Page 50 - Majalah Berita Indonesia Edisi 39
P. 50
50 BERITAINDONESIA, 07 Juni 2007BERITA MEDIABergabungnya Dua RaksasaThomson CorpakhirnyamengakuisisiReuters Group.Perkawinandua raksasamedia dari duabenua berbeda,Eropa danAmerika,melahirkansebuahperusahaanpenyedia beritafinansialterbesar didunia.elasa, 15 Mei 2007,menjadi hari bersejarah bagi ThomsonReuters Plc. Hari ituThomson Corp dan ReutersGroup Plc menyepakati sebuah penggabungan perusahaan baru yang diberi namaThomson-Reuters Plc, mengambil dua nama induknya.Reuters adalah perusahaankantor berita berusia 156 tahun yang berpusat di London,Inggris. Tahun 1851, Paul Julius Reuters memulai bisnis inidengan mengirimkan kuotasipasar saham antara Londondan Paris via kawat Calais-Dover. Sekarang, Reuters mempekerjakan 2.400 jurnalis di131 negara. Sedangkan Thomson Corp adalah pemilik jaringan perdagangan obligasiTradeWeb dan database Westlaw Legal yang berkantor pusat di Toronto, Kanada. Pusatoperasinya di Stamford, 80%pendapatannya berasal dariwilayah Amerika Utara itu.Keinginan Thomson mengakuisisi Reuters boleh dikatacukup mulus. Hal tersebut salah satunya disebabkan dukungan bahkan dorongan dariWali Amanat Reuters, sebagaipihak yang punya hak memveto upaya transaksi akuisisi.“Kami yakin bahwa formasiThomson-Reuters menandaisebuah perubahan pentingdalam bisnis informasi globalserta akan menegaskan kekuatan, integritas dan kelangsungan Reuters sebagai pemimpin global dalam informasi keuangan dan berita padatahun-tahun mendatang,” kataPehr Gyllenhammar, KetuaWali Amanat Reuters.Dalam kesepakatan itu,Thomson membeli Reutersdengan harga 8,7 miliar poundatau setara US$ 17,2 miliar.Diperhitungkan, dengan nilaiitu berarti per sahamnya samadengan 691 pence atau lebihtinggi 40% dari harga sahamReuters pada 14 Mei, sehari sebelum Reuters mengungkapkan pembicaraan merger tersebut. Dengan bergabungnyadua perusahaan tersebut, maka tiap pemegang satu sahamReuters akan mendapatkan352,5 pence atau US$ 6,99tunai, ditambah 0,16 sahamThomson.Dengan akuisisi tersebut,kini Thomson Corp mengendalikan sekitar 70% sahamThomson-Reuters Plc. Tapidalam pengelolaan, Tom Glocer yang terakhir menjabatCEO Reuters, akan memimpinperusahaan baru itu bersamaDavis Thomson, selaku pimpinan Thomson Corp. Penggabungan itu sendiri diperhitungkan dapat membantu kedua perusahaan menghematUS$ 500 juta per tahun.Berita mengenai rencanaakuisisi, sudah banyak tersebarsebelumnya. Kemudian keduapemimpin korporasi itu sempatjuga mengatakan bahwa akuisisi itu masih menungu kepastian dari para pemegang saham. Saham Reuters sendiri dikuasai oleh 15 pihak yang tergabung dalam Reuters Founders Share Company yangmempunyai wewenang penuhuntuk menerima atau menolaktawaran akuisisi tersebut.Sempat juga terbetik berita,bahwa penawaran yang disodorkan Thomson adalahsebesar 8,8 miliar poundsterling atau setara dengan US$17,5 miliar. Bahkan karenaberita akan adanya akuisisidengan penawaran setinggiitu, sempat membuat hargasaham Reuters melambungtinggi. Setelah sempat menjulang hingga 25% pada perdagangan saham di bursa London, pada Selasa minggu kedua Mei 2007, harga sahamkantor berita itu diperdagangkan 7% lebih mahal dari nilaiwajarnya.Besarnya minat ThomsonCorp mengakuisisi Reutersdiperlihatkan dengan keberaniannya mematok hargatinggi. Beberapa kalanganmenganggapnya sebagai halyang wajar, karena Reutersmemang sebelumnya telahberancang-ancang mengembangkan jaringan operasinyadi Amerika Serikat, selainmemperluas layanannya diEropa melalui AFX News.Kini setelah merger, sahamThomson-Reuters Plc akanSThomson-Reuters Plc akan melampaui Bloomberg sebagai pemimpin global dalam pasar informasi B2B.foto: nytimes-com

