Page 36 - Majalah Berita Indonesia Edisi 21
P. 36


                                    36 BERITAINDONESIA, 21 September 2006merdeka. Ia pun memaknai jiwa undangundang itu, bahwa pendidikan adalahsuatu usaha bertujuan mengarahkankepada full development of personality,yakni membangun, membentuk watakmaupun kepribadian yang utuh dalamsistem pengasuhan peserta didik yangberkelanjutan (tiada henti), sehinggaterwujud sound in mind and body yangtercermin dalam pribadi bangsa yangcerdas (intelektual, emosional, spiritual),bangsa yang bijak dan bajik yang maumemosisikan diri dalam berbagai kondisiyang tersimpul dalam berbagai sikap,who love truth and justice, esteemindividual values, respect labor, andhave a deep sense of responsibility.Menjadi bangsa yang menguasai sainsdan teknologi, bangsa yang sanggupmencintai negaranya dengan penuhtanggung jawab, mampu menciptakanperdamaian masyarakat dan negaranya.Bangsa yang sanggup bergaul denganbangsa-bangsa lain dengan peradabanyang tinggi.Menurutnya, pencapaian pendidikannasional seperti itu memerlukanketerpaduan sistem. Sehingga akanmenjadi milik kita semua, milik bangsaIndonesia, bahkan akan menjadi milikumat manusia secara keseluruhan.Pendidikan yang dimiliki secara bersama,akan mampu melibatkan segala lapisanbangsa: peserta didik, pelaku didik,masyarakat, pemerintah, dan sistem itusendiri, semuanya menyatu dalam usahamencapai cita-cita pendidikan nasionalyang telah disepakati bersama.Keterpaduan seperti itulah yang akanmembawa kejayaan pendidikan, danketerpaduan seperti itulah yang harusdiwujudkan dalam aktivitas pendidikansecara nyata.Perihal geografis, Syaykh menyebutproblem luasnya geografis dalam bentukkepulauan yang menyebar, yangmewujudkan berbagai bentuk budaya danbahasa, yang telah dihadapi dengansistem pendidikan sentralistis, ternyatamembuahkan hasil yang kini dituai olehpendidikan nasional yakni: Sumber DayaInsani Indonesia yang belum mampubangkit secara berarti. Kini, katanya,sikap keberanian mengadakan evaluasitelah tumbuh dalam kalangan bangsaIndonesia, terhadap jalannya pendidikannasional kita. Kita telah berani masukdalam perubahan-perubahan baik sikapmaupun pola pikir menuju perbaikan.Otonomi pemerintahan daerah danpendidikan telah dicanangkan.Pemerintahan Daerah dan Kota telahmendapat wewenang luas dalammengatur kebijakan pendidikan nasional.Perihal masalah transportasi,menurutnya, jika tidak ditata denganseksama, justru akan membawa efek yangsangat krusial dalam pelaksanaanpendidikan. Negara kepulauan memilikirisiko yang sangat tinggi dalam haltransportasi. Transportasi yang dikeloladengan baik, akan sangat menunjangkesuksesan pendidikan. Sentra-sentrapendidikan dalam satu daerah mestinyamendapat perhatian khusus daripemerintah berupa kemudahantransportasi bagi siapa saja yangmengadakan hubungan dengan sentrapendidikan tersebut. Terkadang,perhatian pemerintah dalam hal tersebutmasih belum berimbang.Berbagai contoh nyata, betapalemahnya visi pemerintah daerah tatkalaberdiskusi tentang penggunaan jalan rayayang menghubungkan dari dan ke suatutempat pendidikan, karena adanyatindakan pembatasan penggunaannyaoleh pemda tersebut, dengan tiada bebanpimpinan daerah itu mengatakan: “Kasihtahu mereka yang akan datangberkunjung, agar menggunakan buskecil”. Kejadian ini menimpa padaManajemen Pendidikan Al-Zaytun,untung Al-Zaytun berakidah toleransidan perdamaian, sehingga mampumengukur isi kepala orang yangmengucapkan kata-kata itu di zamanglobalisasi ini, kita yang berperadaban inimenjadi malu sendiri mendengar ucapantersebut. Mudah-mudahan tidak terjadidi lain daerah.Sementara problem desa-kota,dijelaskan, distribusi penduduk, 57%tersebar di 70.000 desa, di dalam 6.850kepulauan besar dan kecil, menjadiproblem tersendiri bagi pelaksanaanpendidikan nasional. Tipe, kondisi, danlokasi desa-desa seperti itu, mestiterjamah oleh program pemerataankualitas pelaksanaan pendidikan nasionalsecara sistematis. Warga pedesaanIndonesia menjadi penentu perubahantampilan Indonesia masa depan dalamsegala bidang, baik yang bersifat positifmaupun sebaliknya.Menurutnya, kesatuan dan persatuankeutuhan dan integritas, nasional masadepan sangat ditentukan olehkeberhasilan bangsa ini dalammeningkatkan kualitas pendidikan dipedesaan. Jika kita berbicara kualitaspendidikan, sasarannya harus seutuhnya,yakni bagi seluruh masyarakat desa dankota. Perbedaan yang selama ini sangatmenonjol, harus dibuatkan jalan danjembatan yang kokoh menuju persamaan.Program meningkatkan kualitaspendidikan dan menciptakan pendidikanexcellence adalah untuk seluruh bangsa,perkotaan maupun pedesaan. Excellencein education imperative to nationalsurvival. “Itu yang kita simpulkan,”katanya.Begitu pula masalah sarana prasarana.Lebih dari enam puluh tahun bangsaIndonesia dengan bebas menjalankanpendidikan nasional, bebas menentukansistem, kurikulum, pendanaan dan lainlain. UU sistem pendidikan pun telah Ldatang silih berganti, semua bertujuanENTERAMutiara Pemikiran Syaykh Al-ZaytunNegarakepulauanmemiliki risikoyang sangat tinggidalam haltransportasi.Transportasi yangdikelola denganbaik, akan sangatmenunjangkesuksesanpendidikan.Sentra-sentrapendidikan dalamsatu daerahmestinyamendapatperhatian khususdari pemerintahberupakemudahantransportasi bagisiapa saja yangmengadakanhubungan dengansentra pendidikantersebut.Terkadang,perhatianpemerintah dalamhal tersebutmasih belumberimbang.36
                                
   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40