Page 35 - Majalah Berita Indonesia Edisi 21
P. 35
BERITAINDONESIA, 21 September 2006 35berdisiplin tinggi, beretos kerja kuat, taathukum dan menghormati kemampuandan pencapaian individu dan lain-lain cirimodern lainnya. Semua itu ditempuhmelalui pendidikan yang jelas. Singapuraberjalan dengan sistem yang jelas,sehingga siapa pun yang berada di dalammasyarakat kota itu, terbawa oleh sistemyang telah mapan itu. Dalam kenyataanharian, orang Indonesia yang kurangberdisiplin pun jika masuk Singapuradapat menjadi lebih disiplin dari padabangsa Singapura itu sendiri.Menurutnya, dalam mengambil contohpendidikan guna mempersiapkan danmenyongsong Indonesia 2020, kita tidakboleh apriori, hanya karena yang kitajadikan contoh bukan negara Islam(negara berbasis syariah Islam), jugabukan satu etnis kebangsaan. MasyarakatSingapura mayoritas penduduknyaberetnis Tionghoa (bukan Islam),Amerika Serikat adalah negara mayoritasProtestan terbesar di dunia, yangbelakangan ini presidennya getol“menyerang” dan mengkritik berbagaipendidikan yang sedang dijalankan olehnegara-negara “Islam” di seluruh dunia.Namun, kata Syaykh, kenyataan dalamkehidupan umat manusia, semangatpiagam Madinah dapat berjalan dinegara-negara yang kita sebut tadi. Jugasemangat ayat Alquran surat 106 ayat 3dan 4: “Maka hendaklah merekamenyembah Tuhan pemilik rumah ini(Kakbah). Yang telah memberi makanankepada mereka untuk menghilangkanlapar dan mengamankan mereka dariketakutan.” Bermakna, peribadatanterhadap sistem yang mampumengangkat kesejahteraan hidup umatmanusia terhindar dari kelaparan danterlindungi dari rasa ketakutan.“Memang Kakbah tidak berada diSingapura maupun di Amerika, namunsemangat dan pesan pemilik Kakbahdijalankan oleh Singapura dan Amerika.Sedangkan penjaga haramain, belummampu mengamankan peribadatantahunan yang dijalankan oleh umatmanusia sedunia, karena sistem modernbelum tampak dalam kehidupan diwilayah ‘penjaga’ haramain. Tiap tahunterjadi kematian sia-sia yang dialami olehumat Islam dengan dalih ibadah dan matisyahid, karena kelemahan sistempelaksanaannya,” jelas Syaykh.Dalam kaitan ini, Syaykh mengatakanmelaksanakan pendidikan dengan tujuanyang telah digariskan, kita tidak perlukhawatir terhadap penolakan dankecurigaan yang tumbuh dari masyarakatmaupun pemimpin keagamaan, yangbersifat tradisional, seperti yang telahdiuraikan tadi. “Memang seperti itulahrisiko mendidik untuk membangun sikapdan budaya yang bermakna,” ujarnya.Syaykh menegaskan, di Al-Zaytun,mendidik bukanlah mencetak kadermelainkan membimbing manusia ke arahhidup yang lebih baik dan lebih bermakna. Oleh karena itu, Al-Zaytun sebagaipusat pendidikan hanya menempatkan0,01% pengajaran, 99,99% lainnya adalahpendidikan. Bermakna, bahwa pamongdidik di Al-Zaytun dipersiapkanmembimbing dan membiasakan prosespengembangan psikologi, intelektual,fisik dan etika anak didik dengan penuhdisiplin selama 24 jam sehari.Ditegaskan, Al-Zaytun sangatmendalami makna mendidik yang seluasluasnya dan mampu memberi pendidikansecara netral. Bagi santri yang beragamaIslam, Al-Zaytun memiliki visi dan misiIslam (universal), dan tidak membawakepentingan firqah-firqah ke arenapendidikan. Sehingga kelak lulusan AlZaytun diharapkan mampu merangkulsemua mazhab, organisasi-organisasiIslam ke dalam satu wadah yakni Islamtanpa atribut sebagaimana yang dikenalbangsa Indonesia hingga hari ini.Cita-cita mempersatukan umat Islambangsa Indonesia agar menjadi umatyang ya’lu wa la yu’la ‘alaih ditempuholeh Al-Zaytun melalui pendidikan yangberwawasan dan ber-settinginternasional. Maka, dalam kaitan ini,salah satu yang patut digarisbawahibahwa santri Al-Zaytun, tanpa kecuali,sejak kelas 8 diwajibkan berkomunikasidengan bahasa Arab dan Inggris, selainbahasa Indonesia.Al-Zaytun bercita-cita dan bersungguhsungguh memperjuangkan peningkatankualitas pendidikan umat khususnya danbangsa Indonesia umumnya. Dalamkaitan itu, Al-Zaytun menganut (inginmerealisasikan) filosofi, sistem danstrategi pemberdayaan pendidikan umatdan bangsa yang tepat zaman, yakniPendidikan Ekonomi dan EkonomiPendidikan. Peserta didik dibimbinguntuk menguasai sistem perekonomianIslam serta mampu memadukankecerdasan dan keterampilan sumberdaya manusia dengan pengolahan sumberdaya alam yang berwawasan masa depan.Di samping itu, para santri dan segenapeksponen Al-Zaytun dibimbing dandipersyaratkan harus memahami esensiPiagam Madinah dan Declaration ofHuman Rights, yang merupakanlandasan pengamalan motto Al-Zaytunsebagai Pusat Pendidikan danPengembangan Budaya Toleransi danPerdamaian. Toleransi dan perdamaianamat didambakan oleh umat manusia dimuka bumi ini. Namun realisasinyanyaris masih tidak pernah didapatkan.Pendidikan Indonesia ModernUntuk membangun pendidikanIndonesia modern, menurut Syaykh, kitasebagai bangsa wajib mencari,menemukan dan menempuh jalan keluaryang rasional dan humanis. Syaykhmelihat problem pelaksanaan pendidikannasional Indonesia tersimpul dalam tujuhhal, yakni (1) Keterpaduan sistem, (2)Geografis, (3) Desa Kota, (4)Transportasi, (5) Sarana prasarana, (6)Kualitas pelaku didik, dan (7)Keseimbangan dana. Menurutnya, semuaproblem tersebut harus dicarikan jalankeluar yang humanis dan rasional.Menurutnya, masih banyak jalan keluarsebagai solusi problem tersebut. Berpikirdan berusaha untuk kemajuanpendidikan Indonesia modern tidak bolehberhenti.Perihal keterpaduan sistem,menurutnya, sebagai bangsa Indonesia,kita bersyukur kepada Tuhan YME, telahmewujudkan UU Sistem PendidikanNasional (UU No 20 Th 2003), sebagaifollow up maupun rentetan dari undangundang yang sama pada tahun-tahunsebelumnya, semenjak bangsa IndonesiaLENTERA

