Page 56 - Majalah Berita Indonesia Edisi 21
P. 56


                                    56 BERITAINDONESIA, 21 September 2006Piala Emas Nobel dan Gunung LumpurEmpat siswa SLTA membawa pulang tropi emas ilmiahinternasional. Ini ole-ole buat HUT Kemedekaan RI ke 61,juga sedikit menghibur warga yang ditimpa bencana alam,termasuk mereka yang bergulat dengan banjir lumpur diSidoardjo, Jawa Timur.nak Negeri Memburu Nobel;ini laporan khusus kado ulangtahun kemerdekaan MajalahGatra, Edisi 23 Agustus 2006.Majalah mingguan berita tersebut mengulas, munculnya secercah cahaya diantara kesuraman yang terus menderanegeri ini. Empat siswa sekolah lanjutanatas Indonesia meraih prestasi emas diolimpiade ilmiah internasional. Bisa jadiini oleh-ole buat ulang tahun kemerdekaan yang ke 61. Namun Gatra menyesalkan minimnya pembinaan anak-anakpintar dan berbakat.Pada tahun 2020 atau hanya 14 tahundari sekarang, menurut Gatra, lagi Indonesia bakal mendapat nobel di bidang fisika. Ada yang mencapai gelar professor pada umur 25 tahun, dan kini Dikmenti DKIdan TOFI berencana mendirikan ‘pelatnas’anak-anak cerdas. Tujuannya menjuaraiajang olimpiade ilmiah internasional.Muntahan lumpur dari perut bumiSidoarjo yang belum ada pertanda berhenti, menjadi laporan sampul MajalahTempo Edisi, 27 Agustus. Hampir tigabulan ini, banjir lumpur melumat sejumlah kampung, sawah dan jalan diSidoarjo. Kiriman lumpur dari dalamperut bumi, menggunung sampai setinggi4,3 juta meter kubik, bisa membengkaksampai 10,8 juta meter kubik sampaiakhir tahun ini. Jika hujan turun dalamdua bulan ini, tanggul-tanggul yangtakkan mampu lagi membendung tekananmuntahan lumpur.Pada edisi berikutnya (3/9), majalahberita mingguan terkemuka ini, menurunkan laporan sampul: Sikat Jenderal!Merah Biru Rapor Kapolri. Tempo menyorot gerak langkah Kapolri Jenderal Sutanto dalam setahun memegang tongkatkomando Polri. Sutanto, menurut Tempo,belum bisa tidur nyenyak, meskipun diasudah banyak menoreh keberhasilandalam setahun ini. Begitu diberangus,kejahatan-kejahatan, seperti pembalakanliar (illgal logging), Narkoba, korupsi,terorisme dan judi, seolah terus berpacumenghadangnya.Majalah mingguan ekonomi dan hukum, Trust edisi 3 September, lebih tertarik menurunkan laporan sampul: Melacak Korupsi Proyek Bank Dunia. Trustmengutip pernyataan perwakilan BankDunia di Jakarta yang menyingkap ulahDepartemen Pekerjaan Umum yangmengkorupsi dana bantuan bantuannyasampai sejumlah Rp 3,2 miliar. BPK jugamelaporkan dana bantuan Bank Dunia diDepkes dikorupsi Rp 5,1 miliar. BankDunia mengultimatum untuk memintakembali uang dipinjamkannya. Merekapemerintah Indonesia meniadakan kebiasaan buruk tersebut.Langsung menohok ke pokok persoalan, Majalah Konstan, edisi 6 September, menurunkan laporan sampul: Koruptor Penghianat Kemerdekaan. Dalamedisi ulang tahun kemerdekaan RI ke-61,majalah yang banyak menyorot masalahkorupsi ini; menguraikan upaya limapresiden RI, dari Soekarno sampai SusiloBambang Yudhoyono, untuk memberantas kasus-kasus korupsi yang sudahmenjadi “penyakit kanker” bagi kehidupan masyarakat. Ironisnya, penyakitkronis ini, menurut Konstan, belum bisadisembuhkan sampai saat ini. Indonesia,malahan, menduduki peringkat negarapaling korup di dunia. Konstan dan Trusttak banyak berbeda di dalam menyorotbudaya korupsi yang melanda negeri ini.Di pihak lain, majalah bisnis—Swa edisi6 September—memberi perhatian utamapada; Raja Toiletris yang Makin Terkepung. Swa memberi ruang yang dominanpada kupasan yang membedah kekuatan,kelemahan dan masa depan Unilever. Manuver Unilever Indonesia yang biasanyasangat lincah, inovatif dan kreatif, menurut Swa, belakangan ini tampak melamban. Sang pemimpin pasar ini seolah-olahtak lagi bergairah berkreasi dan memancing konsumen dengan taburan hadiah,bahkan beberapa kali tertangkap basahmeniru gerakan penantang pasarnya.Juga majalah bisnis, Investor edisi 7Agustus, mengemas laporan sampulcukup bombastis; Mafia Berkeley &Strategi Baru Ekonomi. Menurut Investor, lemahnya daya saing industri Indonesia diyakini tak lepas dari peran arsitekekonomi Mafia Berkeley.Perlukah upaya radikal untuk mengubah strategi ekonomi pasar bebas itu?Tulis Investor, tampaknya Indonesiabutuh strategi baru untuk mendorongkemajuan ekonomi. Resep pembangunanekonomi yang selama ini digunakanhanya menambah angka kemiskinan danpengangguran. Tingkat kesejahteraanrakyat tak kunjung terangkat, justrumerosot, terutama dalam delapan tahunterakhir. „ SB-SHALINTAS MEDIA
                                
   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59   60