Page 28 - Majalah Berita Indonesia Edisi 27
P. 28
28 BERITAINDONESIA, 21 Desember 2006BERITA UTAMAkepentingan yang jelas maupun yangtidak nampak, perang terhadap terorismeadalah bendera yang diharapkan dapatmelegalisasir aksi/kebijakan yang ditempuh itu. Kebijakan yang menuai prokontra itu, menimbulkan kekecewaanbahkan beberapa kalangan tidak menyukai Presiden Bush. Kekecewaan danketidaksukaan kepada Presiden Bushtidak dapat diukur dengan menangnyapartai Demokrat yang menguasi kongresdan Senat. Sesungguhnya di AS ada suatutradisi yang kuat, Partai apapun yangberkuasa, kebijakan mereka tidak jauhbergeser, mungkin hanya gaya penampilannya saja yang berbeda, ada yangberpenampilan “urakan” dan lainnyaberpenampilan “sopan” intinya nasionalisme dan patriotisme bangsa AmerikaSerikat jauh lebih tinggi jika dibandingkandengan bangsa Indonesia.Aksi terorisme bukannya makinsurut tapi malah semakin menjadijadi. Menurut Syaykh, hubunganseperti apa yang perlu dijalin antaraIndonesia dan AS untuk memerangiaksi terorisme yang masih terusberlangsung di dunia khususnyaIndonesia?Maraknya aksi terorisme, boleh jadidikarenakan tindakan balasan dari sikaptidak terkendalinya negara super powerdalam menetapkan pilihannya secarasepihak dengan alasan anti atau membasmi terorisme secara sepihak membombardir dan memporakporandakannegara-negara berdaulat, tanpa menghiraukan pendapat umum negara-negaradan bangsa-bangsa di dunia yang menolaknya.Karenanya untuk menjawab hubunganseperti apa yang harus dijalin antara Indonesia dan AS untuk memerangi aksi terorisme yang mungkin masih terus berlangsung di dunia khasnya di Indonesia, sekalilagi kita tidak seyogyanya menjalinkerjasama hanya dengan satu negara,sekalipun negara itu tergolong adidayamaupun adikuasa. Kita harus bekerjasama dengan berbagai negara dan bangsadidunia ini. Khusus denga AS kita harusdapat meyakinkan kepada negara adidayatersebut, bahwa dunia hari ini memerlukan kekuatan yang santun dalam menyelesaikan berbagai problem, bukankah jiwademokrasi itu adalah kesantunan bersama. Tatkala negara super power memiliki kesantunan, maka kebesaran jiwanya itu akan dapat merubah segala keangkaramurkaan yang tumbuh, termasuk didalamnya terorisme.Ketika Presiden Bush ditanya soalmasalah Irak, Bush mengatakan,belum memutuskan untuk menambah atau menarik pasukan dariIrak. Untuk mengambil keputusanitu, Bush mengaku masih menunggu rekomendasi dari pihak militerdan sejumlah pihak lain. Apa saranSyaykh kepada Presiden Bush menyelesaikan masalah Irak ini?Jawaban Presiden Bush itu sesungguhnya memberi lampu hijau yang selamaini belum pernah dinyalakan. Itu sesungguhnya bahasa panglima tertinggi yangsedang terjebak perangkap dalam kancahmaju kabotan mundur kewirangan. Presiden Bush memerlukan pendamping penasihat agar terlepas dari perangkap yangmenjebaknya, tentunya dengan mukayang tidak kewirangan. Indonesia mempunyai hubungan baik dengan AS maupun Presiden Bush, gunakan hubunganbaik ini untuk kepentingan kemanusiaan,membebaskan Irak dari lilitan kekuatanadidaya AS, yang kini porak poranda, danmeletakan Presiden Bush sebagai seorangpanglima tertinggi militer yang telahselamat menyelesaikan peperangan padababak selanjutnya dapat membantumembangun kembali Irak dan Afganistandalam bentuk yang lebih manusiawimenurut pandangan umat manusia danbangsa-bangsa di dunia.Sikap dan kebijakan Bush (AS)mengenai masalah Palestina, dinilai cenderung pro Israel. MenurutSyaykh mengapa AS bersikap demikian? Dan apa saran Syaykh kepadaBush (Presiden AS) agar masalahPalestina dapat lebih segera diselesaikan secara damai?Konflik yang terjadi antara Palestinadan Israel itulah sesungguhnya pangkalterjadinya keberpihakan berbagai negarakepada masing-masing pihak. Bagi yangtidak menghendaki keberpihakan ASterhadap Israel akan bertanya mengapaAS berpihak kepada Israel? Sebaliknyamungkin bagi yang lainnya juga akanbertanya mengapa Cina berpihak kepadaPalestina juga mungkin Indonesia?.Tumbuhnya keberpihakan, aliansi salahsatu pihak yang sedang konplik denganpihak-pihak lain itu suatu aksioma. Jikasaja pihak-pihak yang konplik itu dapatmengurangi intensitas konpliknya, makakeberpihakan pihak-pihak lain kepadasalah satu akan mengecil atau mengurang.Maka semestinya pihak-pihak yang sedang konflik harus dapat mencari danmenemukan berbagai jalan dan solusisolusi rasional melalui perundinganperundingan diskusi-diskusi yang dilakukan oleh kedua-dua rakyat dan pemerintah yang sedang konplik itu. Masingmasing menghentikan tindak kekerasandan bersungguh-sungguh mencari perdamaian. Namun dalam situasi konplikseperti ini, ada pihak-pihak yang tidakingin konplik itu segera usai, karenadalam kondisi konplik ada kepentinganriil yang dapat dicapai. Karena konpliksemakin tinggi, harga minyak semakinmelonjak, negara-negara penghasil minyak menenggak keuntungan yang tiadatara . Maka negara semacam ini mungkinberkepentingan untuk tidak serius mendorong redanya konflik di Timur Tengahtersebut. Maka pembelaan mereka sangatdouble standard. Jadi yang double standard di dunia ini dapat terjadi dimanamana. Walau biasanya alamat itu bagi AS.Ada pihak yang menyatakan bahwa kunjungan Bush ke Indonesiaterutama setelah melihat acarabercakap-cakap dengan siswa SD dikelas simulasi SD Papandayan Bogor, hanyalah ‘basa-basi’ belaka. Sebuah sandiwara ‘politik’ basi untukmemikat hati rakyat Indonesia.Bagaimana Syaykh melihat kunjungan Bush ke sekolah tersebut?Apakah itu suatu simbol komitmenPemerintah AS membantu Indonesia dalam dunia pendidikan?Kunjungan Presiden Bush ke Indonesiahanya 6 jam itupun di malam hari, sayasebagai pelaku didik sangat hormat ataskesempatan yang beliau luangkan melakukan tatap muka bercakap-cakap dengansiswa SD di Bogor. Andainya itu sebuahbasa-basi, saya tetap hormat, sebab didunia ini memang penuh basa-basi,namun hanya personalitas yang terhormat sajalah yang dapat melakukanbasa-basi yang penuh arti dan bergengsi.Basa-basinya Pak Bush ternyata dapatmengangkat negaranya sebagai adidayamelalui pendidikan. Dan andainya langkah itu dianggap sandiwara politik, makasesungguhnya sandiwara semacam itulahyang mesti ditonton dan dinikmati, karenadunia ini merupakan panggung sandiwara. Mungkin lebih dianggap merakyat,andainya pak Bush jalan-jalan di pasarBogor sambil belanja talas Bogor, sepertiyang dilakukan orang Indonesia yangmengiringi perjalanan orang-orang penting, mereka merasa malu kalau datangkarena pendidikan, lebih bergengsi jikamereka shopping berbagai macam souvenir, dan mereka pulang dengan banggamenceritakan negara orang dan mencacinegara sendiri.Apa saran Syaykh kepada Bush(pemerintah AS) dalam hal kerjasama pembangunan di Indonesia.Bidang apa yang paling utama memerlukan bantuan AS?Seorang yang hari-harinya menghabiskan waktu dalam arena pendidikan kokdiminta saran untuk Pak Bush, seorang

