Page 45 - Majalah Berita Indonesia Edisi 21
P. 45
BERITAINDONESIA, 21 September 2006 45Tak Ada Calon Yang DominanSementara Partai Golkar, sebagaimanadituturkan Wakil Ketua Umumnya, AgungLaksono, lebih mengarah kepada figurFauzi Bowo yang kini menduduki jabatansebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.“Wacana yang berkembang di DPP PartaiGolkar mengarah pada Fauzi Bowo,” kataAgung (Republika 15/8).Namun sesuai ketentuan di PartaiGolkar, proses penetapan calon akandilakukan melalui proses konvensi. Dalamproses konvensi ini, DPP memiliki 40%suara, DPD I 20% dan DPD II 40%. Selainitu juga akan melihat hasil survei lembagaindependen. “Kalau hasilnya sama akanditindaklanjuti,” tambahnya.Alasan melirik Fauzi, karena dinilaisukses mendampingi Sutiyoso dalammenjalankan tugasnya. Fauzi juga dianggap sukses mengembangkan secarasistemik pengembangan SDM di DKIJakarta. “Karena itu diharapkan Fauzibisa menduduki calon gubernur DKI dariPG,” tambahnya.Di kalangan DPD Partai Golkar, namaAde Supriyatna juga sempat mengemukasebagai balon Gubernur. Bahkan di DPDII nama Ade lebih populer ketimbangFauzi Bowo. “Saya tidak mengatakansiapa yang akan maju karena partaisendiri belum menentukan. Semua harusmelalui mekanisme yang telah ditentukanpartai. Tapi Golkar akan tetap memprioritaskan kader terbaiknya dulu untukmaju,” kata Watty Amis SH dalam acarakunjungan reses anggota F-PG DPR diDPD II PG Jaksel (5/8). KemungkinanPartai Golkar bisa menentukan balon yangdiusungnya setelah Rapimda pada akhirSeptember mendatang.Mencuatnya nama Ade yang kini menduduki kursi Ketua DPRD DKI Jakarta kebursa Pilkada DKI Jakarta sempat membuat sewot Ketua DPD PDI-P Jakarta,Agung Iman Sumanto. Pasalnya, partaiberlambang pohon beringin itu dinilaimengingkari janji mendukung PDI-Pmengusung cagub dan cawagub di Pilkada2007.Sebelumnya, melalui koalisi kebangsaan yang dilakukan PDI-P dan Partai Golkar berhasil mendudukkan Ade sebagaiKetua DPRD DKI hasil Pemilu 2004.“Kalau mau jujur, dengan tujuh suarayang didapat Golkar, mustahil bisa menduduki pimpinan Dewan. Kalah jauh dariAhmad Heryana (F-PKS) yang menjadipemenang Pemilu 2004 yang lalu. Sayahanya minta Golkar bisa bersikap elegan,”kata Agung berharap. SPari sekian banyak bakal calon Gubernur DKIJakarta, ternyata tidak ada yang lebih dominan.Ini gambaran yang diperoleh berdasarkan hasiljajak pendapat yang digelar Soegeng Suryadi Syndicate.Jajak pendapat untuk merekam “mimpi” warga Jakartaterhadap gubernurnya mendatang dilakukan 12 -16 Juli lalu,mencakup 1.250 orang warga Jakarta yang menjadi respondennya. Mereka dipilih secara acak di 134 kelurahan dari43 kecamatan yang ada di Jakarta.Direktur Eksekutif lembaga ini, Sukardi Rinakit kepada pers(15/8) mengungkapkan, ada lima besar balon gubernur yangmenonjol. Namun di antara mereka tak ada yang dominan.Yakni Agum Gumelar di tempat pertama (17,56%), disusulHidayat Nur Wahid (17,39%), Sarwono Kusumaatmadja(16.98%), Rano Karno (15,75%) dan Fauzi Bowo (15%).Sedangkan untuk calon wakil gubernur, Faisal Basri menepatiurutan pertama dengan skor 24,40%. Disusul Rano Karno(21,76%), Fauzi Bowo (20,45%) dan Siti Nurbaya (8,66%).Kalangan responden tidak lagi mempersoalkan apakahcalon gubernur dan calon wagub itu dari kalangan militer atausipil. Mereka lebih menitikberatkan kepada kepribadian(33,14%), kepemimpinan (28,77%), kepedulian ( 13,85%) dankepandaian (10,39%).Berdasarkan jajak pendapat itu, masyarakat Jakarta“memimpikan” lingkungan kota yang bersih, aman dan memiliki fasilitas umum yang nyaman. Mereka menginginkangubernur mendatang lebih memprioritaskan peningkatankeamanan dan ketertiban umum, pembenahan lalu lintas,serta penataan lingkungan kota. SPDBERITA POLITIK

