Page 63 - Majalah Berita Indonesia Edisi 21
P. 63
BERITAINDONESIA, 21 September 2006 63BERITA OLAHRAGAChris dan Acosta Siap BerlagaSabuk juara dunia kelas bulu versi WBA kembalidiperebutkan. Sang juara, Chris John dan penantangnya,Renan Acosta siap berlaga. Sanggupkah Chrismempertahankan lagi gelarnya?enggemar tinju di tanah airkembali akan menyaksikan penampilan Chris John dalamupaya mempertahankan sabukgelar juara dunia kelas bulu versi AsosiasiTinju Dunia (WBA). Dia akan melawanpenantangnya, Renan Acosta dari Panama. Rencananya, pertarungan itu digelardi GOR Soemantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta, tanggal 9 September.Dipimpin wasit Derek Milham dari Australia. Sedangkan ketiga juri adalah LuisRivera dari AS, Ferdinand Estrella (Filipina) dan Takeo Harada (Jepang).Bagi Chris ini merupakan pertarungannya yang ke 39 di ajang tinju profesional.Dari 38 kali naik ring, ia belum terkalahkan dan hanya sekali draw. Terakhirmempertahankan sabuk kejuaraan padabulan Maret lalu. Menundukkan petinjuMeksiko, Juan Manuel Marques, di KutaiKartanegara.Menghadapi even kali ini, Chris jauhjauh hari mempersiapkan diri. Selamasebulan melakukan latihan fisik dantehnik di Herry Gym’s, di Kota Perth, Australia. Selanjutnya, selama tiga minggusejak 16 Agustus lalu memantapkanlatihannya di Bandung dan seminggu diJakarta. Semuanya dilakukan di bawahbimbingan pelatih Bob Fodonosky.Suami Anna Maria Megawati dan ayahsatu anak ini melakukan latihan tandingdengan juara interim kelas ringan PABA,Hero Katili dan petinju dari Sasana RedCobra Bandung, Julio. “Saya sudahmenyelesaikan sekitar 40 ronde dengandua petinju yang menjadi lawan latih tanding saya. Kedua petinju itu mempunyaipostur tubuh yang sama dengan calon lawan saya, juga gaya petinju boxer sepertiAcosta,” ujarnya di sela-sela latihan.Mengenai lawannya yang 5 cm lebihtinggi, Chris mengaku tidak gentar. “Sayalebih senang menghadapi lawan yangtingginya melebih saya,” ujar petinju asalBanjarnegara ini. Alasannya? Karenaakan lebih mudah masuk dalam ruangpukul lawan.Mantan atlet wushu yang pernah menyumbang medali emas di SEA GamesJakarta 1997 dan medali perunggu di SEAGames Kuala Lumpur 2001 itu memperkirakan Acosta akan memanfaatkankejangkungannya dengan menjaga jarak.Namun apapun yang akan dilakukanlawannya, Chris John mengaku telah siapmengantisipasi. Kelebihan dan kekurangan calon lawan telah dipelajari lewat rekaman. Dia optimis bisa mempertahankan gelar kendati tidak menjanjikan dapatmenjatuhkan lawannya. “Saya yakindapat memenangi pertandingan. Tapisaya tidak ingin takabur. Jadi tidak adatarget menjatuhkan lawan di ronde keberapa,” tambahnya.Bagaimana kesiapan Acosta?Petinju berkulit hitam yang Kamis (31/8) lalu tiba di Jakarta bersama manajernya, Celso Chaves dan pelatih FransiscoArroyo menyatakan siap bertarung danmembawa pulang sabuk juara ke negerinya. “Saya akan pukul KO dia. Kalau tidakbisa, saya akan melayani hingga rondeakhir dan berusaha mengumpulkan angkasebanyak-banyaknya.”Dia mengaku mempersiapkan diri selama 3 bulan dan menjalani latihan tanding sebanyak 140 ronde. “Saya kira itucukup bagi saya untuk datang ke sini sebagai modal untuk menang dari ChrisJohn. Saya tidak takut akan isu teroris dankekacauan. Hanya kemenangan yang sayainginkan sehingga saya mau jauh-jauhdatang ke sini,” jelasnya.Acosta yang lahir 24 Agustus 1982, punya gaya bertinju ortodok dengan konsentrasi kekuatan pukulan di tangan kanan.Acosta memiliki akumulasi pukulan yangcepat dan terarah. “Makanya dia mempunyai julukan Bam-Bam, yang maksudnya bunyi pukulan beruntun,” jelas CelsoChaves, sang manajer.Kendati belum mendapat rekaman pertandingan Chris John sebelumnya, Chavesmengaku sudah mendapat banyak masukan dari sumber-sumber kalangan tinju. “Dari informasi yang kami terima itu,kami yakin Acosta akan mampu mengkanvaskan petinju kebanggaan anda,”ujarnya kepada wartawan asal Indonesia.Juara Amerika Latin ini merupakanpenantang peringkat 10 WBA. Prestasinyadari 22 kali naik ring, 18 kali menang (5 kalidengan KO/TKO) dan kalah 4 kali. Petinjudengan tinggi 175 cm ini punya jangkauanlebih panjang dari Chris John. “Dia lebihtinggi, jadi akan punya kelebihan jangkauandibanding Chris John,” ujar Syamsul AnwarHarahap yang menjadi promotor pertandingan tinju kelas dunia ini.Soal bayaran kedua petinju ini menurutSyamsul sudah tidak ada masalah. ChrisJohn akan dibayar 100.000 dolar AS danpenantangnya 30.000 dolar AS. “Tidakada masalah lagi, semuanya tinggal menunggu waktu bertanding saja. Bayaranpetinju untuk partai tambahan antarajuara PABA asal Indonesia, Daudy Baharimelawan petinju Thailand juga sudahberes lewat promotor Daniel Bahari,”paparnya. SP (dari berbagai sumber)P

