Page 53 - Majalah Berita Indonesia Edisi 21
P. 53


                                    BERITAINDONESIA, 21 September 2006 53BERITA DAERAHMengusir Asap Lewat Hujan BuatanKebakaran lahan dan hutanmasih terjadi di Sumateradan Kalimantan. Asapnyaselain mengganggukesehatan dan transportasijuga merambah ke negaratetangga. Upayapemadaman titik api terusdilakukan.Termasuk denganhujan buatan.prial malam itu ingin cepatpulang. Dadanya sesak dantenggorokannya terasa kering.Pasalnya, udara pengap yangberasal dari asap kebakaran lahan danhutan masih saja datang berulang. “Mataterasa pedih, tenggorokan saya rasanyakering,” ujar petugas kebersihan itu saatditemui di Jalan Sudirman Pekanbaru,Riau, Selasa (29/8) lalu. Aprial yang sudah mengabdi sebagai petugas kebersihanselama 20 tahun berulang kali mengusapmatanya.Apa yang dialami Aprial, seperti yangditulis Media Indonesia (30/8), jugadirasakan warga masyarakat lainnya.Tebalnya kabut asap saat itu memangterasa menyesakkan dada dan membatasijarak pandang. Para pengendara harusekstra hati-hati kalau tidak ingin terjadikecelakaan. Sekolah pun sempat diliburkan dan warga masyarakat diimbau untuktidak berada di luar rumah.Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Syaiful Rab, mengungkapkan, selama bulan Agustus lalu sekitar 3.200warga kota ini menderita infeksi saluranpernapasan atas (ISPA) akibat kabut asap.Terbanyak di kalangan balita berusia satusampai empat tahun. Mereka dirawat di15 puskesmas dan RSUD yang ada diPekanbaru.Kebakaran lahan dan hutan yang menimbulkan kabut asap tidak hanya terjadidi Riau. Tetapi juga di beberapa daerahdi Sumatera seperti Jambi, Bengkulu danSumatera Selatan. Demikan pula dibeberapa tempat di Kalimantan. Berbagaimedia massa, baik pusat maupun lokal,secara gencar memberitakan soal kabutasap yang tidak saja mengganggu kesehatan, tapi juga mengganggu transportasidarat, laut/sungai dan udara. Kepulanasap ini juga merambah sampai ke negaratetangga.Berdasarkan pemantauan satelit National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), ribuan titik api (hotspot) ditemukan di sejumlah daerah. DiRiau misalnya diketahui terdapat 258 titikapi, 130 di antaranya terdapat di perbatasan Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir.Di Sumatera Selatan 128 dan di Jambi sebanyak 713 dan di Kalimantan Selatan 313titik api, 12 diantaranya berada di sekitarBandara Syamsuddin Noor. Di Kalimantan Barat, asap juga mengacaukan lalulintas penerbangan di Bandara Supadio.Gangguan asap ini sempat membuatgusar Presiden Susilo Bambang Yudhoyonotermasuk Wapres Jusuf Kalla dan memintapara kepala daerah dan Kapolri segeramengatasinya. Bagaikan “kebakaran jenggot,” para petinggi di daerah itu pun sibukmenanggapinya dengan memantau kelokasi-lokasi kebakaran. Polisi dan aparatManggala Agni dari Departemen Kehutananjuga dikerahkan untuk memadamkan api.Penertiban bukan tidak ada. MenteriLingkungan Hidup Rachmat Witoelar,seperti ditulis Media Indonesia (25/8)menyatakan pihaknya telah menyerahkannama 15 perusahaan di beberapa daerahyang diindikasikan membakar hutan danlahan kepada pihak kepolisian.Polda Kalbar, seperti diungkapkanKabid Humasnya, AKB Suhadi WS, tengah memeriksa enam perusahaan perkebunan yang diduga membakar lahan.Pihaknya juga berencana mendatangkansaksi ahli dari Kementerian LH untukmembantu penyidikan.Sementara Polda Riau telah menahan58 tersangka pelaku pembakaran hutandan lahan serta memeriksa 91 orang saksi.Namun Direktur Eksekutif WahanaLingkungan Hidup (Walhi) Riau JhonyMundung meragukan penegakkan hukumterhadap kalangan pengusaha yang nyatanyata memberi andil terhadap kerusakanhutan tropis Riau. Sebab kenyataannya,kebakaran masih saja terus terjadi.Di Riau, kebakaran lahan dan hutan bahkan merambah ke Taman Nasional TessoNilo (TNTN) di Kabupaten Pelalawan. Ditaman ini, ada tiga kawasan besar perambahan liar yang teridentifikasi dan dihunilebih dari 2.000 jiwa. Areal yang terbakarmencapai ribuan hektar dan dikhawatirkanterus meluas (Kompas, 27/8).Upaya pemadaman dilakukan denganmengerahkan tiga helikopter, dua dariMabes Polri dan satu milik perusahaanswasta. Ketiga heli itu secara bergantianmembawa kantong air dan menumpahkannya di atas asap lahan TNTN yang terbakar. Namun upaya ini kemudian dihentikan sebab tidak efektif dan membahayakan pesawat serta pilotnya yang terbangmenembus kabut asap.Belakangan, pemerintah menyiapkanpesawat Hercules C-130 TNI-AU untukmembuat hujan buatan sebagai upayamemadamkan api sekaligus menghilangkan asap. Menristek Kusmayanto Kadiman menyebutkan telah disiapkan pula30 ton garam untuk merangsang hujan.Bagaimana hasilnya?Upaya ini ternyata cukup ampuh. Terbukti setelah dilakukan penebaran garam(NaCL) bercampur casbosil di atas udaradi wilayah Kabupaten Kampar dan RokanHulu, hujan lebat pun membasahi bumi.“Alhamdulillah, berkat usaha keras danizin Tuhan, hujan buatan berhasil dilakukan,” ujar Kusmayanto di Pekanbaru,Rabu (30/8) lalu. Jumlah titik api punsemakin berkurang, tapi belum hilangsama sekali. „ SPAFoto: repro mediaindonesiaTruk bermuatan kayu menerobos kabut asap di Taman NasionalTesso Nilo, Riau.
                                
   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57