamatan TokohIndonesia.com, ‘keinginan busuk’ sepertiitu sangat jauh panggang dari api.Insinuasi dan ‘keinginan busuk’seperti itu, hanya mungkin munculdari mereka yang tidak berusahamemahami Megawati, Jokowi danPDI-P. Seperti ketika ada relawanPro Jokowi (Pilpres) kemudianberkeinginan mendirikan PartaiJokowi (2015) dan anehnya ada lagirelawan yang mendirikanPartai Indonesia Kerja (2016)yang katanya untuk Jokowi.Itu adalah keinginan merekayang tidak mengenal Jokowi.Insinuasi dan mimpi politikterbaru juga terindikasidalam Rapimnas Golkar yangmenyatakan secara resmiakan memengusung Jokowijadi Capres 2019, serta secara insinuasi siap membentengi Jokowi dari seranganpolitik partai lain, termasuk PDI-P.Jika benar ada pikiran seperti ini,pastilah pikiran itu buta dan picik.Padahal Presiden Jokowi sudahmenunjukkan apa yang sepatutnyadia lakukan ketika diminta hadiroleh Golkar untuk menerima dukungan tersebut. Jokowi datangmenghadirinya, tetapi dia tidakdatang sendiri. Jokowi menjemputMegawati dan datang dalam satumobil. Bagi mereka yang kenalJokowi, pastilah sudah paham makna terdalam kenapa dia menjemputMegawati. Dan, Megawati yangkenal Jokowi, pastilah sudah pahammaknanya, kendati tidak terucapkan dalam kata-kata.Tetapi hati dan pikiran insinuasisangat tidak bisa (tidak mau) melihat dan memaknai hal ini. Justruyang disorot, termasuk oleh media,adalah ‘nebengnya’ Ahok dalammobil yang sama. Seolah-olah Jokowi menjemput Megawati demi Ahok.Suatu nalar yang berkualitas dibawah standar.Memang, memahami orang laindari sudut pandang orang lain itu,hanya mungkin dilakukan olehorang-orang bijaksana. Dan, orangpicik akan mencibirnya.Q crs-tim | TokohIndonesia.comSekjen PDI Perjuangan Hasto Kristyanto, berbicara di hadapanpeserta Sekolah Partai Calon Kepala Daerah PDI-P
                                
   56   57   58   59   60   61   62   63   64   65   66