Page 38 - Majalah Berita Indonesia Edisi 21
P. 38
38 BERITAINDONESIA, 21 September 2006pendidikan secara jujur dan tepatsasaran.Di Indonesia ini, katanya, pasti masihbanyak yang miskin, tapi tidak sedikitorang kaya, dan banyak juga wargabangsa yang memiliki jiwa mandiri danbebas yang penuh semangatentrepreneurship. “Jika hal itudiseimbangkan dalam satu ikatankebersamaan menghadapi problempendidikan Indonesia modern, pasti akandahsyat hasilnya,” ujarnya.“Kepada kelompok bebas, mandiri, danberjiwa entrepreneur, mari kita mulaimelangkah memberi keberpihakanberupa pertolongan yang real bagisebagian besar rakyat Indonesia yangmasih tergolong miskin agar merekaselamat dan terbebas dari kebodohansebab jika itu tidak dapat dengan segerakita lakukan, sebagian kecil orang kayaIndonesia juga menjadi tidak selamat,”kata Syaykh.Ia mengutip Presiden AS John F.Kennedy yang pernah mengingatkanbangsanya, “Jika kelompok masyarakatbebas tidak dapat menolong sebagianbesar orang miskin, maka mereka puntidak dapat menyelamatkan sebagiankecil orang kaya.”Syaykh berkeyakinan bangsa ini dapatmenjalankan berbagai pesan tokohkemanusiaan yang telah disampaikantadi, sekalipun kita begelimang hidup ditengah-tengah zaman Indonesia yangserba nyungsang, yakni zaman: Ingngarso mangun karso, ing madyonumpuk bondo, tutwuri hanjegali. Kalaudibahasakan dalam bahasa halusnyaadalah zaman bid’ah dari pesanleluhurnya yang agung.Image Sekolah BerkualitasSyaykh Al-Zaytun juga memberigambaran tentang pendidikan (sekolah)Indonesia modern, sebagaimanadirintisnya di Al-Zaytun ini. Menurutnya,pendidikan dan sekolah akan sangatmemengaruhi pada pembentukanperilaku peserta didik dan jalannyaproses pendidikan formal. Karenanyapendidikan (sekolah) Indonesia modernkini dan mendatang harus selalu up todate dan berkualitas, tidak boleh asalasalan dalam segala seginya. SekolahIndonesia harus memiliki citra/imagesebagaimana image yang dimiliki olehsekolah berkualitas antarbangsa.Syaykh menyebut image sekolah yangberkualitas biasanya selalu menampilkanschool-image seperti berikut: Pertama,School as a factory (sekolah laksanaperusahaan). Metafor sekolah laksanaperusahaan menekankan suatu imagepada teori pendidikan dan praktik.Metafor perusahaan, karena sifatnyamemproduksi massal, teknik jaringanpemasangan (assembly) dan qualitycontrol. Kepala Sekolah sebagai manajer,guru sebagai karyawan dan murid sebagaiproduk yang harus digerakkan dandibentuk.Kedua, School as a hospital (sekolahlaksana rumah sihat). Metafor a hospitaluntuk sekolah adalah dalammembedakan manajemen dan putusanputusan profesional, laksana hospitaldalam pengajaran diagnosis perspektif,pengajaran individu dan sederet tes sertapendekatan yang bersifat klinik.Ketiga, School as a log (sekolah laksanalog), mengacu kepada bentuk sekolahklasik di mana dasar-dasar yangditekankan, guru diberi penghormatandan status yang tinggi, diseleksi secaracermat dan ditunjang dengan materi dansumber-sumber lainnya.Keempat, School as a family (sekolahlaksana keluarga), menunjukkan bahwamurid harus dilayani/diperlakukansebagai individu yang utuh, seluruh anakdidik, harus dididik dan mereka tidakdipaksa sebelum mereka siap. Model inimengasumsikan bahwa hubungan antaraguru dan murid adalah paling pentingdalam kegiatan pendidikan di sekolah.Kelima, School as a war zone (sekolahlaksana zona perang), metafor inimenggambarkan antara konflik dandamai dan aksi agresif merupakan bagianyang diharapkan dalam kehidupansekolah dan kelas. Kalah dan menanglebih penting dari pada cooperation andaccommodation.Keenam, School as a knowledge workorganization (sekolah sebagai organisasikerja ilmu pengetahuan). Sekolah sebagaitempat kerja merupakan pandangan yangpaling banyak dianut. Dikuatkan denganadanya berbagai pekerjaan tugas darisekolah, berupa pekerjaan rumah,pekerjaan kelas, dan pekerjaan lainnya.Karenanya, sekolah sebagai organisasikerja ilmu pengetahuan. Peserta didik kedepan akan menjadi pekerja ilmupengetahuan (knowledge workers).Mencipta dan mewujudkan image ataucitra pendidikan Indonesia modernseperti yang diurai tadi, merupakanusaha besar yang wajib ditempuh olehseluruh kekuatan warga bangsa Indonesiatanpa terkecuali, pemerintah, swasta,pemimpin dan rakyat, kaya dan miskin.Dengan image pendidikan seperti itu,maka sekolah dan pendidikan Indonesiamodern merupakan proses pendidikanterbuka yang mudah dimasuki danmenerima ide-ide dan konsep-konsepbaru yang selalu muncul.Menurut Syaykh, sejarah pendidikanIndonesia selama ini belummempersiapkan siswa untuk berpikir danbersikap mandiri yang kreatif, sepertiimage sekolah yang diuraikan tadi. Yangdikembangkan selalu mengarah kepadapenguasaan sesuatu yang dipersiapkanuntuk menjadi pegawai yang setia danpatuh, bukan pengembangan kecerdasan,kepekaan, dan kesadaran sebagai Lentrepreneur.ENTERAMutiara Pemikiran Syaykh Al-Zaytun38Kurikulum AlZaytun menganutflexible andintegratedcurriculum(kurikulum yangfleksibel danterintegrasi).Merupakankurikulumpendidikan yangkomprehensif,modern dan selalusensitif sertatanggap terhadapperkembanganzaman, sehinggaselalu up to date(‘ashry) adanya.Kurikulumtersebutdititikberatkankepadapencapaian ilmudan teknologi yangdijiwai denganiman dan takwakepada Allah.

