Page 55 - Majalah Berita Indonesia Edisi 21
P. 55


                                    BERITAINDONESIA, 21 September 2006 55Pasukan TNI Resmi ke LibanonBERITA HANKAMMayjen Rasyid Danjen Baru KopassusPasukan TNI segerabergabung dengan pasukanUNIFIL PBB di Libanon.Mereka berangkat akhirSeptember.eka-teki soal pengiriman pasukan Indonesia untuk bergabungdengan pasukan pemeliharaperdamaian PBB di Libanon Selatan terjawab sudah. Pasukan merahputih beranggotakan 1.000 tentara dijadwalkan berangkat 28 September. PBBtelah secara resmi meminta Indonesiamengirim pasukannya di tengah hadangan keberatan IsraelSebuah advance team akan berangkat20 September untuk mempersiapkankeberangkatan seluruh anggota pasukanTNI yang telah menjalani pembekalan diMarkas Divisi-I Kostrad, Cilodong, Bogor.Kepala Pusat Penerangan TNI LaksamanaMuda Moh. Sunarto mengatakan timpendahulu beranggotakan tujuh orang.Mereka menyiapkan markas pasukan Indonesia di Libanon.Menurut Menlu Nur Hassan WirayudhaPBB dan sejumlah negara pendukungbahkan menawarkan armada untuk mengangkut pasukan Indonesia yang jugaakan membawa persenjataan berat. “Kitasudah terima surat dari DepartemenPemeliharaan Perdamaian PBB yangmenerima tawaran Indonesia. Jadi tidakada masalah lagi soal pengiriman pasukanIndonesia,” kata Hassan sebagaimanadikutip oleh koresponden Media Indonesia di Bali (3/9).DPR juga telah memberikan kata sepakat bagi pengiriman misi perdamaianIndonesia. Presiden Susilo BambangYudhoyono melakukan pertemuan konsultasi dengan DPR (28/8) tentang kesepakatan pemberangkatan pasukan Indonesia ke Libanon. Pengiriman pasukantertunda lantaran adanya keberatan dariIsrael. Israel tidak hanya keberatan padapasukan Indonesia, tetapi juga Malaysiadan Bangladesh yang tidak memilikihubungan diplomatik dengan negaraYahudi tersebut.Pasukan Indonesia bertugas di sana dibawah bendera Pasukan Sementara PBBdi Libanon (United Nation Interim Forcesin Libanon-UNIFIL). Para petinggi Indonesia, sipil dan militer, menegaskanbahwa pasukan Indonesia tidak bertugasmelucuti Hizbullah, tetapi untuk menjagaperdamaian di Libanon. “Bukan menggunakan kekuatan dengan paksa untukmenghentikan peperangan,” kata Presiden Susilo.Kata Ketua Komisi I DPR, Theo Sambuaga: “Kita tidak akan melakukan perlucutan senjata terhadap Hizbullah.”Sambil menunggu pemberangkatan,Batalyon Mekanis Garuda yang beranggotan 1.000 prajurit, terus melakukanlatihan pemantapan, dari 29 Agustussampai 11 September. Di dalam pasukantersebut juga bergabung putra PresidenSusilo, Letnan Satu Agus HarimurtiYudhoyono. Soal keikutsertaan Agussempat menjadi polemik.Pengamat militer Rizal Dharmaputeramencemaskan kehadiran Agus rentan jaditarget politik oleh pihak-pihak yang inginmemanfaatkan situasi. “Sebagai putrapresiden, posisi Agus sangat strategis. Kitaharus waspada,” kata Rizal seperti dikutipIndo Pos (4/9). Rizal mengingatkanperlunya antisipasi bilamana ada red alert(tanda bahaya) di lapangan. Namun pihakMabes TNI menegaskan tidak ada pengamanan khusus bagi Agus selama bertugasdi Libanon.Kasum TNI, Mayjen Endang Suwarya,pada pembukaan latihan Batalyon Mekanis Garuda (29/8), mengatakan setiappersonil harus membekali diri denganbaik karena medan yang dihadapi cukupberat, sangat berbeda dengan kondisialam di Indonesia. Kultur masyarakatLibanon juga harus menjadi fokus perhatian. Mayjen Endang menilai semuaperalatan yang dibawa pasukan tersebutsudah cukup memadai. „ SB-SHKomandan Jenderal Kopassus berpindah dari Mayjen Syaiful Rizal keMayjen Rasyid Qurnuen Aqquary.Mayjen Syaiful akan menjabat PangdamUdayana. Kepala Staf Angkatan DaratJenderal Djoko Santoso memimpinupacara serahterima jabatan Syaifulbersama 79 perwira TNI-AD lainnya diMarkas Komando Kopassus CijantungJakarta Timur, Jumat, (1/9).Selama memimpin Kopassus (2005-2006) Mayjen Syaiful telah banyakmelakukan perubahan di kesatuannya.Pria kelahiran Lahat Sumatera Selatanitu juga mengasah kemampuan prajuritdengan latihan-latihan gabungan dengan satuan khusus negara lain. MayjenRasyid, lulusan AKABRI 1975, seangkatan dengan Syaiful. Rasyid sebelumnya menjabat Pangdiv-1 Kostrad, masukKopassus sejak 1979, menjadi DantonGroup-1 Kopassandha. Tahun 1983menjadi Wadan Karsa Group-4 Kopassandha.Pria kelahiran Bandung tahun 1953itu kemudian ditunjuk menjadi Dansatlat Walpri Paswalpres (1983-1987).Rasyid kembali ke Kopassus tahun 1987,menjadi Danden-1 Yon-21 Group-2.Ketika berpangkat Letkol, Rasyid menjadi Aspers Kopassus. Tanggal 1 September 2006, dia dipromosi sebagai Komandan Jenderal Kopassus. „ SB-SHTPasukan Mekanis Garuda menunggu pemberangkatan ke Libanon. foto: berindo subhan
                                
   49   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59