Page 34 - Majalah Berita Indonesia Edisi 21
P. 34


                                    34 BERITAINDONESIA, 21 September 2006dan mentor (penasihat yang bijak).(g) Visionary and vision builder, yangmampu membantu membangun visibangsa dan negaranya dan memberiinspirasi bagi segenap lapisan masyarakatyang diposisikan sebagai pelanggan dankolega.Ciri-ciri produk pendidikan seperti inilah yang tengah diupayakan di Al-Zaytun.Upaya itu dilakukan dalam landasanpesantren spirit but modern systemmelalui manajemen pendidikan perspektif terpadu. Suatu manajemen yangbertitik tolak pada pengalaman masa laludan kondisi saat ini, serta berorientasi kemasa depan dalam berbagai dimensikehidupan secara terpadu.Terpadu dalam pengertian menempatkan pendidikan sebagai poros yangditunjang oleh berbagai faktor, termasukfaktor ekonomi secara mandiri. Selain itusistem pendidikan terpadu (integratededucation system) yang diterapkan di AlZaytun juga mengacu pada keberagamansuku, agama dan budaya bangsa ini. Halmana integrated education system ituditerapkan di dalam a multi faith dan amulti cultural society. Sistem ini merupakan pengejawantahan visi dan misi AlZaytun sebagai Pusat Pendidikan BudayaToleransi dan Perdamaian.Jika ditilik dari rekomendasi UNESCOtentang 5 pilar utama pendidikan abad 21yaitu learning how to think (belajar bagaimana berpikir), learning how to do(belajar bagaimana berbuat), learninghow to be (belajar bagaimana menjadidiri sendiri), learning how to learn (belajar bagaimana belajar), dan learning howto life together (belajar bagaimana hidupbersama), Al-Zaytun telah mengupayakanpenerapannya. Sehingga output-nyadiyakini akan acceptable dan marketablebagi kebutuhan lokal dan global.Kelima visi dan pilar pendidikan duniaabad ke-21 itu, bahkan telah dilaksanakanoleh Al-Zaytun ini jauh hari sebelumUNESCO merekomendasikannya keseluruh dunia pada awal milenium ketigaini. Sejak tahun 1993 para pimpinanYayasan Pesantren Indonesia, pendiri AlZaytun, telah menggodok segala aspekyang berkaitan dengan kebutuhanpendidikan manusia abad ke-21 itu.Terlihat dari arah dan tujuan Al-Zaytunyang bervisi pada hidup bersama denganpenuh toleransi dan damai. Visi yangdiletakkan pada asas berpikir, berbuat,menjadi diri sendiri dan memahamisejarah kemanusiaan sebagai pilar-pilarkehidupan yang diharapkan mampumembangun atap perdamaian dunia yangpenuh dengan toleransi dan cinta kasih.Semangat dan SistemMengapa berbentuk dan bersemangatpesantren? Syaykh AS Panji Gumilangmengatakan bahwa kehidupan pesantrenmerupakan suatu lembaga (embrio) kehidupan masyarakat yang dapat mewujudkan kebersamaan, keterbukaan, kebebasan, tolong-menolong, saling hormatmenghormati, yang selalu haus akan ilmupengetahuan dan berjiwa mandiri.Dijelaskan, kehidupan pesantren selalumencontoh dan dicontohi oleh kehidupanpara pembimbing dan kiai denganketeladanan yang baik dan tak hentihentinya, sehingga akan menimbulkansuatu kebiasaan positif yang tak hentihentinya dilaksanakan di perkampunganpesantren tersebut.“Perkampungan pesantren yang dihunipara santri, dengan bimbingan para kiaiyang diarahkan pada manhaj al dirasah(kurikulum pengajaran) yang pasti,dengan kesederhanaan dan kemandiriansudah tentu akan tercapai suatu spirityang kokoh, itulah jiwa pesantren,” katanya menjelaskan mengapa bentuk dansemangat pesantren dijadikan sebagailandasan pacu lembaga pendidikan ini.Namun, semangat pesantren itu harusdipadukan dengan sistem modern. Sebab,menurutnya, untuk mencapai kurikulumyang komprehensif dan up to date dipendidikan pesantren ini, harus beranimenempuh sikap modern, yakni sikapyang sanggup mengantisipasiperkembangan zaman yang selalumencabar yang pasti dihadapi oleh setiapgenerasi. “Oleh sebab itu landasan yangdianut Al-Zaytun adalah pesantren spiritbut modern system,” tegasnya.Individu santri yang dijiwai denganspirit berakhlak mulia, berpengetahuanluas, berpikiran bebas dan berbadansihat. Insya Allah akan sanggupdiarahkan kepada sistem modern dalamsegala hal. Itulah kiranya yangmelatarbelakangi Al-Zaytun.Peletakan spirit pesantren dalammelaksanakan pencapaian pendidikan diAl-Zaytun, juga dilatarbelakangi duniapesantren pada zaman keemasannya yangmemiliki dinamika intelektual sebagaitanda sistem pendidikannya. Maka AlZaytun selalu menampilkan semboyanpesantren spirit but modern system,dengan harapan agar pendidikan terpaduantara faktor sosial ekonomi, teknik danbudaya, yang diterapkan dapatmenghasilkan perkembangan ekonomi,intelektual, dan sosial budaya bagi umatdan bangsa.Dalam hal menganut sistem modernitu, Syaykh Al-Zaytun menegaskanbanyak mengambil contoh dari negaranegara yang telah terlebih dahulumencapai kemajuannya, apakah itunegara Islam (negara berbasis syariahIslam) atau bukan. Ia menyebutSingapura dan Amerika Serikat menjadicontoh pendidikan termaju di dunia.Pencapaian kemajuannya dititi daripenataan pendidikan, sehingga ciri-ciridan praktik masyarakat modern sangatjelas dalam aktivitas kehidupan.Masyarakat Singapura selalu bergerak Lberdasar pengetahuan, berprogram jelas,ENTERAMutiara Pemikiran Syaykh Al-ZaytunSemangatpesantren ituharus dipadukandengan sistemmodern. Sebab,untuk mencapaikurikulum yangkomprehensif danup to date dipendidikanpesantren, harusberani menempuhsikap modern,yakni sikap yangsanggupmengantisipasiperkembanganzaman yang selalumencabar yangpasti dihadapi olehsetiap generasi.Oleh sebab itulandasan yangdianut Al-Zaytunadalah pesantrenspirit but modernsystem.34
                                
   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38