Page 30 - Majalah Berita Indonesia Edisi 27
P. 30
30 BERITAINDONESIA, 21 Desember 2006BERITA UTAMAyang melakukannya.Mungkinkan Indonesia melepaskan diri dari AS baik secara ekonomi, politik, sosial?Jawabnya tidak cukup dengan mungkinmaupun tidak mungkin. Bukankah kitahidup berbangsa dan bernegara ini memiliki tujuan ikut menciptakan perdamaian dan kesejahteraan umat manusiadi tataran antar bangsa? Karenanya hidupberbangsa dan bernegara ini lazimnyaadalah bersikap interdependensi, salingketerkaitan, saling memerlukan antar satunegara dengan negara lainnya, tentunyatermasuk AS.Bagaimana pendapat Syaykh ataspendapat yang menyatakan bahwamasa depan Indonesia juga dipengaruhi oleh AS lewat kebijakankebijakan yang dibuat oleh presidennya?Masa depan Indonesia mestinya harusditentukan oleh bangsanya sendiri, dengan tidak meninggalkan sikap interdependensi dengan negara-negara lain didunia iniMenurut Syaykh apa yang seharusnya dilakukan pemerintah Indonesia untuk memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan politikdan ekonomi dunia?Indonesia mesti dapat menghentikanpemborosan yang berjalan melalui berbagai cara termasuk korupsi, dari tingkatatas sampai yang paling bawah, yang dilakukan oleh pejabat negara maupun rakyat biasa.Memperkokoh pendidikan nasional sebagai basis pelaku politik dan ekonomi masa kini dan mendatang, sehingga terciptabangsa yang cerdas bertanggung-jawabmemiliki patriotisme dan nasionalismeyang rasional yang dapat menghantarkannegara dan bangsa ini menjadi bangsa yangmengerti effisiensi dalam segala hal dantidak korup. Pada saatnya generasi Indonesia yang terdidik seperti itu akan mampumasuk dalam percaturan politik danekonomi dunia yang mencabar ini.Di dalam waktu yang sesingkatitu, apakah Syaykh percaya bahwaBush dan rakyat AS mau dan bisamengubah persepsinya tentangmuslim Indonesia yang dipandangselama ini sebagai sarang teroris?Apakah pengamanan yang berlebihan yang diberikan atau diminta Bush sebagai ketakutan yangberlebihan terhadap ancaman teroris yang dipersepsikan Bush?Mengubah persepsi seorang Presidendan rakyat AS dengan mengandalkansuatu kunjungan singkat, sesungguhnyatidaklah rasional. Bangsa Indonesiamestinya tidak tunduk dan menyerahterhadap labeling (cap) yang dibuat olehPresiden dan rakyat negara tertentu,termasuk AS. Bangsa Indonesia tanpaharus membuktikan di hadapan Presidendan rakyat AS bukanlah bangsa teroris,kejadian demi kejadian berbentuk kejahatan kemanusiaan (sering disebut teroris) di Indonesia, merupakan tindakankejahatan yang dilakukan perorangan,yang dapat diselesaikan dan dihadapi olehbangsa Indonesia dengan terhormat,pelakunya dapat ditangkap dan dijatuhihukuman yang “setimpal” berdasar hukum yang berlaku di Indonesia sebagainegara yang bermartabat.Apakah Syaykh melihat kemungkinan perubahan sikap Bush terhadap muslim di Timur Tengah,khususnya terhadap muslim diIrak, Palestina, Libanon?Kita tidak terlalu berharap terjadinyaperubahan sikap dan pandangan dariseorang Presiden yang telah memporakporandakan tatanan kehidupan kemanusiaan, sebab yang dapat mengubahsikap itu adalah dirinya sendiri dan sikappolitiknya sendiri. Tekanan demi tekananyang dilancarkan umat manusia sejagattermasuk harapan Sri Paus terhadapPresiden AS belum dapat merubah sikapnya. Sebaiknya kita semua memandangberbagai persoalan Timur Tengah yangberkaitan dengan AS tidak hanya tertumpu kepada seorang Presiden AS yangberkuasa saja. Kita dapat memperhatikanangin perubahan yang sedang terjadi diAS, berbagai hal dapat berubah dantentunya akan berdampak pada kebijakanAS di Timur Tengah.Menurut Syaykh, ke depan inibagaimanakah Indonesia membangun pola hubungan dengan AS,China dan Rusia?Pola hubungan kesetaraan. AS negarabesar Rusia juga masih memiliki kebesaran dan kekuatan, sedangkan Chinamerupaka negara besar yang kemampuanekonominya akan dapat menjadi penyeimbang kekuatan-kekuatan negarabesar lainnya. Karenanya hubungan yangsaling menguntungkanlah yang harusdiciptakan oleh Indonesia, interdependensi.Apakah Syaykh melihat adanyatarik menarik pengaruh di antaraAS, China dan Rusia di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia?Pasti ada, sebab Indonesia adalahnegara yang cukup strategis, dipandangdari segala sudut. Indonesia memilikipotensi sumber daya yang cukup beranekamacam, yang kesemuanya diperlukanoleh negara-negara maju, Indonesiamemiliki potensi pasar dengan jumlahpenduduk yang besar. Karenanya bukanhanya AS, Rusia dan China yang menaruhperhatian terhadap Indonesia, negaranegara besar lainnyapun memiliki kecendrungan yang sama. Bagi negara-negarayang telah mapan masih menganggap Indonesia adalah sebuah negara yang harusdiperhitungkan di Asia Tenggara ini. Masa depan Indonesia ditentukan bangsanya sendiri. foto: berindo amron

