Page 60 - Majalah Tokoh Indonesia Edisi 42
P. 60


                                    SNEWS REVIEW60 S TokohINDONESIA.COM S Megawati SoekarnoputriMemang, jika frasa petugas partaiitu dipandang dari sisi pragmatisdan sektarian, bisa dipahami jikapara pihak memaknainya negatif.Maka untuk memudahkan memahami hakikat petugas partai yangdimaksud, mesti diawali pengenalandan keyakinan tentang apa sesungguhnya ideologi, visi dan garis perjuangan PDI Perjuangan? Bagi merekayang mengenal dan memahamikeberadaan PDI Perjuangan sebagaipartai kader dan partai ideologis(Pancasila), nasionalis (kebangsaan),akan mudah memahami maknaideologis petugas partai tersebutsecara positif. Tapi bagi merekayang bersudut pandang pragmatisdan sektarian akan selalu (sampaikapan pun) melihatnya negatif,apabila nereka hanya bercerminpada diri sendiri.Sementara, dalam pengamatanRedaksi TokohIndonesia.com, parakader PDI Perjuangan sendiri,terutama Presiden Jokowi, sangatmemahami makna frasa petugaspartai tersebut, sehingga justrumengamininya sebagai amanah yangharus dipegang teguh.Sebagai ilustrasi untuk menjelaskan pengamatan tersebut, TokohIndonesia.com mempunyai cerita(Maret 2011) ketika ’menantang’Jokowi apakah berani bertarungmenjadi Calon Gubernur DKI. Ketika itu, Jokowi masih menjabatWalikota Solo. Setelah melakukanpeninjauan ke beberapa sudut kotaSolo dan wawancara dengan Jokowi,Wartawan TokohIndonesia.comberkesimpulan bahwa kepemimpinan Jokowi ini sangat fenomenal.Maka dalam percakapan lanjutan,TokohIndonesia.com menantangdengan satu pertanyaan: “Beranigak jadi Gubernur DKI Jakarta?”Jawaban pertama yang kami terima: “Wah, itu urusan orang-orangbesar, kita orang kecil dan bodoh.”(Saat itu, Gubernur Jawa Tengahmenyebutnya bodoh, karena menolak pembangunan mall di Solo. Halini pula yang mendorong kamimenyuratinya untuk wawancara).Pertanyaan itu kami ulang-ulangdengan memberi penjelasan bahwajika dia berani menjadi GubernurDKI, maka (model kepemimpinannya) akan mengubah Indonesia.Kami belum mengatakan dia bakalmenjadi presiden, tapi model kepemimpinannya akan menjadi panutanbagi para pemimpin (walikota,bupati, gubernur dan presiden) dinegeri ini.Akhirnya, dia mulai membuka diridengan menanggapi lebih dulumakna pertanyaan kami ’beranigak?’ Soalnya Solo itu kota kecildan lebih homogen dibandingmetropolitan Jakarta yangsangat heterogen. Apa kataJokowi? “Berarti Anda belumkenal Solo. Tahukah Anda? BalaiKota Jakarta belum pernahdibakar massa, Balai Kota Surakarta sudah dua kali dibakar.”“Jadi, kalau begitu, berani gakAnda jadi Gubernur DKI Jakarta?” tanya TokohIndonesia.comMegawati Soekarnoputr bersama Presiden Jokowi kader PDIPerjuangan terbaik, bersama Puan Maharani dan Tjahyo Kumolo.
                                
   54   55   56   57   58   59   60   61   62   63   64