Page 41 - Majalah Berita Indonesia Edisi 39
P. 41
BERITAINDONESIA, 07 Juni 2007 41LENTERAmenghasilkan emas. Banoang itu sebuahbuah yang bisa menjadi emas. Tapibelum tersentuh oleh pembangunanpendidikan oleh pimpinan negaranya.Sekarang masyarakat bangkit, besoktanggal 20 adalah hari kebangkitannasional, diawali dari masyarakatCibanoang membangun sebuah pusatpendidikan. Tidak terlalu besar, hanyaseluas 6 x 16 meter di lahan 10 ribumeter. Dan ini tahap pertama, mudahmudahan nanti Pak Richard datang lagi,dan akan kita bangun lagi, bangun lagiyang lebih besar.”Syaykh berpesan, tolong sampaikankepada bangsa Amerika, di Cibanoangada sekolah yang baru dibangun karenatidak tersentuh oleh kebijakanpemerintahnya. Dibangun oleh rakyatsendiri, buat rakyat Indonesia yang adadi sini.“Kita buktikan bahwa masyarakatCibanoang mampu membangun. Kitabangun 31 hari, alias satu bulan. Hari inikita mulai, dan tanggal 23 Juni kita akanresmikan. Kita undang pemimpinpemimpin supaya paham, di sinimasyarakatnya sudah tidak sabarmenunggu apa kebijakan yang akandiberikan oleh pemimpinnya, sehinggamembangun sendiri,” urai Syaykh AlZaytun.Syaykh menyampaikan rasa iba, harudan bangga karena masyarakatCibanoang mampu membangun. “Kamihanya mendatangkan tukang, kamihanya mendatangkan batu, tidak pakaiuang membangun, sama sekali tidakmenggunakan uang, tidak penting uangitu. Yang penting ada batu, batu adapabriknya, batu bata ada pabriknya,semen ada pabriknya, kayu adahutannya, genteng ada pabriknya, tidaklaku uang itu. Apalagi masyarakat tidakdipungut uang sesen pun, hanyamengumpulkan padi 20 Kg untukmemberi makan tukang selama satubulan,” jelas SyaykhSyaykh memaparkan bangsaberpendidikan itu maknanya bangsayang akan punya masa depan, akanmampu menginjak masa depannyadengan baik. Bangsa yangpendidikannya kurang akan suram masadepannya. “Maka anak-anakku rebutpendidikan, rebut toleransi. Akan kitadirikan sekolah tingkat dasar, kemudiannanti tingkat menengah, kemudiantingkat menengah atas, kemudianperguruan tingginya ke Universitas AlZaytun,” katanya.Lalu, Syaykh bertanya: “Siapa yangmembiayai sekolah ini nanti?” Dankemudian dijawabnya sendiri: “Kitabangsa yang kuat, masyarakat yangkuat, yayasan pesantren Indonesia yangkuat, karena didukung oleh masyarakat.Jangan kahwatir biaya pendidikan,paling-paling kita cuma urunan. Tidakusah membayar, tapi urunan.”Bagaimana caranya? “Karena di sinipunya padi, urun pakai padi, yang punyajagung urun pakai jagung, tidak punyajagung tidak punya padi, hanya punyatenaga urun tenaga, tidak punya tenagaurun doa,” jelas Syaykh, lalu mengajaksegenap hadirin berdoa danberbasmalah.Setelah ini Syaykh memimpinmembaca Asmau AL-Husna sebanyak100 nama-nama Allah, Alhamdulilah,tepat pukul 14.00 kurang dua menitpeletakan batu asas dilakukan. Syaykhmempersilakan wakil ketua YPI, HImam Suprianto maju ke depan,sekertaris Yayasan Ustadz Abdul Halimmemegang tabir dan menunggukomando, sesuai sirine yang berbunyi.Kemudian mempersilakan parapelajar putra-putri, masyarakat pemudaputra-putri, kemudian orang tua putraputri, dan masyarakat lainnya, disusuloleh pelajar Al-Zaytun, mahasiswa AlZaytun, dan masyarakat Al-Zaytun sertarombongan dari masyarakat jurnalisAmerika Serikat memasang batupertama sebagai kenang-kenangantempat pendidikan yang akan go public,go international, dan go global. AZDenah pembangunan Pusat Pendidikan Putra-Putri Bangsa Indonesia (P4BI).Salah satu gedung sekolah di Desa Cibanoang yang tak tersentuh pembangunan.foto: dok. Al-Zaytunfoto: dok. Al-Zaytun

