Page 58 - Majalah Berita Indonesia Edisi 21
P. 58
58 BERITAINDONESIA, 21 September 2006BERITA HUMANIORASepuluh Universitas Terbaik DuniaUniversitas adalah tempat untuk mendapatkanpengetahuan melalui pengajaran dan penelitian.Bagaimana universitas terbaik dunia melakukannya?niversitas sudah tidak lagisama seperti dulu. Universitas tidak lagi sekadar sebuahgedung yang berlokasi di satutempat, dimana mahasiswanya hanya mendapatkan ilmu pengetahuan dalam ruangruang kelas yang tertutup rapat, danmelakukan kegiatan penelitian-penelitianyang sekadarnya saja. Setidaknya, tidakdemikian hal yang dilakukan oleh universitas-universitas yang mendapat predikat sebagai universitas terbaik di dunia.Universitas terbaik pada abad ini adalahuniversitas yang berskala global. Berskalaglobal artinya universitas yang bersikapterbuka terhadap dunia luar, menerimakeanekaragaman, dan melakukan pengembangan terhadap kegiatan penelitian. Suatu peringkat mengenai universitas-universitas yang berskala global, yangdipublikasikan oleh Majalah Newsweek akhir Agustus 2006, menyebutkan daftarsepuluh universitas terbaik di dunia. Darike sepuluh universitas tersebut terdapatdelapan universitas berada di Amerikadan dua universitas berada di Oxford danCambridge. Majalah Newsweek jugamemasukkan peringkat 40 besar universitas lainnya, yaitu 22 universitas beradadi Amerika, lima universitas berada diInggris, lima universitas berada di Swiss,tiga universitas berada di Kanada, duauniversitas berada di Jepang, dua universitas berada di Australia, dan satu universitas berada di Singapura.Memasuki era globalisasi, sebuah universitas harus semakin sadar akan kebutuhan dirinya untuk menjadi global, yaitumenjangkau dunia luas: mencari pelajardari berbagai kawasan dunia yang memiliki aneka warna kebudayaan dan nilai-nilai, mengirimkan pelajar mereka sendirike luar negeri untuk mempersiapkan pelajar tersebut bagi dunia kerja yang lebihluas, memberikan program pendidikanyang berskala dunia dan mengadakan program penelitian kolaboratif guna meningkatkan ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat bagi umat manusia.Suatu universitas yang melakukan penerimaan pelajar-pelajar asing, di sampingdapat menjadikan pelajar-pelajarnyamenjadi pintar, universitas juga dapatberperan untuk menciptakan rasa salingmengerti antar bangsa, toleransi, dankesatuan dunia. Sebagai contoh dapatdilihat dari sebuah cerita menarik di Universitas Yale. Pada malam setelah gedungWorld Trade Center diserang, mahasiswadari Universitas Yale yaitu mahasiswa keturunan Yahudi (kebanyakan dari merekaadalah orang Amerika) dan mahasiswaberagama Muslim (kebanyakan dari mereka adalah pelajar asing) melakukan aksiberjaga-jaga bersama. Dari cerita tersebut,dapat dilihat bagaimana suatu universitasdapat mempererat hubungan antar bangsa.Di samping itu, trend melanjutan studike luar negeri juga semakin banyak diminati oleh orang. Selama 3 dekade terakhir,jumlah pelajar yang melakukan studi keluar negeri mengalami peningkatan denganrata-rata 3,9 persen per tahun, dari800.000 di tahun 1975 menjadi 2,5 juta ditahun 2004. Kebanyakan pelajar yang melakukan studi ke luar negeri itu berasal darinegara yang sudah berkembang dan mereka pergi ke negara yang juga sudah berkembang. Namun, jumlah pelajar dari negarayang sedang berkembang yang memilih belajar di negara yang sudah berkembang juga meningkat cepat. Sebaliknya juga, jumlah pelajar dari negara yang sudah berkembang yang belajar ke negera yang sedangberkembang juga sedang mengalami peningkatan. Saat ini, pelajar asing yangmemperoleh gelar doktor di AS sebanyak30 persen dan di Inggris sebanyak 38 persen. Di AS, 20 persen jumlah profesor dalam bidang sains dan teknologi yang barudipekerjakan merupakan orang asing, dandi Cina kebanyakan staf pengajar yang barudipekerjakan pada universitas-universitasterbaik merupakan lulusan dari luar negeri.Sebagai bagian dari semua itu, agar universitas dapat berskala global makamereka harus mendorong pelajar-pelajarnya untuk menghabiskan sebagian darimasa kuliah mereka dengan belajar di luarnegeri. Di Eropa, lebih dari 140.000pelajar berpartisipasi dalam programErasmus setiap tahunnya. Pelajar yangmengikuti program Erasmus diharuskanmengikuti beberapa kredit program pendidikan di salah satu dari 2.200 institusiyang ada di seluruh benua. Di AS, institusi-insitusi memobilisasi alumni-alumninya agar membantu penempatan parapelajar dalam masa belajar di luar negeriuntuk mempersiapkan mereka menjalanikarir yang lebih luas. Universitas Yale danHarvard telah lebih dulu, menawarkankepada mahasiswanya, setidaknya satuprogram masa belajar di luar negeri - danmenyediakan dana bagi para mahasiswanya supaya hal tersebut dapat terwujud.Universitas juga sudah ada yang mendirikan perwakilan mereka di luar negeri. Halini dilakukan dengan tujuan untuk dapatmelayani para pelajar yang berasal daridaerah lokal. Usaha bersama dalam bidang pendidikan seperti itu telah terbuktiberhasil seperti program Johns HopkinsNanjing di Cina yang sudah berlangsungselama 20 tahun, program ExecutiveM.B.A. Duke Goethe, dan PerserikatanMIT di Singapura yang menawarkan gelarganda di berbagai jurusan teknik.Universitas berskala global juga menuntut universitas melakukan pembaharuandalam cara mereka melakukan penelitian.Trend terbaru dalam pelaksanaan penelitian adalah melibatkan pengambilan sumber yang akan menjadi bagian programpenelitian dari negara lain. Tian Xu, seU

