Page 52 - Majalah Berita Indonesia Edisi 39
P. 52


                                    52 BERITAINDONESIA, 07 Juni 2007BERITA DAERAHDPRD Tergelincir NarkobaPolisi meringkus seorang anggota DPRDketika mengonsumsi ekstasi di sebuahkamar hotel di Tarakan. Penangkapan itusendiri, tidak ada kaitannya denganmasalah politik.eperti dua sahabatyang sudah cukup lama berpisah, suasanadi rumah tahanan Polisi Resor Tarakan yang terletak di Jalan Yos Sudarso Kota Tarakan, Kalimantan Timur, menunjukkan rasa haruyang mendalam. Paling tidak,kedatangan Ketua DPRD Tarakan, H Udin Hianggio, menunjukkan simpati dan dukungan moral buat Yahya. T,SH anggota DPRD Tarakan,yang tertangkap tangan ketikamengonsumsi narkoba jenisekstasi di sebuah kamar VVIPHotel Bahtera, Tarakan bersama enam orang rekannya.Kesedihan, terpancar darikedua wajah laiknya seorangayah dengan anak ini, membuat siapa pun yang melihatnya turut terharu. Apalagiketika Udin Hianggio memeluk erat tubuh Ketua DewanPimpinan Cabang (DPC) Partai Bintang Reformasi (PBR)Tarakan, nampak terguncangkeras sesunggukan. “Sebagaiteman dan pribadi saya – halyang menimpa Pak Yahya saatini merupakan musibah. Halini, juga merupakan suatuperingatan, baik sebagai seorang pemimpin, maupunanggota Dewan, untuk dapatdiambil hikmahnya,” kataUdin Hianggio, kepada wartawan, seperti dilansir harianRadar Tarakan, Rabu (11/4)lalu.Dalam pertemuan pada acara yang tidak mengenakkanitu, selain Udin Hianggio yangjuga Ketua Partai Golkar Tarakan, ikut serta Ketua DPC Partai Patriot Pancasila Tarakan,HM Yusuf Ramlan, SH rekanYahya di Komisi I DPRD Tarakan. Sebelumnya, SekretarisDaerah Kota Tarakan, DrsIbrahim MAP juga datangmenjenguk. Tentu, kedatangannya hanya sebagai teman–untuk memberi dukungan kepada Yahya agar tabahmenghadapi masalah yangmenimpanya. Sebagai sahabat, kata mantan Camat Lumbis, Kabupaten Bulungan (sekarang, masuk Kabupaten Nunukan, Red.) merasa sangatprihatin. “Hal yang menimpaYahya bisa terjadi pada semuaorang, kalau tidak hati-hati,waspada dan tidak beriman,”katanya.Nasi sudah menjadi bubur–sesal kemudian tak ada guna.Tentu, bukan salah bundamengandung. Memang, tidakada yang mengatakan bahwaanggota dewan terhormat inibersalah sebab vonis hakimpengadilan belum dijatuhkan.Ia bersama Salim Arifin, pegawai Dinas Pendidikan KotaTarakan, dan Basri, serta empat rekan wanitanya; Dede, LiaAgustina, Harni Serli, danYuliana, ditangkap karenadiduga mengonsumsi narkobajenis ineks (ekstasi) di kamarVVIP No.7 Hotel Bahtera Tarakan, Minggu (8/4) sekitarpukul 17.30 WITA.Apakah penangkapan itubermuatan politik? KapolresTarakan, Ajun Komisaris Besar Polisi Drs Hariyanto, menolak tudingan itu. Karena,menurutnya, Polisi tidak pernah melibatkan diri dalam politik. “Mereka ditangkap bukankarena jabatan ini atau itu,tetapi karena mengonsumsinarkoba. Sementara untuktidak diberikannya penangguhan tahanan, didasarkanpada perintah Kapolri yangmenegaskan, kasus narkoba,illegal logging, dan korupsi,tersangkanya tidak ada penangguhan tahanan.Toh, DPC PBR Tarakan,nampaknya tidak membiarkanYahya sendirian. Upaya bantuan hukum pun dilakukan partai politik yang memiliki duakursi di DPRD Tarakan ini.Dua orang pengacara, Mansur,SH dan Rabsaudi, SH sudahdipersiapkan yang nantinyamendampingi Yahya di persidangan. “Sebelum melangkah, kami terlebih dahulumelakukan konsolidasi denganDewan Pimpinan Wilayah(DPW) PBR Kaltim,” kata Achzami Masrie Sekretaris DPCPBR Tarakan kepada Asmuddin dari Berita Indonesia.Alasannya, selain karena Yahya duduk sebagai Ketua DPCPBR Tarakan, juga mengingatjasa beliau berangkat ke Jakarta dan kemudian, mendeklarasikan partai berlambang Ka’bah dengan bintangini di Tarakan tahun 2002 lalu.Apa saja petunjuk dari KetuaDPW Kaltim, partai yang didirikan Zainuddin MZ ini?Achzami Masrie, menolak merinci lebih jauh. Namun, yangjelas katanya, masalah Yahya,yang tersandung kasus barangterlarang itu, tidak melibatkaninstitusi partai, tapi kasus orang per orang. Namun, karena dia (Yahya, Red) sebagaiKetua DPC PBR Tarakan, tentu akan berimbas juga ke partai. Itu sebabnya, DPC PBR Tarakan, mendesak KapolresTarakan untuk mempercepatprosesnya. “Supaya ada kepastian hukumnya,” katanya.Yahya sendiri tampak terpukul berat dengan kasusyang menjeratnya masuk seltahanan polisi bersama duarekan lelaki dan empat wanita ini. “Ia sama sekali sulitdan menolak untuk ditemui.Sebagai teman, saya hanyamampu berdoa, mudahmudahan ia di dalam sel sanaselalu sehat-sehat,” kata seorang yang mengaku sahabatdekatnya, dan memintanamanya tidak ditulis.„ SLP, ASMSYahya. T, SH, ketika menandatangani surat pernyataan saat dilantikmenjadi anggota DPRD Tarakan.foto: berindo ist
                                
   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56