Page 42 - Majalah Berita Indonesia Edisi 39
P. 42


                                    42 BERITAINDONESIA, 07 Juni 2007BERITA TOKOHBoedionoRaih Penghargaan InternasionalSofyan A. DjalilKembali ke HabitatJajaran kementerian perekonomian lolos dari perombakankabinet jilid dua. Wajar bila applaus dialamatkan kepadaBoediono sang Menko Perekonomian, yang sesudahmasuk kabinet Desember 2005 berhasil menstabilkanekonomi makro.unia internasional rupanyaturut pula mengapresiasi kinerja Boediono, ayah dua orang anak kelahiran Blitar 25Februari 1943 ini. Boediono DoktorEkonomi Bisnis lulusan Wharton SchoolUniversity of Pennyslvania, AS (1979) initerpilih sebagai penerima penghargaanalumni internasional terhormat (DIAA)2007 dari almamaternya, University ofWestern Australian (UWA), tempat iamemperoleh gelar S1 Bachelor of Economics (Hons).Suami dari Herawati ini menerimapenghargaan tertinggi yang diberikankepada alumni UWA, dalam sebuah acaradi Kedutaan Besar Australia di Jakarta,Kamis (10/5). DIAA hanya diberikankepada alumni UWA yang berhasil memberikan sumbangsih mengagumkan kepada negara mereka.Pimpinan UWA, Alan Robson, padakesempatan itu mengatakan dipilihnyaMenko Perekonomian karena Boedionoberhasil mewakili tujuan utama pendirianUWA untuk mencapai keunggulan internasional.“Boediono dihormati secara luas tidakhanya di Indonesia tetapi juga oleh kalangan donor dan masyarakat bisnis dunia,” urai Robson. Robson menambahkan, Boediono juga tercatat duduk sebagai pelindung Perhimpunan AlumniIndonesia-Australia (IKAMA) yangmumpuni. „ HTDSofyan A. Djalil punya cerita unik saat masukke birokrasi pemerintah. Ketika Tanri Abengditunjuk menjadi Menneg BUMN, 1998, profesional yang dikenali sebagai “Manajer Satu Miliar” itu kelimpungan dalam menghadapi tekanan-tekanan politik. Tanri mengaku buta soalpolitik.Seseorang lalu menyarankan agar Tanri memiliki staf ahli, yang tugas khususnya berkomunikasi ke semua khalayak mengenai program penyehatan dan pembinaan Badan Usaha Milik Negara. BUMN saat itu jumlahnya ratusan dan menguasasi aset ratusan triliun rupiah.Orang itu sekaligus pula menyodorkan namaSofyan Abdul Djalil, seorang doktor ilmu hukumbisnis lulusan Amerika, dan mantan aktivisPelajar Islam Indonesia (PII) yang pandaiberkomunikasi sekaligus berdebat dengan publiksoal penerapan tata kelola perusahaan yang baik(GCG, Good Corporate Governance). Setelahbertatap muka, Tanri lalu mempersilakan Sofyansegera bekerja.Sofyan bukan hanya berhasil mengawalkepemimpinan Tanri di era Presiden B.J. Habibieitu. Di dalam, ia dan kawan-kawan berhasilmembuat cetak biru masa depan BUMN. Namunhasil olah pikir itu tak dapat dilanjutkan hinggaoperasional sebab Habibie keburu menyatakanmundur dari pencalonan presiden pada SidangUmum MPR 1999.Lalu sebagai relawan, ketika pasangan SBYJK terpilih, banyak pihak menduga pria kelahiranPerlak, Aceh 23 September 1953 ini akanditempatkan sebagai Menteri BUMN. Tetapiposnya rupanya di Menkominfo.Di sini sejumlah prestasi berhasil dicatatkanoleh suami Ratna Megawangi ini. Seperti,mengubahkan status dari kementerian negaramenjadi departemen. Kemudian, antara Mei2005 hingga Mei 2007 sebanyak 70 regulasi barutentang komunikasi dan informatika ditelurkan.Di setiap regulasi baru, tentu pasti ada pihakyang dirugikan, yang sebelumnya menikmatikeuntungan dari ketiadaan atau lemahnyaregulasi di bidang itu.Ketika SBY untuk kedua kali melakukanperombakan kabinet, nama Sofyan Djalil sudahtak tertahankan lagi untuk kembali ke habitatnyadi Kantor Menneg BUMN, sebagai Menteri. “Disana saya lebih familiar. Karena dua setengahtahun, saya pernah tinggal di sana,” kata Sofyan.Sofyan mengusung tiga misi di kantorbarunya: membuat BUMN lebih transparan, tatakelola BUMN lebih baik dengan menerapkanGCG, dan memangkas birokrasi agar ramping.Tetapi yang ditunggu-tunggu dari Sofyantetaplah siapa yang akan dipilihnya sebagaidireksi baru BUMN. Ia menyebut ada 50 perusahaan yang harus ditetapkan direksi barunya,dan harus selesai dalam sebulan terhitung sejakawal Mei.Sofyan memohon semua pihak tak usahgencar menyodor-nyodorkan nama calon direksi,apalagi menghubunginya via telepon atau smssebab jika demikian halnya nama itu pasti takakan dipilihnya. Kata Sofyan, mereka itu pastibanyak utangnya makanya gencar menyodorkandiri.Dalam habitatnya, Sofyan tentu akan nyamanbekerja di Kantor Menneg BUMN. Hasilnya pundiharapkan bisa jauh lebih spektakuler dari 70regulasi baru. „ HT
                                
   36   37   38   39   40   41   42   43   44   45   46