Page 65 - Majalah Berita Indonesia Edisi 21
P. 65


                                    BERITAINDONESIA, 21 September 2006 65Hidangan Raja Boleh DicobaPersembahan Untuk YogyaBerawal dari balai latihan memanah prajurit keraton, kinitempat melestarikan masakan khas bangsawan keraton.erbagai cara bisa dilakukanuntuk melestarikan budaya.Entah itu seni musik, tari,bahkan kuliner atau masakan.Seni kuliner menjadi perhatian KeratonYogya, karena begitu uniknya masakanmasakan Keraton Yogya yang menjadi kegemaran raja-raja mereka sejak tempo dulu. Sungguh sayang jika tidak dilestarikan.Mengingat nilai budaya dan sejarahKeraton Yogya, termasuk seni kulinernyayang kaya dengan keunikan, maka terbitide Gusti Kanjeng Ratu Hemas dan KGPHHadiwinoto, isteri dan kakak SultanHamengku Buwono X untuk mendirikansebuah restoran di lingkungan keraton,yang khusus menyajikan makanan pararaja Yogya.Tabloid Kontan No 47, 28 Agustus2006, menerbitkan laporan mengenairestoran keraton yang diberi nama BaleRaos ini. Bale Raos yang berarti ’tempatrasa’, didirikan untuk melestarikanmasakan keraton. Sekaligus mengenalkankepada masyarakat, bahwa masakanYogya itu bukan hanya gudeg.Masakan kegemaran setiap raja ternyata berbeda. Di restoran yang berbentuk joglo dan dihidupkan oleh suaragending Jawa yang mengalun merdutersebut, pengunjungnya bisa menikmatiberbagai masakan dan minuman yangnamanya aneh-aneh namun ternyatasangat enak.Sri Sultan HB IX menyukai bebeksuwar-suwir, yakni irisan daging bebekyang diguyur saus kedondong yang kental.Ada pula singgang ayam, yakni sate ayamyang dimakan dengan irisan lontong teballalu diguyur saus ala Padang.Ada juga roti jok, kesukaan Sri SultanHB VII dan HB IX. Penganan ini sejenisapem yang dimakan dengan semur ayam.Masih ada tapak kucing dan manuk nom,kesukaan Sri Sultan HB VII dan HB VIII.Tak sesuai dengan namanya, tapak kucing adalah makanan berbahan bakupisang. Sementara manuk non yangartinya burung muda adalah puding tapeyang legit.Awalnya, bangunan joglo yang dipakaisebagai restoran merupakan bekas genthan yang biasa dipakai sebagai tempatlatihan memanah prajurit keraton. Konon, genthan terhubung melalui jalanbawah tanah sampai ke Taman Sari,pemandian puteri-puteri keraton.Saat ini Bale Raos menjadi bagian dariwisata keraton selain Alun-alun, TamanSari dan Beteng Keraton. „ RHYogya masih berkesenian, meskibencana gempa bumi, 27 Mei lalumemporakporandakan setiap kepingperikehidupannya yang tenteram. Sejumlah penyair Tanah Air dan berbagaipentas kesenian digelar untuk memperingati ulang tahun ke-250 kota ini.Di pelataran Monumen SeranganUmum 1 Maret Yogyakarta, (19/8),digelar Parade Puisi Putra Bangsa.Tampak sejumlah penyair kawakanseperti Landung Simatupang, WSRendra, MH Ainun Nadjib, membawakan puisi mereka, bersama beberapa seniman Yogya.Kompas,22 Agustus 2006, yangmeliput peringatan HUT Yogya ke-250ini juga menulis rangkaian perayaanyang dimeriahkan para mahasiswadari luar daerah yang menuntut ilmudi Yogya dalam Gebyar Budaya Nusantara 2006. Ada 25 provinsi yang menampilkan kesenian daerah asal mereka, di sebuah panggung di halamanBalaikota Yogyakarta.Menurut Ketua Panitia HUT ke-250Yogyakarta, Indro Suseno, tampilnyapenyair Tanah Air dan gebyar kesenianadalah satu bentuk perenungan bersama atas bencana gempa bumi 27 Mei.Perbaikan bukan hanya membangunsecara fisik reruntuhan akibat gempa.Tapi juga perlu membangun batinuntuk mewujudkan semangat berbenah dan memperbaiki langkah diri.Rendra memiliki pendapatnya sendiri. Menurutnya, puisi dapat merangsang daya hidup yang dibutuhkanuntuk membangun kembali kota yangporak poranda akibat gempa itu.Menurutnya, Yogya harus segerabangkit dengan kebebasan berkreasidan lebih berkembang dari sebelumnya. „ RHBfoto: reproBERITA BUDAYA
                                
   59   60   61   62   63   64   65   66   67