Page 43 - Majalah Berita Indonesia Edisi 39
P. 43
BERITAINDONESIA, 07 Juni 2007 43BERITA TOKOHWirantoTuntaskan Kesaksian di KKPRosihan AnwarTumbuh Dalam KeanggunanWartawan tiga jaman, simbol kebebasan berpikir,ensiklopedia Indonesia berjalan, catatan kaki dalamsejarah, atau kolumnis terbaik Indonesia adalah julukanyang sering dilekatkan pada diri Rosihan Anwar.osihan kelahiran Kubang NanDuo, Solok, Sumatera Baratpada 10 Mei 1922 menjadiwartawan sejak berusia 20-antahun, sebagai reporter Asia Raya (1943-1945). Sejumlah media pernah dijambangi, termasuk yang didirikan dandipimpinnya sendiri seperti majalahSiasat dan harian Pedoman.Rosihan dikenal mendedikasikan diriseutuhnya untuk dunia pers. Karena ituketika majalah Tempo edisi 29 April,dalam berita “Terbuai Janji Manis Dressel” menuliskan namanya tercantumdalam daftar yang “kepincut bunga selangit”, Rosihan membatah dengan menulissurat pembaca. Dalam berita itu, Rosihanmenjadi korban penipuan sebuah perusahaan investasi bersama tokoh lain.“Di harian Waspada, Medan, sebagai penulis tetap, saya punya rubrik bernama: Kolom Rosihan Anwar. Di majalah Tempo,saya belum diterima sebagai kolumnis, tapikini rupanya bisa menulis: Bantahan Rosihan Anwar…” ia mengawali bantahannya.Dilanjutkan, “Setahu dan seingat saya,tidak pernah saya ikut sebagai investordalam Dressel Investment Limited. Alasannya sederhana saja: tidak punya uanguntuk itu. Apalah yang bisa Anda harapkan dari penghasilan honor seorang kolumnis di negeri tercinta ini?” Karenakekukuhannya sebagai wartawan Rosihanpernah menolak menjadi pejabat negara,sebagai duta besar RI di Vietnam.Kalangan dunia pers tak lupa akandedikasi Rosihan. Memperingati ulangtahun ke-85 (lahir 10 Mei 1922), sekaligusperayaan 60 tahun ‘pernikahan intan’dengan istri Siti Zuraida (menikah 25April 1947), serta ulang tahun ke-90 tokohpers Herawati Diah, Persatuan WartawanIndonesia (PWI) menggelar acara khususdi Hotel Manhattan, Jakarta, Minggu (13/5). Di situ diputarkan film pendek perjalanan Rosihan, yang menceritakan sudah64 tahun ia menggeluti dunia jurnalistik,dan sampai sekarang masih menulis diberbagai media massa nasional.Melalui Ketua PWI Tarman Azzam, kepada Rosihan dan Herawati dianugerahipenghargaan Life Time AchievementAward dari PWI. Sejumlah tokoh persturut hadir menyaksikan, antara lainPemimpin Umum Kompas Jakob Oetama, Pemimpin Umum Pikiran RakyatSyafik Umar, Direktur Utama Trans TVIshadi SK, Direktur News and SportANTV Karni Ilyas, serta artis CameliaMalik dan Christine Hakim.Ketika memberikan sambutan, Rosihanmenegaskan keinginannya untuk dapattumbuh dalam keanggunan. “Kini sebagaiwartawan yang dituakan, kaya tidak,melarat pun tidak, yang terus bekerjasebagai wartawan freelance, akibat tidakpunya tunjangan pensiun, tidak punyaaset berharga. Dan, seperti tercantumdalam otobiografi saya, yaitu saya ingintumbuh dalam keanggunan.” HTRMantanMenhankam /PanglimaABRI Jenderal (Purn) Wiranto, SH boleh lega. Iasudah menuntaskan kesaksiannya di KomisiKebenaran dan Persahabatan (KKP) IndonesiaTimor Leste, Sabtu (5/5) lalu.Sebelum ini, kasus Timor Timur seringkaliibarat kerikil kecil dalam sepatu, yang mengganggu laju Wiranto dalam meraih impiannya.Setelah bersaksi, dan mendirikan kendaraanpolitik bernama Partai Hanura (Hati Nurani Rakyat), bukan tak mungkin Wiranto akan kembalidisambut hangat oleh rakyat yang bersimpati kepadanya. Kesaksian yang diberikan mantan AjudanPresiden Soeharto ini di hari terakhir, pada kesempatan ketiga dengar pendapat para saksi,dicatat oleh harian Kompas berbeda dengansaksi-saksi sebelumnya.Dari 18 saksi yang dihadirkan, kesaksian Wiranto adalah yang terlama, yaitu sekitar 140menit. Berlangsung dari pukul 13.20 WIB.Padahal saksi-saksi lain rata-rata hanya bersaksi90 menit, bahkan kurang.Kemudian, kesaksian Wiranto paling menyedot perhatian sebab lebih kurang 300 orang mendengarkannya secara langsung.Para komisioner Timor Leste yang seharisebelumnya melakukan aksi tutup mulut, pasgiliran Wiranto bersaksi semua mengakhirinyahingga dengar pendapat berjalan lancar. “Semuasudah berakhir. Tidak ada komentar lebih jauh.Pokoknya, sebelum mengusahakan rekonsiliasiuntuk masyarakat luas, rekonsiliasi di dalam KKPsudah dilakukan,” tutur Benjamin Mangkoedilaga, Ketua KKP dari Indonesia.Wiranto sendiri mengatakan, persiapan pengamanan jajak pendapat hanya tiga bulan.Padahal, saat itu TNI disibukkan denganpengamanan pemilihan umum. Warga TimorTimur sudah pula mempunyai bibit konflikberkepanjangan. Hambatan lain yang harusdihadapi TNI adalah mengubah pandanganyang sudah berlangsung 23 tahun terhadapprokemerdekaan, yaitu dari musuh menjadimitra.“Jika TNI punya agenda tersembunyi untukmelakukan kejahatan pada tahun 1999, TimorLeste mungkin tidak akan merdeka,” kata priakelahiran Yogyakarta, 4 April 1947 ini.KKP Indonesia-Timor Leste sudah harusmenyelesaikan tugasnya Agustus 2007. Namunbesar kemungkinan akan diperpanjang sekalilagi, untuk mengubahkan status dari permusuhan lama menjadi persahabatan baru antarkedua negara. HT

