Page 48 - Majalah Berita Indonesia Edisi 21
P. 48


                                    48 BERITAINDONESIA, 21 September 2006BERITA EKONOMIDPR AncamTak Jadi Suntik Dana GarudaDPR tidak akan meloloskan suntikan dana penyertaanmodal pemerintah (PMP) Rp 1 triliun kepada Garuda Indonesia, bila pemaparan manajemen flag carrier Indonesiaini tentang rencana bisnisnya tidak memuaskan anggotaDewan.ncaman disampaikan langsung oleh Awal Kusumah,Ketua Komisi XI DPR RIkepada harian Investor Daily(31/8). “Kami akan melihat dulu businessplan dan strategi penyelesaiannya. Kalautidak jelas, tidak akan kami setujui,” ujarpolitisi anggota Fraksi Partai Golkar ini.Direktur Utama PT (Persero) GarudaIndonesia, Emirsyah Sattar, menyatakansetuju paparan rencana bisnis Garudaharus masuk akal.“Itu merupakan keharusan. Kalau bisnisnya kurang rasional, dan kurang adaharapan, ya nanti jangan dimasukkandong. Contohnya kalau mau investasi disuatu perusahaan, tentu harus tahu apahasilnya,” ujar Emir. Menurutnya, semuapengembangan dan penggunaan danayang masuk dalam bentuk PMP akan dijalankan manajemen. Detailnya sudahsiap.Manajemen Garuda Indonesia danKementerian BUMN sepakat akan segeramelakukan berbagai hal demi menyelamatkan masa depan maskapai ini darikebangkrutan.Direktur Keuangan Garuda, Alex Maneklarang, Minggu (27/8), di Jakartamengatakan telah menunjuk DanareksaSekuritas dan NM Rotschild untuk melakukan kajian menyeluruh restrukturisasi perusahaan.Menurut Alex, untuk memulihkan kondisi keuangan diperlukan langkah-langkah yang luar biasa dari semua unsur diperusahaan. “Untuk itu manajemen telahmembentuk Tim Restrukturisasi BiayaPenerbangan, Tim Efisiensi Biaya, danTim Efisiensi Bahan Bakar. Kami jugaakan menjadwalkan pertemuan denganEuropean Credit Agencies (ECA),” kataAlex kepada Kompas.Garuda, kata Alex, akan menghematbiaya operasional 5-10 persen, merampingkan organisasi dan manajemen,menata anak perusahaan, serta mencarimitra strategis. Garuda juga akan menjualaset yang tidak produktif, seperti pesawattipe DC-10 yang sudah tak terpakai.Kepada anak-anak perusahaan akandicarikan investor melalui penawaranterbuka. PT Aero Catering Service (ACS),misalnya, pada Desember 2006 akanmelakukan penawaran saham perdana.Garuda juga berencana melakukan divestasi 37,5% saham di PT Gapura Angkasa, dan mencarikan mitra strategisuntuk PT GMF Aero Asia.Merpati Ditawari UtangSatu maskapai lagi milik pemerintah,PT Merpati Nusantara Airlines samasama akan menerima kucuran PMP,jumlahnya Rp 450 miliar.Maskapai yang lebih banyak bergerakdi penerbangan perintis ini lebih beruntung. Belum lama ini Merpati memperoleh tawaran utang berjangka panjang(concession loan) senilai 250 juta dollarAS dari pemerintah China. Tawarandisampaikan langsung oleh MenteriPerhubungan China, Li Shen Hin, saatberkunjung ke Indonesia, dimaksudkanuntuk membeli 15 unit pesawat MA-60buatan China.Pesawat baling-baling MA-60 ini berkapasitas penumpang 50 orang, diproduksi oleh pabrikan China Aviation Industry Corp (CVIC), dan menggunakan mesinjenis turbo propeller buatan Pratt&-Whitney, Kanada.Sekretaris Perusahaan Merpati, JakaPujiyono memastikan Merpati sudahmemasuki tahap pertemuan awal denganpabrikan pembuat MA-60. Kata Jaka,untuk mendatangkan ke-15 pesawat akanturut digandeng investor China, melaluiPT Smart Aviation Indonesia dalambentuk kerjasama bagi hasil. Investor jugaakan menyediakan 12 pesawat Y-12 produksi Harbin Aircraft Industry, berkapasitas penumpang 20 orang.Menteri Perhubungan RI Hatta Radjasayang menerima kedatangan koleganya LiShen Hin, mengatakan, akan terlebihdahulu berkoordinasi dengan Bappenasdan Departemen Keuangan, apakahtawaran utang dari China bisa termasukprioritas tahun ini atau tahun depan.Hatta mengakui Merpati membutuhkan tambahan pesawat jenis baling-balinguntuk menerbangi rute perintis di Indonesia Timur. Menurutnya, Merpati bahkan sudah melakukan uji kecocokanterhadap pesawat tersebut, serta menyatakan keinginan kepada China untukmemesan pesawat.Hatta menyebutkan, MA-60 akan menggantikan pesawat tua berbaling-balingA
                                
   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52