Page 44 - Majalah Berita Indonesia Edisi 21
P. 44


                                    44 BERITAINDONESIA, 21 September 2006Menjaring Bakal Calon Gubernur DKISejumlah nama bakal calon gubernur DKI Jakarta mulaimengemuka. Parpol pun memasang strategi. Salingmengintip bakal calon yang akan diusungnya.emilihan Gubernur DKI Jakartabaru akan dilakukan tahun depan. KPUD pun masih belummenunjukkan aktivitasnya. Namun sejumlah nama bakal calon sudahmengemuka. Mereka sudah mendekatipartai-partai politik sebagai kendaraanpolitiknya menuju kursi orang nomor satudi DKI Jakarta. Sederetan nama bakalcalon (balon) gubernur itu diantaranyaAgum Gumelar, Sarwono Kusumaatmadja, Hidayat Nur Wahid, Fauzi Bowo,Bibit Waluyo, Adang Daradjatun, FaisalBasri dan Rano Karno. Beberapa kandidatbahkan mulai melakukan aktivitas yangmengarah pada pengenalan figur merekakepada warga masyarakat Jakarta.Kegiatan ini tak hanya dilakukan parabakal kandidat gubernur. Namun juga dikalangan partai politik itu sendiri. Selainmenetapkan beberapa kriteria, sejakbeberapa waktu lalu sejumlah parpolsibuk mengatur strategi menampungnama-nama balon yang akan diusungnyadalam pilkada nanti.PDI-P dikabarkan sudah menampungempat balon yakni Agum Gumelar, Sarwono Kusumaatmadja, Bibit Waluyo danFaisal Basri. Pengamat ekonomi FaisalBasri mengaku memilih PDI-P karenamerupakan satu-satunya partai yangmembuka ruang pada siapapun. (IndoPos, 3/8)Seperti halnya Faisal Basri, Bibit Waluyo juga menyatakan dirinya sudah bulatuntuk mencalonkan diri sebagai kandidatgubernur melalui PDI-P. “Saya sudah bulat untuk mencalonkan diri sebagai kandidat gubernur,” tegasnya. Tentang ketatnya persaingan dengan balon lain sepertiAgum Gumelar dan Sarwono, mantanPanglima Kostrad dan Pangdam Jaya inimenyerahkan sepenuhnya kepada PDI-P.Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yangberlatarbelakang agamis ternyata lebihcenderung mencari balon yang berlatarbelakang nasional ketimbang agamis atauyang paralel lurus dengan garis partai. Apaalasannya?“Banyak alasan dan pertimbangannya,”ujar Selamat Nurdin, Ketua DepartemenKepeloporan pemuda Bidang PembinaaanPKS yang sekaligus Ketua Tim VerifikasiPemilihan Cagub dan Cawagub. Nurdinmenyebut salah satu alasan adalah gubernur tepilih akan memimpin jutaan orang dari latar belakang budaya danagama yang berbeda. “Di Jakarta orangnya beraneka ragam, sangat tidak mungkin kalau PKS ngotot untuk memilih cagub dengan patokan agama,” ujarnya.Anggota DPRD Jakarta itu berharapCagub yang diusung PKS nanti akanmampu menetralisir semua permasalahan tanpa harus melihat dari sisi agamasaja. “Nasionalis yang kami maksud yaitubisa memberi kebebasan pada masyarakatJakarta untuk bisa berkembang tanpaharus melihat dikotomi agama yangdianut,” paparnya.Selain berjiwa nasional, calon yangdiusung partai ini juga harus berjiwareformis. Jika terpilih menjadi Gubernurharus bisa membawa perubahan bagi kotaJakarta ke arah yang lebih baik. Jikakedua kriteria itu tidak dijalankan, adakekhawatiran Cagub itu hanya bisa ongkang-ongkang kaki menikmati kemenangan. Padahal melihat kondisi DKIJakarta, masih banyak yang harus diubahdan digali untuk kepentingan masyarakat.Lantas siapa calon yang akan diusung?Berdasarkan verifikasi yang dilakukan,Adang Darajatun yang kini menjabatWakil Kepala Polri menjadi pilihan. Tapikarena agenda pilkada masih jauh, PKSbelum berani menentukan apakah nantinya Adang yang akan dipilih PKS untukmaju dalam Pilkada 2007 atau ada figurlain yang sejiwa dengan Adang. “Kita lihatsaja tanggal mainnya,” tandasnya.Ketua DPW PPP DKI Jakarta AhmadSuaidy dalam suatu kesempatan menyatakan balon gubernur DKI dari PPP akandibahas dalam Muswil awal Sep 2006.Kemungkinan hanya akan ada dua namabalon. Nama itu akan dimunculkan bertepatan dengan dibukanya pendaftarancalon oleh KPUD awal tahun depan.Sementara ini perhatian PPP terfokuspada Fauzi Bowo dan Agum Gumelar.Sedangkan nama Bibit Waluyo dicoretkarena yang bersangkutan sudah melamar ke PDI-P.PBERITA POLITIK
                                
   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47   48