Page 64 - Majalah Berita Indonesia Edisi 21
P. 64


                                    64 BERITAINDONESIA, 21 September 2006Influenza yangTak Kunjung RedaAkibat flu burung, Indonesia rugi 70 jutadollar AS. Kampanye flu burung secaranasional dimulai September ini.eboh flu burungyang kini melandaKabupaten Garut,Jawa Barat, menandakan upaya pencegahansecara nasional belum dilakukan maksimal oleh pemerintah. Seperti diberitakan berbagai media massa, terdapatsembilan kasus dugaan penyakit ini di Garut, Jawa Barat,dan dua di antaranya positif.Salah satunya kematiananak perempuan berusia sembilan tahun pada 15 Agustus2006, sementara yang lainanak laki-laki berusia 17 tahunyang akhirnya dapat disembuhkan.Sebagai tindakan pencegahan, pemerintah merawat semua pasien dengan gejala-gejala serupa yang ada di areatersebut, hingga hasil tes laboratorium didapatkan. Hinggasaat ini, belum ada bukti virustersebut menular dari manusiake manusia.Tim dari Komnas FBPI, Departemen Kesehatan, WHO,bersama jajaran dinas kesehatan provinsi dan kabupatenmeninjau langsung ke lapangan di Cikelet, Garut, JawaBarat. Tujuannya menginvestigasi dugaan kasus dan mengambil langkah-langkah pencegahan untuk menghindaripenyebaran kasus infeksi fluburung.Pemerintah Kabupaten Garut telah mendirikan poskountuk mengkoordinasikan aktivitas di lapangan. Sampaisaat ini tim telah mengumpulkan ratusan unggas, danmasyarakat di area-area yangterjangkit sudah mendapatTamiflu gratis.Meski, menurut MenteriKesehatan Siti Fadilah Supari,kasus di Garut bukanlah kasusklaster (kelompok) karenatempat tinggal para korbanberjauhan, namun pemerintahmulai memikirkan solusi untuk mempersempit penularanvirus ini.Koran Tempo melaporkan,Komisi Nasional PengendalianFlu Burung dan KesiapsiagaanPandemi Avian Influenzamengadakan kampanye fluburung secara nasional mulaiSeptember.Kampanye ini berisi pemahaman masyarakat terhadappenularan flu burung berikutcara pencegahan, cara hidupbersih, dan sehat. DidukungUSAID dan UNICEF, kampanye dilakukan melalui televisi,radio, surat kabar, penyebaranleaflet atau brosur kecil, sertapenyuluhan langsung ke masyarakat melalui komisi daerah pengendalian flu burung.Penanganan flu burung terhambat oleh kebiasaan masyarakat Indonesia dalam berbudidaya ternak unggas. Kebiasaan masyarakat yang selalu kontak langsung denganunggasnya harus diubah. Tapiini sulit, antara kandang unggas dengan tempat tinggalwarga umumnya menyatu. Secara ekonomis, unggas jugamerupakan ternak piaraanyang paling murah. Bahkan,masyarakat menjadikannyasebagai sumber penghasilan.KerugianKompas, 24 Agustus 2006,melaporkan bahwa pemerintah provinsi Sumatera Utaraminta penanganan kasus fluburung sebaiknya didesentralisasikan atau diserahkan kedaerah. Permintaan ini terkaitvirus H5N1 yang saat ini dipastikan menyebar ke empatkabupaten di Sumatera Utara.Pemerintah pusat dimintamembantu pengadaan saranadan prasarana yang diperlukan agar daerah mampu melakukan penanganan maksimal.Saat ini, setiap kali pemerintah ingin memastikan sampelkotoran unggas atau darahmanusia positif flu burung, harus dikirim ke Jakarta. Di sisilain, virus flu burung terus menyebar ke berbagai daerah, seolah sulit dikendalikan. Eddyjuga minta agar pemerintahpusat menjadikan daerah-daerah penyebaran flu burung sebagai tempat penyangga persediaan (buffer stock) tamiflu.Sementara itu, Suara Merdeka di hari yang sama, melaporkan bahwa sektor ekonomiIndonesia jebol hingga angka170 juta dolar AS. Demikiandiungkapkan Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN Departemen Luar Negeri Dian Triyansah Djani di Bandung,Kamis (24/8).Angka itu masih di bawahThailand, yang mencapai 1,2miliar dolar AS dan Vietnamsebesar 200 juta dolar AS.Sementara negara lainnya seperti Kamboja, Laos, dan Malaysia jumlah kerugian masihdalam bilangan juta dolar AS.Kerugian itu lebih disebabkankepada pemusnahan dan kematian unggas.Untuk kasus terhadap manusia, Indonesia sedikitnyaterdapat 60 orang yang positifterjangkit flu burung dengan50 orang di antaranya meninggal, atau lebih dari 75 persen.Angka ini merupakan yangterbesar di kawasan ASEAN.Djani mengungkapkan pulabahwa untuk penanggulanganflu burung di kawasan ASEANsejumlah bantuan telah diberikan. Di antaranya dari Jepangsenilai 46,8 juta dollar AS.Bantuan ini digunakan bagipengadaan obat Tamiflu, bajudan peralatan perlindungandiri untuk petugas yang menangani virus tersebut.Merebaknya flu burung sedikit banyak juga akan berpengaruh terhadap citra Indonesia di dunia internasional. Sektor yang terimbas salah satunya pariwisata. „ RHHBERITA KESEHATAN
                                
   58   59   60   61   62   63   64   65   66   67