Page 42 - Majalah Berita Indonesia Edisi 21
P. 42
42 BERITAINDONESIA, 21 September 2006BERITA KHUSUSMewujudkan Pelayanan Lebih BaikMenjadikan KA semakin bagus. Obsesi Direktorat JenderalPerkeretaapian dalam membangun Perkeretaapian Indonesia.inamika pembangunan Perkeretaapian Indonesia berkembang ke arah pelayananyang lebih baik. Hal itu tidaklepas dari komitmen Direktorat JenderalPerkeretaapian Departemen Perhubungan yang terus mengembangkan saranadan parasana, diantaranya makin bertambahnya jumlah KRL yang akan memenuhi lalu lintas KA Jabotabek.Berbagai jenis KA baru siap diluncurkantahun 2006 ini, di samping pengembangandan pembangunan prasarana baru jalurganda untuk meningkatkan kapasitas lintasdan daya angkut kereta api. Termasukinovasi baru, berupa tiket elektronik.Menurut H. Soemino Eko Saputro,Dirjen Perkeretaapian Departemen Perhubungan mengungkapkan, berbagai program dan aplikasinya terus bergerak majudan secara bertahap realisasinya bisadinikmati pengguna jasa KA. “Itu komitmen pemerintah secara berkelanjutanberusaha memberi pelayanan optimal,”kata Soemino kepada Samsuri dariBerita Indonesia.Bagaimana memberi pelayanan publikyang sebaik baiknya,kataSoemino,itu jadiobsesikita,apayang dilakukan Direktorat JenderalPerkeretaapian arahnya menuju ke sana.Maka, diharapkan dana APBN yangdikucurkan pemerintah dapat mencerminkan performa perkeretaapian Indonesia yang semakin baik, seperti yangdiharapkan stake holder dan penggunajasa KA, sehingga target yang dicanangkan mendekati, seperti yang diharapkan,”ungkap Komut PTKA itu.“Saya optimis, suatu saat KA jadi primadona angkutan massal yang andal danmenjadi solusi terbaik bagi pengguna jasaangkutan darat, maka pembangunan perkeretaapian Indonesia perlu dukungan semua pihak. Termasuk pengguna jasa agartertib dan tidak memaksakan naik KAhingga ke atap-atap KA, ini membahayakan penumpang itu sendiri,” ungkapnya.Derap pembangunan jalur ganda, semisal Tanah Abang–Serpong ditujukanuntuk meningkatkan kapasitas lintas dari89 KA menjadi 178 KA per hari. Jalurganda direncanakan beroperasi awal tahun 2007. Dimana biaya keseluruhansebesar Rp. 388 miliar atau lebih besarRp 74 miliar dari anggaran yang dialokasikan tahun 2006 sejumlah Rp 314 miliardan sisanya dimintakan ABT atauAPBN 2007.Program pembangunan jalurganda tersebut mencakup;jalur (track) 23 km, (Rp 112,1miliar), jembatan 12 unit (Rp51 miliar), overhead catenary23 km (Rp 46 miliar), substasiun 2 unit (Rp 50 miliar),persinyalan dan telkom 5stasiun (Rp 65 miliar), stasiun10 unit (Rp 52,6miliar), desain dan supervisi 2 paket (Rp11,3 miliar).Pembangunan yang mencakup pengadaan 40 trainset KRL menambah 40 unitKRL sehingga meningkatkan potensi 90 KAperhari. Sedangkan pengadaan 40 trainsetKRL, menambah 160 unit KRL dan potensipenambahan 320 nomor KA per hari.Selain itu, akan dibangun jalur gandaDuri-Tangerang, mencakup penambahan65 menjadi 130 KA perhari. Di sampingpeningkatan fasilitas stasiun dan keselamatan loop line Jabotabek. SedangkanKA Bandara merupakan pembukaanpelayanan baru Manggarai-BandaraSoekarno Hatta.Kemudian jalur ganda ManggaraiCikarang akan menambah kapasitas 375menjadi 700 KA per hari. Jika selama inipelayanan KRL sampai Bekasi, sesuaipembanguan double-double track (4 jalurrel) antara Manggarai-Cikarang, makapelayanan KA komuter (KRL) diperpanjang sampai Cikarang. Sejalan denganpembangunan jalur ganda tersebut, akandilakukan pemisahan operasi KA komuterdan antarkota.Tiket ElektronikAspek peningkatan pelayanan melaluipenerapan tiket elektronik (e-ticketing)kereta api Jabotabek. Menurut H. Soemino Eko Saputro, dalam rangka penerapan layanan tiket elektronik ini, pemerintah telah memesan 160 gerbong keretaapi ber-AC (air conditioner) dari Jepang.Dengan penggunaan gerbong yang lebihnyaman, tidak ada lagi pembedaan keretaapi ekonomi dan non ekonomi. Memangkonsekuaensinya, harga tiket untukgerbong yang nyaman sedikit lebih mahaldibanding menggunakan gerbong tanpaair conditioner.Untuk tahap awal diterapkan Februari2007 pada jalur Tanah Abang-Serpong.Sebelumnya akan dilakukan sterilisasisetiap stasiun dan disediakan tempattempat layanan elektronikbuat peDSoemino Eko Saputro: Peran kita mengejar, tidak menunggu. foto: berindo wilson

