Page 25 - Majalah Berita Indonesia Edisi 27
P. 25
BERITAINDONESIA, 21 Desember 2006 25BERITA UTAMABERITAINDONESIA, 21 Desember 2006mana, anti-Islam. Bagaimana Anda menghadapi kesan ini? Apakah Anda tidakperlu meninjau kembali tujuan kebijakanluar negeri Anda?Dan untuk Presiden Yudhoyono, apakah Anda, di dalam pembicaraan Andadengan Presiden Bush menyarankan agarmulai menarik pasukan AS dari Iraksecepat mungkin?Presiden Bush: Saya senang sekalimenjawabnya demi dia-tidak, bukan dia.Tetapi dia bisa menjawabnya sendiri.(tertawa).Lihat, saya menghargai masyarakat dimana orang-orangnya bebas datang danmenyatakan pandangan mereka. Dan jugapenghargaan bagi Indonesia sebagaisebuah masyarakat di mana orang dapatmemprotes dan menyatakan apa yangmereka pikirkan. Dalam pada itu, bukanpertama kalinya, di mana orang-orangturun dan menyatakan pandangan mereka tentang kebijakan-kebijakan saya.Tetapi apa yang terjadi ketika Andamembuat keputusan yang sulit?Jawaban saya kepada mereka, apakahya atau tidak-bagaimana Anda memuaskan orang-orang Muslim bahwa kebijakankami terbuka, karena saya percaya kebebasan itu universal dan demokrasi ituuniversal. Saya tidak percaya itu satusatunya hak AS atau kaum Metodis. Sayapercaya mendunianya kebebasan. Dankarenanya-saya percaya rakyat inginhidup dalam masyarakat yang bebas, dansaya percaya bahwa sebagian besar rakyatingin hidup dalam kondisi yang moderat,bukan dengan kaum ekstremis yangmembunuh orang-orang tidak berdosa.Karenanya, kebijakan kami adalahmempromosikan bentuk pemerintahan.Bukan seperti Amerika, tetapi akan berbeda dari Amerika. Dan saya juga akanmengatakan kepada mereka bahwa demokrasi menghasilkan perdamaian. Demokrasi tidak berperang satu sama lain.Salah satu alasannya, kenapa saya banggamenyebut Presiden (SBY) sebagai sahabat, karena dia memahami kekuatandemokrasi, dan dia memahami itu sebagaihak universal.Dan karenanya, mengatakan bahwapenyebaran demokrasi anti-agama-berlawanan dengan itu. Demokrasi berartibahwa Anda bisa menjalani ibadah agamadengan cara yang Anda pilih secara bebas.Dan, lihat, mereka memprotes, ini suatupertanda baik. Ini pertanda masyarakatyang sehat.Presiden SBY: Baik, melanjutkanpandangan awal saya tentang Irak, sayaingin mengatakan bahwa kita mungkinmemikirkan tentang solusi tiga jalur.Pertama, sungguh penting menciptakanrekonsiliasi nasional di Irak, diiringidengan pemberdayaan pemerintah nasional yang ada, sehingga Irak bisa menangani sendiri masalah nasionalnya.Kedua, sudah tentu, kita harus melibatkan pihak-pihak lain. Kita mungkin harusmenempatkan pasukan keamanan bentukan baru yang sejajar untuk sementarawaktu, dengan jadwal waktu secukupnya,penarikan pasukan AS dan pasukanpasukan koalisi lainnya dari Irak.Dan sudah tentu, langkah yang tidakboleh diabaikan bagaimana masyarakatinternasional bekerja bersama di dalammelaksanakan pemulihan dan pembangunan kembali Irak pasca konflik.Karenanya, saya kira, kita harus memadukan ketiga solusi tersebut, sebelum AS bisamenentukan kebijakan-kebijakan apayang bisa dikembangkan di masa datang,berkaitan dengan penarikan pasukan ASdari Irak.Pertanyaan: (tidak kedengaran)…pasukan AS bertahan di Irak?Presiden SBY: Saya pikir saya telahmenjelaskan pandangan saya mengenaisolusi tiga jalur tersebut. Dan penarikanpasukan AS dari Irak dalam waktu mendatang harus dikaitkan dengan dualainnya, seperti yang sudah saya jelaskan.Terima kasih. Konferensi pers bersamaberakhir pukul 19.05 WIB. SH25foto: presidensby.info membantu pengembangan biofuel di Indonesia.

