Page 46 - Majalah Berita Indonesia Edisi 39
P. 46


                                    46 BERITAINDONESIA, 07 Juni 2007BERITA MANCANEGARAManuver Tukar JabatanMantan Presiden Timor Leste Xanana Gusmao masihdibutuhkan. Posisi yang tepat baginya, Perdana MenteriTimor Leste menggantikan Ramos Horta.elama lima tahun kepemimpinannya, Xanana mengakuibahwa ia tidak bisa berbuat banyak kepada rakyatnya karenasistem pemerintahan dan pembangunandi negara itu dikendalikan oleh PerdanaMenteri. Posisi Gusmao sebagai kepalanegara memang tidak akan memungkinkan dia untuk lebih berperan dalampembangunan negara baru itu karenakonstitusi tidak mengizinkan presidenuntuk melangkah lebih jauh dalam pelaksanaan program pemerintahan.Terbersit kabar, para pendukungnyamemberi dua opsi kepada Xanana untuktidak boleh bertarung dalam pemilupresiden, yakni mengundurkan diri daripanggung politik formal dalam strukturkenegaraan atau pemerintahan, yangberarti dia akan menjadi “bapak bangsa”atau founding father. Opsi kedua adalahmengubah posisinya dari kepala negaramenjadi kepala pemerintahan atau menjadi perdana menteri menggantikan JoseRamos Horta, yang kini sudah terpilihsebagai presiden. Tampaknya langkahkedua inilah yang akan diambil Gusmaopada pemilu parlemen 30 Juni 2007mendatang sekalipun dia berkali-kalimenampik anggapan itu.Kemungkinan Gusmao menjadi perdana menteri semakin terbuka karenasekutu dekatnya, penerima Nobel Perdamaian Jose Ramos Horta dilantiksebagai presiden kedua Timor Leste untukmasa jabatan lima tahun, 20 Mei lalu.Pada pemilu presiden putaran kedua,Ramos Horta menang mutlak atas saingannya dari partai berkuasa Fretilin,Francisco “Lu Olo” Guterres. Hortamendapatkan 69 persen suara dalampemilihan itu sedangkan Guterres mendapatkan 31 persen suara.Ramos Horta, sebagaimana Xanana Gusmao, merupakan tokoh independen. Keduanya berharap menggeser Fretilin, kekuatan politik yang paling kuat di separuhpulau itu sejak negeri ini ditinggalkan koloniPortugal pada 1975. Sayap kiri Fretilin yangmemimpin selama 24 tahun agar merdekadari Indonesia, berhasil membentuk negarabaru Timor Leste pada 2002.Sebelumnya, pada pemilu presiden putaran pertama, dari delapan calon, RamosHorta, memperoleh 22 persen dan Fransisco Guterres Lu Olo memperoleh 28persen suara. Saat itu, lebih dari 81 persendari 522.000 pemilih yang terdaftar telahmenggunakan hak pilihnya. BerdasarkanUndang-undang Pemilu Timor Leste, duacalon pemenang dengan suara terbanyakakan lolos ke putaran kedua.Kemenangan Horta yang lahir dari ibuasli Timor Leste dan ayah Portugis itu,bukan sesuatu yang mengagetkan. Sebabia sebelumnya sudah diunggulkan dalampemilu presiden putaran kedua karenalima dari enam kandidat yang gagal majuke putaran kedua menganjurkan pendukung mereka untuk memilihnya. Selainitu, Horta merupakan satu dari sedikitfigur pemimpin yang bisa diterima olehPartai Fretilin, parpol oposisi, gerejakatolik maupun semua golongan yangmemiliki kepentingan politik. Hal ini telahdibuktikan Horta ketika krisis militer danpolitik meletus pada April 2006. Denganposisinya yang independen, Horta dipercaya Partai Fretilin menduduki kursi Perdana Menteri pada Juli 2006 untukmeredam krisis, menggantikan MariAlkatiri yang dipaksa mundur melaluigerakan people power.Rakyat Timor Leste kembali akan memenuhi tempat pemungutan suara 30 Juni2007 mendatang untuk pemilihan parlemen. Fretilin yang memiliki 55 dari 88 kursidi parlemen saat ini mengaku akan mempersiapkan diri sungguh-sungguh agar tidakkalah telak seperti sebelumnya. KekalahanFretilin dalam pemilu presiden kemungkinan disebabkan oleh menurunnya kepercayaan rakyat Timor Leste terhadap Fretilin yang selama lima tahun terakhir tidakberhasil meningkatkan pembangunan ekonomi dan fisik di negeri berpenduduk satujuta orang ini. Padahal, ada dana dari sumber minyak celah Timor senilai 1 miliar dollar AS dan dari sejumlah donor luar negeri.Pemilu parlemen tinggal menungguwaktu saja. Soal berapa kursi yang akandirebut Fretilin bukan persoalan utama.Sebab yang dibutuhkan rakyat TimorLeste sekarang ini adalah makin terbukanya lapangan kerja, hidup damai tanpakonflik dan kekerasan. Ramos Horta, sebagai presiden terpilih harus benar-benarmewujudkan janji-janjinya, yaitu melakukan rekonsiliasi internal, terutamamembangun persatuan antara warga LoroMonu dan Loro Sae; melakukan rekonsiliasi antara semua partai politik; menciptakan keamanan dalam negeri; dan menyelesaikan masalah pengungsi di dalamnegeri Timor Leste. Usaha mewujudkanjanji ini akan terasa lebih visible kalaudilakukan beriringan dengan XananaGusmao sebagai Perdana Menteri. „ MLPSXanana Gusmao disambut pendukungnya saat menjadi kandidat presiden (2001)Ramos Horta foto: theasge.com.aufoto: smh.com.au
                                
   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50