Page 41 - Majalah Berita Indonesia Edisi 21
P. 41


                                    BERITAINDONESIA, 21 September 2006 41Komunitas Muslim Inggris Makin TerpinggirkanPihak berwenang Inggris berhasilmenggagalkan serangan teroris di BandaraHeathrow, London. Beberapa orangtersangka berhasil ditangkap. Paratersangka tersebut adalah pendudukInggris-Muslim yang sudah lama tinggal diInggris. Mengapa mereka tidakmenganggap Inggris seperti rumah merekasendiri dan malahan menyerang negeritempat dimana mereka dibesarkan?andara Heathrow diLondon pada hariKamis (10/8) yanglalu menjadi pusatperhatian dunia setelah tersiarkabar akan terjadi peledakanpesawat tujuan ke AmerikaSerikat dari Inggris oleh kelompok teroris dengan menggunakan bom cair. Kepanikanterjadi, pengamanan diperketat, dan jadwal penerbanganhari itu pun terpaksa harusdibatalkan. Berkat aksi cepatdari pihak berwenang Inggrismaka rencana teror pun berhasil digagalkan. Pihak berwenang Inggris juga berhasilmenangkap 24 tersangka, salah satunya dilepaskan beberapa waktu kemudian. Kebanyakan tersangka yang tertangkap berasal dari London,meskipun 6 orang ditangkap diHigh Wycombe, sebuah kotayang terletak antara Londondan Oxford, dan dua oranglainnya ditangkap di Birmingham. Seorang pejabat Inggris,seperti yang ditulis TIME,mengatakan bahwa kelompoktersebut sudah dipantau selama lebih dari satu tahun danmereka berencana menggunakan cairan yang seakan-akantidak berbahaya untuk kemudian diracik menjadi bom danakan diledakkan di dalam pesawat dengan menggunakanmesin pemutar MP3 (iPod)dan alat lainnya. Melihat rencana teror danadanya kesamaan dengan peristiwa teror sebelumnya selama dua dekade terakhir, adadugaan kuat bahwa pelaku aksiteror di negeri Union Jack itutidak bertindak sendirian.Pejabat pemerintahan Inggris,seperti yang ditulis TIME,mengatakan bahwa ada anggota jaringan al-Qaeda yangterlibat. Orang yang didugaberhubungan dengan al-Qaedadan yang menjadi otak rencana serangan bom di bandaraHeathrow adalah Rashid Rauf,penduduk Inggris keturunanPakistan, yang beberapa tahunlalu memutuskan kembali kePakistan setelah terjadi pembunuhan atas pamannya. Sebelum Polisi Inggris melakukan penangkapan terhadappara tersangka serangan bomdi Bandara Heathrow padatanggal 10 Agustus, beberapahari sebelumnya yaitu padatanggal 4 Agustus, Rashid Raufditangkap di tanah leluhurnya,Bahawalpur, Pakistan. Ia ditangkap ketika berada di Markas Jaish-e-Mohammed yangmerupakan jaringan al-Qedayang beroperasi di daerahKashmir. Seorang pejabat Pakistan, seperti yang ditulisTIME, mengatakan bahwaRauf dan kemungkinan bersama dengan orang lain, telahmengunjungi tempat dan orang yang sama di Pakistan seperti yang pernah dilakukanoleh dua dari pelaku bom bunuh diri yang menguncangLondon pada 7 Juli tahun lalu.Tindakan teror yang dilakukan oleh kelompok Muslimradikal yang berada di Inggris,seperti Rashid Rauf dan tersangka lainnya, menunjukkanbahwa Inggris telah menjadilokasi penting bagi kegiatanterorisme internasional. Adasekitar 745.000 pendudukInggris keturunan Pakistanyang menetap di Inggris, dantidak ada negara dalam duniaberkembang yang harus berurusan dengan arus informasidan ideologi pihak ekstremisdari kelompok radikal yangberada di Pakistan, sepertiyang dialami oleh Inggris.“Masalah terbesar bagi Inggristidak hanya jumlah pendudukInggris keturunan PakistanMuslim yang ada di dalamnegara mereka, tetapi jugabahwa orang-orang Muslim diInggris lebih senang berkomunikasi dengan orang dan tempat yang ada di Pakistan dibandingkan dengan komunikasi yang mereka lakukan dengan elemen masyarakat Inggris,” kata pejabat pemerintahan Perancis, seperti yangditulis TIME.Pemikiran-pemikiran kelompok ekstremis yang ada diPakistan tidak akan bisa berkembang di Inggris jika “tanah” di Inggris tidak memungkinkan hal itu terjadi. Kalaupun selama ini banyak penduduk Inggris Muslim yangmembuka diri kepada kaumgaris keras itu karena merekamerasa tidak diperhatikanhak-haknya oleh pemerintahInggris. Sejak peristiwa 9/11kelompok muslim di Inggrisboleh dibilang terpinggirkandari segi sosial dan ekonomi.Ada kelompok-kelompok tertentu yang menggulirkan citraburuk terhadap Islam. Mediapers juga turut menyudutkankomunitas Islam di Inggrisdengan menimbulkan sentimen anti-Islam di kalanganmasyarakat umum.Selain itu, ada juga ketidakpuasan dari komunitas Muslim di Inggris akan kebijakanluar negeri dari pemerintahanTony Blair yang mendukungpemerintahan Amerika Serikatdi Afganistan, Irak, dan TimurTengah. “Di satu sisi pemerintah Inggris tidak mengijinkanseseorang membawa iPod kedalam pesawat terbang denganalasan dapat dijadikan sebagaipemicu bom, tetapi di sisi lainmereka mengijinkan Amerikamengirimkan bom bagi Israelsupaya Israel dapat menghukum Libanon karena telahmenahan dua tentara Israel.Sepertinya pemerintah Inggrismemiliki standar ganda, danhal tersebut akan membuatkomunitas Islam di Inggrissemakin terisolasi,” kata BeenaFaridi, dari Britain’s IslamicHuman Rights Commissionseperti yang ditulis TIME.Saat ini, ada hampir 2 jutaumat Muslim di Inggris. Jumlah ini membuat kelompokMuslim di Inggris sebagaikelompok minoritas terbesardi Inggris. Walaupun demikian, dari 19 kursi parlemenyang disediakan untuk kelompok minoritas, hanya duakursi yang mewakili umat Islam sebagai yang paling besarpopulasinya. Berbagai kondisiini membuat kelompok Muslim di Inggris telah kehilanganidentitas karena tak punyaakar ke tanah asal, tapi takpula merasa diterima di tanahrantau. Celah inilah yang diisikaum garis keras. „ DAPBBERITA MANCANEGARA
                                
   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44   45