Page 43 - Majalah Berita Indonesia Edisi 21
P. 43
BERITAINDONESIA, 21 September 2006 43BERITA KHUSUSnumpang, mirip layanan busway. Soemino berharap dengan penerapan tiketelektronik ini, pembelian tiket dan penumpang lebih tertib dan nyaman.Dengan menggunakan layanan tiketelektronik diharapkan tidak ada lagi penumpang yang naik kereta tanpa membelitiket. Sistem ini akan menekan kebocoranpendapatan dari penjualan tiket manualyang selama ini diperkirakan mencapai30%.Sistem tiket elektronik, itu menggunakan peralatan canggih seperti KA di negara maju, seperti di Jepang. Dengan memanfaatkan media kartu elektronik ataulayar sentuh. Sistem ini sangat mengurangi intensitas pertemuan petugas KAatau kondektur dengan penumpang KA,merupakan solusi efektif mencegah kebocoran,” ungkap Soemino.Maka, jelas Soemino, kebijakan kita bagaimana meningkatkan peran KA sebagaiangkutan massal, kita mengejar tidakmenunggu. Peran kita harus meningkat,ada tiga strategis, yakni peningkatanpengembangan, aksestabilitas, pembangunan, aspek peningkatan keselamatandan pelayanan optimal, baik peningkatanutilitas dan peningkatan kapasitas lintas(pass block dan parsial double track).“Dalam jangka pendek, menengah danpanjang perhatian terhadap faktor keselamatan selalu diutamakan, ketepatanwaktu, kapasitas terangkut dan keterpaduan intra antar moda, sasaran KA menjadi semakin bagus,” tutur Soemino.BerpacuPerhatian pada aspek sarana KA yangmakin ditingkatkan kapasitasnya, di sisilain, parasana juga ikut bergerak maju,semisal pengembangan pembangunanjalur ganda yang tersebar di berbagaiwilayah di Jawa dan Sumatera.Dalam kesempatan berbeda, Setiawankuasa pengguna anggaran atau satuankerja pengembangan PerkeretaapianJabotabek (Tanah Abang-Serpong), sependapat dengan penilaian bahwa prasarana KA saat ini secara bertahap jauhlebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.Pemerintah telah menempuh berbagaikebijakan serius guna membangun prasarana KA. Misalnya, prasarana sudah tuabanyak diganti baru dan berbagai pembangunan double track, diantaranyaTanah Abang-Serpong.Jika sebelumnya, bantalan rel dari kayudiganti bantalan beton, semula jenis rel(R-42 dan R-33) sekarang berubah menjadi R-54. Disadari, pembangunan danpengembangan prasarana KA butuhwaktu dan dana yang tidak sedikit.Namun, secara bertahap prasarana KAsemakin tampak jauh lebih baik.“Semua itu bukti konkret keseriusandan perhatian pemerintah terhadap pembangunan prasarana kereta api,” tukasmantan pimpro lintas timur yang memberi dukungan terhadap pembangunandan pengembangan prasarana KA komuter Surabaya-Sidoarjo yang diresmikanIbu Megawati saat menjabat Presiden.Menyinggung target waktu penyelesaian pembangunan double track TanahAbang-Serpong, ada kalangan yang ragubisa mencapai target yang ditetapkanpemerintah. “Saya optimis target yangdiberikan pemerintah dapat tercapai, inimerupakan kepercayaan dan amanahyang diberikan kepada saya, untuk melakukan pekerjaan sebaik-baiknya,” kataSetiawan.Secara fisik, ungkapnya, kondisi saatini, pembuatan jembatan, persiapan jalurdan bantalan beton sebagian sudah siap,sebagai kesiapan pemasangan rel KA. Disamping pembangunan stasiun Serpongyang representatif dan stasiun lain, antaraTanah Abang- Serpong.Bagaimanapun, lanjutnya, pembangunan prasarana KA yang sesuai standarstandar prasarana perkeretaapian internasional, khususnya pembangunan jalurganda Tanah Abang-Serpong, diharapkanturut mendukung kelancaran operasionalKA, di samping pelayanan kepada pengguna jasa KA makin baik,” ungkap dia.Dengan berbagai bukti, pemerintah memiliki obsesi dan kemauan politik yangkuat untuk mengembangkan pembangunan prasarana kereta api nasional. Dalammendukung percepatan pertumbuhan ekonomi dari jasa angkutan KA. Prasarana KAyang memadai, akan dapat memberikankontribusi yang optimal kepada lalulintasKA secara keseluruhan. RIPrasarana: Kesiapan pemasangan bantalan beton KA.Persiapan: Pembangunan jembatan. foto: berindo samsurifoto: berindo samsuri

