Page 40 - Majalah Berita Indonesia Edisi 39
P. 40


                                    40 BERITAINDONESIA, 07 Juni 2007LenteraL ENTERA40Kita bukanbangsa yang besarkalau kita tidakmemperhatikanpendidikan. Untukitu masyarakatbersama–sama AlZaytun bertekadmembangun pusatpendidikan iniuntuk memajukanbangsa melaluianak-anak muda.menampung kegiatan lainnya.Dalam sambutannya, Syaykh AlZaytun AS Panji Gumilang mengatakanbahwa Pusat Pendidikan Putra-PutriBangsa Indonesia yang akan dibangunmerupakan pusat pendidikan untukmenciptakan pembangunan bangsa.“Pembangunan bangsa yangberpendidikan dan mampu bertoleransi,bangsa yang mampu bersikap damaidalam hidup dan kehidupannya,” ujarSyaykh AS Panji Gumilang dengan suaralantang.“Kita mulai dari kampung yang sangatjauh dari kota, kampung yang tidakdipedulikan oleh banyak orang, tidakmemiliki tempat pendidikan yanglayak,” ujar Syaykh.Asbab Al-nuzul dibangunnya P4BI diCibanoang ini bermula darikeprihatinan Syaykh AS Panji Gumilangyang tiap pagi dan petang melewatidaerah itu saat meninjau ProyekKetahanan Terpadu Pertanian TanamanPangan dan Hutan Tanaman IndustriAl-Zaytun di Windu Kencana. Prihatinmenyaksikan tempat belajar calonpemimpin bangsa Indonesia yangmenyerupai kandang kambing.“Sekolahmu tidak boleh dibangun diatas tanah seratus meter persegi, tidakboleh. Indonesia luas, sama denganluasnya Amerika Serikat. Sekolahmutidak boleh 100 meter persegi,sekolahmu minimal satu hektare,” kataSyaykh.Cibanoang merupakan kampung yangsangat jauh dari kota, kampung yangtidak pernah dipedulikan banyak orangdan tidak memiliki tempat pendidikanyang layak. “Tempat mendidik calonpemimpin bangsa Indonesia yang tidaklayak ini tidak bijak. Kita bukan bangsayang besar kalau kita tidakmemperhatikan pendidikan. Untuk itumasyarakat bersama-sama Al-Zaytunbertekad membangun pusat pendidikanini untuk memajukan bangsa melaluianak-anak muda,” ujar Syaykh AlZaytun. Untuk itu masyarakatCibanoang bersama Al-Zaytun bertekadmembangun pusat pendidikan ini untukmemajukan bangsa Indonesia. RakyatCibanoang bangkit bersama masyarakatAl-Zaytun untuk membangunpendidikan. “Bangunlah jiwanya,bangunlah badannya, untuk IndonesiaRaya,” Syaykh Al-Zaytun mengutip laguIndonesia Raya.Masyarakat Bangga dan BahagiaMasyarakat Cibanoang menyambutantusias dan merasa bahagiadibangunnya P4BI ini. “Saya sangatbahagia sekali dengan dibangunnyasekolah di desa saya. Selama ini sayabersekolah jauh, jalannya rusak dankalau hujan enggak bisa sekolah,” kataAndi Arianto, Kelas IV MadrasahDiniyah Awaliyah.James O’Toole, Poliyics EditorPittsburgh Post Gazette, jugamemberikan apresiasi dengandibangunnya P4BI. “Ini merupakancontoh yang baik dan positif dansungguh sangat menarik, dan sayabangga ikut meletakkan batu pertama,”katanya.P4BI telah memberi angin perubahanke arah perbaikan kualitas pendidikandi Desa Cibanoang yang selama ini takpernah tersentuh pembangunanpendidikan oleh pemimpin negaranya.Selama ini, anak-anak harus mengecappendidikan dengan kondisi kelas yangtak ubahnya seperti kandang kambing.Berlantai tanah, dinding anyamanbambu yang sudah banyak yang hancur,atap berlobang yang jika musim hujanbocor. “Sekarang masyarakat bangkit,20 Mei adalah Hari KebangkitanNasional, diawali oleh masyarakatCibanoang membangun pusatpendidikan,” kata Syaykh. Dan,Cibanoang yang menurut Syaykh AlZaytun merupakan sungai yang bisamenghasilkan emas bisa tercipta. Tentusaja dengan pendidikan yang memadai.Syaykh juga menyebut keistimewaanCibanoang lantaran peletakan asas itudihadiri oleh wartawan dari AmerikaSerikat. Syaykh memperkenalkanpimpinan rombongan Mr Richard, dariAmerika Serikat tapi bahasaIndonesianya lebih bagus dari padamasyarakat Indonesia di Cibanoang.Kepada rombongan wartawan yangtergabung dalam East West Center(EWC) Hawaii – Amerika Serikat, itu,Syaykh Al-Zaytun menjelaskan: “Ininamanya Cibanoang, sungai yang bisaSuasana ruang belajar sebuah madrasah di Desa Cibanoang yang sudah tidak layak.foto: dok. Al-Zaytun
                                
   34   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44